Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bawa TUF Gaming 16, ASUS Ikut Berebut Pasar Laptop Gaming

 Bawa TUF Gaming 16, ASUS Ikut Berebut Pasar Laptop Gaming
Asus Laptop Gaming.
  • ASUS memperluas lini laptop gaming melalui TUF Gaming 16 (FX610) dengan prosesor Intel Core HX generasi ke-14 dan grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series.
  • TUF Gaming 16 tersedia dalam lima konfigurasi di Indonesia, dengan harga Rp27,999 juta hingga Rp35,999 juta.
  • IDC memproyeksikan pengiriman PC global turun pada 2026 di tengah kelangkaan chip memori yang diperkirakan belum mereda hingga akhir 2027.
  • ASUS meluncurkan TUF Gaming 16 FX610 di Indonesia untuk kebutuhan gaming, kuliah, kerja, konten, dan komputasi AI, dengan lima konfigurasi seharga Rp27,999 juta hingga Rp35,999 juta.
  • Laptop ini memakai Intel Core HX generasi ke-14 dan NVIDIA GeForce RTX 5050, 5060, atau 5070, didukung pendingin dua kipas, RAM yang dapat ditingkatkan, serta layar 16 inci 144Hz.
  • IDC memproyeksikan pengiriman PC global 2026 turun 11,3 persen akibat kelangkaan memori hingga akhir 2027, yang berpotensi menaikkan harga dan membatasi ketersediaan konfigurasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Konfigurasi TUF Gaming 16 mana yang kamu pilih?
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Persaingan pasar laptop gaming di Indonesia kian sengit. Permintaan laptop saat ini tidak hanya mengarah pada perangkat multifungsi yang digunakan untuk bermain gim, tetapi juga mampu mendukung kebutuhan komputasi, pembuatan konten, hingga pemrosesan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Adrian Pradipta, Technical Public Relations ASUS Indonesia, mengatakan, dalam memilih laptop, anak muda di Indonesia saat ini semakin menuntut kepraktisan. Baik mahasiswa maupun profesional muda membutuhkan satu laptop yang bisa diandalkan untuk segala hal seperti kuliah, menyelesaikan pekerjaan kantor, membuat konten kreatif, hingga bermain gim berat di waktu luang.

Melihat kebutuhan tersebut, ASUS memperluas lini laptop gaming melalui ASUS TUF Gaming 16 (FX610) yang menggabungkan prosesor Intel Core HX generasi ke-14 dengan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series.

TUF Gaming 16 (FX610) hadir dalam lima konfigurasi dengan rentang harga Rp27,99 juta hingga Rp35,99 juta. “Produk ini menyematkan prosesor Intel Core HX generasi ke-14 dan kartu grafis NVIDIA GeForce RTX 50 Series,” ujar Adrian dalam keterangan tertulis, Senin (14/9).

Pada konfigurasi tertinggi, ASUS membekali perangkat dengan Intel Core i7-14650HX yang memiliki 16 core dan 24 thread dengan kecepatan hingga 5,2 GHz. Sementara itu, pilihan kartu grafis mencakup NVIDIA GeForce RTX 5050, RTX 5060, dan RTX 5070.

Varian RTX 5070 memiliki VRAM 8GB GDDR7 dengan total graphics power (TGP) hingga 85W serta mendukung teknologi DLSS 4 dan Multi-Frame Generation. Berdasarkan pengujian internal ASUS, konfigurasi tersebut mencatat skor 3DMark Time Spy sebesar 12.167 poin.

Di sisi prosesor, pilihan lainnya adalah Intel Core i5-14450HX dengan 10 core dan 16 thread. ASUS menyebut varian Core i7-14650HX mencatat skor hingga 17.617 poin dalam pengujian Cinebench R23 multi-core.

  1. Performa dan Efisiensi

    Default Image
    Default Image

    Selain masalah kemampuan pemrosesan grafis, faktor pengelolaan panas dan konsumsi daya di sisi lai kerap jadi pertibangan pengguna. Untuk itu, ASUS menyematkan sistem pendingin yang terdiri dari dua kipas dan tiga pipa tembaga.

    Sistem ini memungkinkan perangkat mencapai daya gabungan hingga 105W. ASUS mengklaim tingkat kebisingan kipas berada di sekitar 40 dBA dalam pengujian tertentu.

    Dari sisi memori, TUF Gaming 16 memiliki RAM 16GB DDR5-5600MHz melalui dua slot SO-DIMM yang dapat ditingkatkan hingga 64GB. Penyimpanan awal menggunakan SSD PCIe 4.0 berkapasitas 512GB dan tersedia satu slot M.2 tambahan untuk ekspansi.

    Untuk mendukung mobilitas pengguna, perangkat mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H. Pengujian yang dilakukan mencakup ketahanan terhadap getaran, benturan dan guncangan, tekanan pada ketinggian, serta paparan suhu ekstrem.

    Laptop tersebut menggunakan layar 16 inci WUXGA dengan resolusi 1.920 x 1.200 piksel dan rasio 16:10. Panel memiliki refresh rate 144Hz, tingkat kecerahan 300 nits, lapisan anti-glare, dan cakupan warna 100 persen sRGB.

    Sementara itu, kapasitas baterai mencapai 63WHrs. Perangkat juga mendukung pengisian daya melalui adaptor USB Type-C 100W dan memiliki fitur Battery Care Mode yang membatasi pengisian hingga 80 persen ketika laptop terus terhubung dengan sumber listrik.

    Dari sisi desain, perangkat memiliki ketebalan mulai 1,94 cm dan bobot sekitar 2,2 kg. Engsel layar dapat dibuka hingga 180 derajat. ASUS juga menempatkan sejumlah port konektivitas di bagian belakang, termasuk HDMI 2.1, LAN RJ45, USB Type-A, dan konektor daya.

  2. Rentang Harga

    Default Image
    Default Image

    ASUS memasarkan TUF Gaming 16 (FX610) dalam lima konfigurasi di Indonesia. Varian dengan Intel Core i5-14450HX, RTX 5050, RAM 16GB, dan SSD 512GB dibanderol Rp27,999 juta.

    Sementara itu, konfigurasi Core i7-14650HX dan RTX 5050 dipasarkan seharga Rp30,499 juta. Untuk RTX 5060, harga masing-masing Rp30,499 juta untuk varian Core i5 dan Rp31,999 juta untuk varian Core i7.

    Adapun varian tertinggi dengan Core i7-14650HX dan RTX 5070 dibanderol Rp35,999 juta. Produk tersebut tersedia melalui jaringan penjualan resmi ASUS di Indonesia.

  3. Pasar PC Semester II

    Default Image
    Default Image

    Pasar PC global diperkirakan menghadapi kondisi yang semakin bergejolak pada paruh kedua 2026. International Data Corporation (IDC) memproyeksikan pengiriman PC global sepanjang 2026 akan turun 11,3 persen. Penurunan diperkirakan semakin dalam hingga kuartal IV 2026, dengan pengiriman PC diperkirakan anjlok 20 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

    Tekanan utama berasal dari kelangkaan chip memori yang belum menunjukkan perbaikan hingga akhir 2027 dan berdampak ke berbagai industri. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga serta kesulitan bagi para produsen dalam mempertahankan kelengkapan lini produknya.

    Wakil Presiden Devices and Consumers IDC Jean Philippe Bouchard mengatakan kekhawatiran terhadap kenaikan harga dan terbatasnya ketersediaan sejumlah konfigurasi PC akibat kelangkaan memori serta komponen lainnya mendorong sebagian konsumen melakukan pembelian lebih awal.

    Menurutnya, belum ada tanda-tanda kelangkaan memori akan mereda hingga akhir 2027. Artinya, harga PC masih berpotensi terus meningkat, sementara produsen akan menghadapi kesulitan dalam mempertahankan seluruh pilihan produk yang tersedia di pasar.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Tech

See More