Xiaomi 18 Fold Masuk Arena Sengit Ponsel Lipat Premium

- Xiaomi meluncurkan 18 Fold di China untuk bersaing di segmen ponsel lipat premium yang dihuni Samsung dan Huawei, sementara Apple mulai memasuki pasar ini.
- Xiaomi 18 Fold memakai layar OLED internal 7,58 inci, chipset Xring O3, baterai 6.000 mAh, serta tiga kamera Leica termasuk sensor utama 200MP.
- Harga Xiaomi 18 Fold mulai CNY10.999 hingga CNY14.999; penjualan perdana di China tercatat 310 persen lebih tinggi dibandingkan generasi ponsel lipat sebelumnya.
Jakarta, FORTUNE - Persaingan ponsel lipat premium kembali memanas. Xiaomi masuk ke segmen tersebut dengan meluncurkan Xiaomi 18 Fold di China, membawa desain layar lebar, baterai berkapasitas besar, serta sistem kamera yang dikembangkan bersama Leica.
Peluncuran ini berlangsung di tengah meningkatnya persaingan di pasar foldable. Xiaomi harus berhadapan dengan pemain yang lebih dulu mengembangkan kategori tersebut, termasuk Samsung dan Huawei. Pada saat yang sama, Apple juga mulai memasuki pasar ponsel lipat, sehingga persaingan di segmen premium diperkirakan semakin ketat.
Melansir The Verge, Kamis (10/9), Xiaomi 18 Fold memiliki layar internal berukuran 7,58 inci dan layar eksternal 5,38 inci. Keduanya menggunakan panel OLED dengan rasio sekitar 1,4:1, menghasilkan bentuk layar yang lebih lebar dibandingkan desain ponsel lipat model buku pada umumnya.
Saat dibuka, layar utama tersebut memberikan ruang lebih luas untuk konsumsi konten maupun penggunaan beberapa aplikasi secara bersamaan. Desain ini menjadi salah satu pembeda Xiaomi 18 Fold dibandingkan ponsel lipat dengan layar internal yang lebih memanjang.
Dari sisi pemrosesan, perangkat menggunakan chipset Xring O3 buatan Xiaomi yang dipadukan dengan GPU Mali G2-Ultra NX. Teknologi grafis tersebut mendukung fitur seperti neural super sampling dan frame generation untuk meningkatkan kualitas visual serta performa gim.
Kapasitas baterai juga menjadi salah satu spesifikasi utama Xiaomi 18 Fold. Perangkat ini dibekali baterai silikon-karbon 6.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 67W melalui kabel dan 50W secara nirkabel.
Pada sektor fotografi, Xiaomi menempatkan tiga kamera belakang hasil kolaborasi dengan Leica. Kamera utama menggunakan sensor 200MP, sedangkan dua kamera lainnya terdiri dari telefoto periskop 50MP dan ultrawide 50MP. Layar perangkat mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 4.000 nits.
Meski menawarkan spesifikasi kelas atas, ada sejumlah poin pada Xiaomi 18 Fold yang menjadi sorotan. Bodinya relatif lebih tebal, garis lipatan pada layar masih terlihat, dan perangkat tersebut belum memiliki sertifikasi IP untuk ketahanan terhadap air dan debu. Peluncurannya juga masih terbatas di Cina dan belum disertai kepastian mengenai ketersediaan global.
Harga Xiaomi 18 Fold

ilustrasi ukuran layar Xiaomi 18 Fold (mi.com) Di Cina, Xiaomi menetapkan harga Xiaomi 18 Fold mulai dari CNY10.999 atau sekitar Rp28,7 juta. Varian tertingginya dibanderol CNY14.999 atau sekitar Rp39,2 juta.
Reuters melaporkan Xiaomi 18 Fold berada pada rentang harga sekitar US$1.540 hingga US$2.100. Peluncurannya dilakukan bersamaan dengan langkah Huawei menghadirkan generasi terbaru ponsel lipatnya.
Persaingan tersebut menunjukkan bahwa ponsel lipat mulai menjadi salah satu arena perebutan konsumen kelas atas. Reuters sebelumnya mencatat Samsung masih memimpin pasar global ponsel lipat, sementara Huawei memiliki posisi kuat di Cina. Masuknya Apple berpotensi memperluas pasar sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pemain yang sudah lebih dulu hadir.
Bagi Xiaomi, 18 Fold sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi di pasar foldable premium. Perusahaan kembali masuk ke kategori ponsel lipat berukuran besar setelah tidak menghadirkan model serupa pada tahun sebelumnya. Di pasar Cina, langkah tersebut bahkan mendapat respons awal yang kuat. Melansir Gizmochina, penjualan perdana Xiaomi 18 Fold tercatat 310 persen lebih tinggi dibandingkan generasi ponsel lipat sebelumnya.
Namun, kinerja awal di Cina belum serta-merta menunjukkan keberhasilan global. Dengan ketersediaan yang masih terbatas dan persaingan yang semakin padat, Xiaomi perlu membuktikan apakah kombinasi layar lebar, kamera 200MP, baterai besar, dan chipset buatannya sendiri cukup untuk menarik konsumen di luar pasar domestik.


















