Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Ford Bantah Rumor Jajaki Kerjasama Kendaraan Listrik dengan Xiaomi

Sejumlah jenama otomotof adu promo menjelang HUT RI.
dok. Ford
Intinya sih...
  • Ford membantah rumor penjajakan bisnis kendaraan listrik dengan Xiaomi
  • Produsen otomotif AS khawatir dengan masuknya produsen mobil dan baterai asal Cina ke AS
  • Ford mencatatkan penjualan tertinggi dalam 6 tahun di AS, namun penjualan kendaraan listrik turun 14,1% sementara hibrida naik 21,7%
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Ford disebut telah melakukan pembicaraan dengan produsen kendaraan listrik asal Cina, Xiaomi, terkait rencana pembentukan usaha patungan untuk memproduksi mobil listrik (EV) di Amerika Serikat. Kabar ini dilaporkan Financial Times pada Sabtu (31/1), mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.

Namun, juru bicara Ford membantah laporan Financial Times tersebut dan menyebutnya sebagai “sepenuhnya tidak benar” melalui unggahan di platform X. Juru bicara Xiaomi juga menepis kabar itu.

“Xiaomi tidak menjual produk maupun layanan di Amerika Serikat dan tidak sedang bernegosiasi untuk melakukannya,” ujar juru bicara Xiaomi dilansir dari Reuters., Senin (3/2).

Sejumlah produsen otomotif besar di AS serta para legislator mengungkapkan kekhawatiran masuknya produsen mobil dan baterai asal Cina yang didukung pemerintah ke AS untuk membangun pabrik. Aksi ini dinilai dapat mengancam masa depan industri otomotif Amerika.

Awal pekan ini, ketua Partai Republik dari sebuah komite DPR AS telah mengirim surat kepada CEO Ford, Jim Farley, untuk menanyakan apakah Ford berencana membentuk usaha patungan dengan produsen mobil Cina lainnya, BYD, sekaligus memperingatkan adanya risiko yang mungkin timbul.

“Cina sudah menunjukkan dalam beberapa bulan terakhir bahwa mereka bisa menggunakan rantai pasok otomotif sebagai alat tekanan. Ini adalah kerentanan serius, dan akan semakin memburuk jika Ford menjalin kemitraan baru dengan BYD,” tulis anggota DPR John Moolenaar dalam surat tersebut.

Moolenaar juga menyoroti rencana Ford membangun pusat data senilai US$3 miliar untuk produksi baterai yang menggunakan teknologi dari perusahaan China, CATL.

Sementara itu, para produsen otomotif Amerika Utara mulai mengurangi ekspansi besar-besaran di sektor kendaraan listrik karena kesulitan bersaing dengan rival asal Tiongkok. Mereka juga kehilangan insentif pajak dan kini beralih ke model yang lebih murah serta kendaraan hibrida.

Ford pada Desember tahun lalu menyatakan akan mencatatkan penurunan nilai aset sebesar US$19,5 miliar dan membatalkan sejumlah model mobil listrik yang sebelumnya direncanakan.

Penjualan Tertinggi dalam 6 Tahun

Ford menjual 2,2 juta kendaraan di AS tahun lalu; dengan pangsa pasar naik 0,6 bps menjadi 13,2 persen. Kenaikan penjualan Ford sebesar 6 persen pada tahun lalu merupakan kinerja penjualan tahunan terbaiknya sejak 2019 yang tercatat sebanyak 2,42 juta unit kendaraan.

“Permintaan untuk truk pikap dan kendaraan hibrida merupakan faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan tersebut,” kata manajemen perusahaan dikutip dari kantor berita Anadolu Ajansi.

Meski penjualan kendaraan listrik turun 14,1 persen, sementara penjualan kendaraan hibrida naik 21,7 persen. Pada 2025, penjualan mobil konvensional Ford dengan mesin pembakaran internal mencapai sekitar 86 persen dari total volume perusahaan.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

PTPP Raih Kontrak Pembangunan Gedung Kejagung Senilai Rp934 Miliar

02 Feb 2026, 11:34 WIBBusiness