Tambang Emas Pani Masuk Heap Leaching, EMAS Siap Raih First Gold

- Dengan heap leaching yang telah berjalan dan target first gold yang semakin dekat, Tambang Emas Pani memasuki fase krusial yang berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja operasional dan sentimen saham EMAS ke depan.
- Proyek berada pada fase akhir sebelum produksi emas pertama, dengan risiko konstruksi yang berkurang secara signifikan.
- Transformasi EMAS dari perusahaan pengembang tambang menjadi produsen emas, dengan produksi puncak hingga 500.000 ounces per tahun.
Jakarta, FORTUNE — Tambang Emas Pani yang dioperasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), telah memasuki tahap heap leaching, menandai tonggak operasional strategis menuju produksi emas komersial.
Manajemen perusahaan mengatakan, dengan dimulainya proses heap leaching, proyek kini berada pada fase akhir sebelum produksi emas pertama.
Adapun, seluruh tahapan utama konstruksi dan persiapan operasional telah diselesaikan sesuai rencana, sehingga EMAS berada di jalur yang tepat untuk mencapai first gold pada akhir Februari.
Heap leaching merupakan proses penting dalam ekstraksi emas, di mana bijih yang telah diproses dilindi untuk menghasilkan larutan emas. Masuknya proyek ke tahap ini menunjukkan bahwa risiko konstruksi telah berkurang secara signifikan dan proyek kini bertransisi menuju fase produksi.
“Pencapaian tersebut memperkuat kepercayaan pasar terhadap kesiapan operasional Proyek Emas Pani sekaligus menegaskan transformasi EMAS dari perusahaan pengembang tambang menjadi produsen emas,” kata manajemen perseroan dalam keterangan tertulis, Minggu (1/2).
Terletak di Gunung Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Tambang Emas Pani dikembangkan sebagai tambang terbuka dengan produksi bertahap: tahap awal menggunakan pengolahan heap leach berkapasitas 7 mtpa (juta ton bijih per tahun). Dilanjutkan dengan pengolahan carbon-in-leach (CIL) berkapasitas awal 7,5 juta ton bijih per tahun, yang akan diekspansi menjadi 12 juta ton bijih per tahun pada 2030.
Gabungan kapasitas produksi heap leach dan CIL akan mencapai 19 juta ton bijih per tahun dan produksi puncak dapat menghasilkan emas hingga 500.000 ounces per tahun. Produksi emas pertama diperkirakan berlangsung pada kuartal pertama 2026.

















