Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Revitalisasi Pabrik, Pupuk Indonesia Klaim Mampu Turunkan Konsumsi

Peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kaltim
Peresmian Revamping Ammonia Pabrik-2 PT Pupuk Kaltim
Intinya sih...
  • PT Pupuk Indonesia melakukan revitalisasi pabrik dengan menggati peralatan utama, meningkatkan efisiensi dan keandalan pabrik.
  • Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim mampu menurunkan konsumsi gas sebesar empat MMBtu per ton ammonia atau sekitar 10 persen dari kondisi sebelumnya.
  • Pabrik didukung otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS), memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melakukan revitalisasi pabrik dengan menggati peralatan utama, meliputi pembaruan proses di shift converter, Ammonia Converter, dan CO2 removal system. Revitalisasi ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi dan keandalan pabrik.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi menjelaskan, peremajaan dilakukan pada Revamping Ammonia Pabrik-2 Pupuk Kaltim mampu menurunkan konsumsi gas sebesar empat MMBtu per ton ammonia atau sekitar 10 persen dari kondisi sebelumnya.

"Peningkatan efisiensi tersebut membuat produksi amonia sebagai bahan baku pupuk menjadi lebih hemat biaya dan mampu mengurangi emisi karbon sebanyak 110.000 ton CO2 per tahun," ujar Rahmad dalam keterangan resmi, Jumat (30/1).

Proyek ini di mulai sejak November 2023 untuk pabrik yang telah beroperasi sejak 1984, dan merupakan salah satu tulang punggung produksi perusahaan. Pabrik tersebut memilik kapasitas tahunan mencapai 595 ribu ton amonia dan 570 ribu ton urea per tahun.

Setelah proses peremajaan selesai, pabrik tersebut kini didukung otomatisasi dan digitalisasi sistem kontrol melalui penerapan Distributed Control System (DCS), yang memungkinkan pengendalian proses lebih akurat, pemantauan real-time, serta meningkatkan keandalan operasi dan kemudahan analisis gangguan. Secara keseluruhan, peremajaan ini mampu memperpanjang umur teknis pabrik hingga 15 tahun ke depan.

Selain Revamping Ammonia Pabrik-2, dalam lima tahun ke depan perusahaan menargetkan peremajaan dan pembangunan 6 pabrik lainnya, seperti Revitalisasi Pusri 3B, pengembangan NPK Phonska VI Petrokimia Gresik, Pabrik Amurea PIM III, serta Kawasan Industri Pupuk (KIP) Fakfak.

Revamping Ammonia Pabrik-2 menjadi proyek pertama yang diresmikan dari tujuh rencana revitalisasi dan penguatan industri pupuk yang akan dijalankan Pupuk Indonesia Group hingga 2029.

"Modernisasi pabrik ini merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Melalui program ini, kami optimistis dapat menjaga pasokan pupuk nasional untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More

10 Orang Terkaya di Indonesia per Januari 2026 Versi Forbes

30 Jan 2026, 14:35 WIBBusiness