Hibah Lahan ke Danantara, Lippo: Bukan Blok Apartemen Meikarta

Jakarta, FORTUNE - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mengonfirmasi lahan yang perseroan hibahkan untuk program hunian MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) adalah bagian dari Kawasan Meikarta. Namun, lahan itu tidak termasuk dalam lokasi yang saat ini dibangun Apartemen Meikarta.
Sebelumnya, Lippo Cikarang menghibahkan lahan seluas 30 hektare kepada Danantara. Lahan tersebut tercatat sebagai aset LPCK dalam laporan keuangan konsolidasian dalam akun persediaan dan tanah untuk pengembangan.
"Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang telah diaudit untuk tahun buku 2025, nilai buku atas lahan tersebut tercatat kurang lebih sebesar Rp180 miliar," kata Corporate Secretary LPCK, Peter Adrian dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/3).
Dalam pengumuman yang sama, LPCK juga menyatakan bahwa program hunian MBK oleh Danantara merupakan program pemerintah dan sama sekali tidak berkaitan dengan proyek Apartemen Meikarta.
"Perseroan tetap berkomitmen menyelesaikan kewajiban pembangunan dan serah terima unit kepada konsumen Apartemen Meikarta sesuai dengan batas waktu sebagaimana telah ditentukan berdasarkan putusan homologasi," ujar Peter.
Lebih lanjut, hingga keterbukaan informasi tersebut disampaikan, manajemen LPCK mengatakan tidak mengetahui adanya informasi atau kejadian material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun pergerakan harga saham perseroan.
Sebagai konteks, Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) mengumumkan akan menganggarkan dana hingga Rp16 triliun untuk kebutuhan pembangunan hunian vertikal di lahan hibah dari Grup Lippo tersebut. Rencananya, akan ada pembangunan 140.000 unit hunian vertikal untuk MBR.
"Nilai pembangunannya kan rencana dari 12,8 hektare ini, itu kami akan bangun totalnya menjadi 18 tower. Itu perhitungannya kalau jadi dengan 32 lantai, kurang lebih rentangnya antara Rp14 triliun-Rp16 triliun," ujar CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, dilansir dari IDN Times.
Saham LPCK terkoreksi 3,6 persen ke harga Rp670 pada akhir perdagangan Jumat sesi I.
















