- Pengajuan permohonan pencatatan saham tambahan hasil pelaksanaan Stock Split ke BEI: 26 Maret 2026
- Keterbukaan Informasi sehubungan dengan pelaksanaan Stock Split : 1 April 2026
- Akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan pasar negosiasi: 6 April 2026
- Mulai perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi: 7 April 2026
Dapat Restu Pemegang Saham, DSSA Stock Split 1:25

- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mendapat persetujuan pemegang saham untuk melakukan stock split dengan rasio 1:25 dalam RUPSLB pada 11 Maret 2026.
- Aksi korporasi ini bertujuan membuat harga saham lebih terjangkau, memperluas basis investor, serta memperkuat tata kelola dan akuntabilitas perusahaan.
- Jumlah saham beredar meningkat dari 7,7 miliar menjadi 192,6 miliar lembar, dengan perdagangan nominal baru efektif dimulai pada 7 April 2026.
Jakarta, FORTUNE – Perusahaan energi grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memperoleh persetujuan dari para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang digelar hari ini, Rabu, 11 Maret 2026. untuk melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (Stock Split) dengan rasio 1:25
Rencana pemecahan saham ini merupakan bagian dari visi jangka panjang DSSA untuk menjadikan saham DSSA lebih terjangkau tanpa mengubah nilai ekonomi kepemilikan.
DSSA optimistis aksi korporasi ini akan membuka peluang akses yang lebih luas bagi calon investor yang ingin menjadi bagian dari perjalanan bisnis DSSA ke depan.
Transformasi ini diharapkan tidak hanya mampu memperkuat struktur kepemilikan saham, tetapi juga membangun hubungan yang lebih inklusif dengan seluruh lapisan masyarakat pemodal di Indonesia.
Presiden Direktur DSSA, L. Krisnan Cahya menyatakan kebijakan ini diambil untuk memberikan nilai tambah bagi pasar modal Indonesia sekaligus untuk meningkatkan jumlah lembar saham yang beredar agar harganya lebih terjangkau bagi berbagai kalangan investor.
“Dengan menjangkau basis investor yang lebih luas, kami berharap dapat lebih mendorong penguatan praktik tata kelola perusahaan yang serta lebih meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas kami sebagai perusahaan terbuka,” ujar Krisnan dalam tertulis, Kamis (12/3)..
Stock Split akan meningkatkan jumlah saham beredar secara proporsional dari 7.705.523.200 lembar saham menjadi 192.638.080.000 lembar saham, yang diharapkan dapat mendorong peningkatan volume perdagangan saham DSSA, menciptakan volume perdagangan harian yang lebih dinamis di pasar dan persepsi pasar yang lebih positif terhadap kinerja operasional serta nilai ekonomi DSSA.
Aksi korporasi ini akan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi dan perlindungan hak-hak pemegang saham. Pelaksanaan Stock Split dipastikan tidak akan mengubah hak suara maupun nilai ekonomi kepemilikan saham, melainkan hanya menyesuaikan jumlah lembar saham secara proporsional.
Berikut adalah jadwal pelaksanaan aksi korporasi DSSA:
DSSA akan menindaklanjuti hasil keputusan RUPSLB hari ini dengan memproses administrasi pelaksanaan Stock Split. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, DSSA menargetkan implementasi perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar reguler dan pasar negosiasi dimulai secara efektif pada 7 April 2026.

















