Proline (PRDL) Siapkan 15 Produk Baru, Kejar Tumbuh Dua Digit di 2026

- Proline menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit dan peningkatan profitabilitas pada 2026 melalui produk baru, ekspansi portofolio, serta optimalisasi kapasitas produksi.
- Perseroan memiliki 27 produk dalam pipeline, dengan 15 produk ditargetkan meluncur tahun ini, termasuk pengembangan layanan kalibrasi dan solusi Point-of-Care Testing.
- Pendapatan semester I-2026 turun 51,9% menjadi Rp13,7 miliar; Proline mencatat LBITDA Rp4,3 miliar dan rugi bersih Rp8,8 miliar akibat transisi metode pemeriksaan lipid.
Jakarta, FORTUNE - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit sepanjang 2026.
Sejalan dengan itu, perseroan juga membidik kenaikan profitabilitas. Langkah itu akan didukung oleh komersialisasi produk baru serta peningkatan utilisasi kapasitas produksi, juga perluasan portofolio produk dan peningkatan volume penjualan.
Perseroan melihat prospek usaha yang tetap positif, didukung oleh layanan kalibrasi, pengembangan solusi Point-of-Care Testing (POCT), serta 27 produk dalam total pipeline pengembangan, dengan 15 produk ditargetkan untuk diluncurkan pada tahun ini. "Pengembangan ini diharapkan memperluas cakupan solusi diagnostik perseroan, menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang, sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru," demikian dikutip dari keterangan resmi PRDL, Kamis (6/8).
POCT adalah salah satu pengembangan strategis dalam mendukung peningkatan standar layanan kesehatan nasional. Itu mengacu pada metode pemeriksaan diagnostik yang dilakukan langsung di lokasi pelayanan kesehatan dengan perangkat lebih ringkas.
Di sisi operasional, Proline juga memprioritaskan optimalisasi fasilitas produksi baru agar kapasitas yang telah tersedia dapat mendukung pertumbuhan volume secara lebih efisien. Peningkatan utilisasi fasilitas diharapkan meningkatkan penyerapan biaya tetap, memperkuat operating leverage, serta mendukung penguatan margin dan profitabilitas secara bertahap.
Dari sisi kinerja, pendapatan Proline mencapai Rp13,7 miliar pada semester-I 2026, menurun 51,9 persen (YoY) dibandingkan Rp28,48 miliar pada periode serupa di 2025.
Hal itu dipengaruhi oleh perubahan komposisi permintaan pada pemeriksaan profil lipid, seiring penambahan metode POCT Lipid Panel ke dalam pilihan pemeriksaan. Sebelumnya, perseroan telah menyediakan pemeriksaan menggunakan instrumen spektrofotometri dengan reagen cair, sedangkan POCT merupakan opsi metode yang mendukung pemeriksaan lebih praktis, terutama di wilayah dengan keterbatasan fasilitas dan peralatan laboratorium.
Perluasan metode itu memengaruhi pola dan waktu pembelian di jaringan distribusi selama masa transisi dibandignkan periode sebelumnya. "Penyesuaian iini bersifat one-off dan tidak mencerminkan penurunan kebutuhan diagnostik maupun hilangnya pelanggan," kata Manajemen PRDL.
Di tengah kondisi tersebut, penjualan kepada pelanggan swasta tetap menopang kesinambungan pendapatan. Sementara segmen Instrumen mencatat pertumbuhan sebesar 172 persen (YoY) menjadi Rp5,8 miliar.
Sebagaimana telah diantisipasi, penyesuaian volume dan komposisi penjualan turut berdampak pada profitabilitas Perseroan, dengan LBITDA (Loss Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp4,3 miliar dan rugi bersih sebesar Rp8,8 miliar.





















