Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Naik 12%, Ekspor Tekstil Dongkrak Laba TRIS di Semester I

Naik 12%, Ekspor Tekstil Dongkrak Laba TRIS di Semester I
Pabrik tekstil PT Trisula International Tbk (TRIS).
Intinya Sih
  • TRIS membukukan laba bersih Rp57,9 miliar pada semester I 2026, naik 12,2% secara tahunan, seiring penjualan tumbuh 15,9% menjadi Rp889,6 miliar.
  • Ekspor menyumbang Rp530,5 miliar atau 60% penjualan, naik 20,3%; manufaktur tetap dominan, sementara distribusi dan seragam mencatat pertumbuhan kuat.
  • TRIS memperluas portofolio ke perhotelan dan mengalokasikan capex Rp35 miliar pada 2026 untuk peremajaan mesin serta renovasi fasilitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – Emiten tekstil, PT Trisula International Tbk (TRIS) membukukan kinerja positif pada semester I 2026 dengan laba bersih mencapai Rp57,9 miliar, naik 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan tersebut sebagian besar ditopang peningkatan penjualan ekspor yang kini menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan TRIS meningkat 15,9 persen (YoY) menjadi Rp889,6 miliar. Dari total pendapatan tersebut, pasar ekspor menyumbang Rp530,5 miliar atau sekitar 60 persen dari total penjualan, naik 20,3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, penjualan domestik tercatat sebesar Rp359,1 miliar.

Direktur Utama Trisula International, Widjaya Djohan mengatakan strategi diversifikasi pasar ekspor dan pemanfaatan berbagai perjanjian dagang Indonesia menjadi salah satu penopang utama dalam menjaga pertumbuhan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Di tengah dinamika geopolitik global, kami mampu menjaga ketahanan kinerja ekspor melalui diversifikasi pasar dan optimalisasi berbagai perjanjian dagang. Permintaan tetap terjaga karena kami menawarkan kualitas yang konsisten, fleksibilitas produksi, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan spesifikasi yang beragam," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (6/8).

Dari sisi operasional, segmen manufaktur tetap menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi sekitar 65 persen terhadap total pendapatan, di mana penjualan segmen tersebut mencapai Rp703,8 miliar atau meningkat 13,9 persen secara tahunan.

Segmen distribusi mencatat pertumbuhan tertinggi kedua dengan penjualan Rp203,4 miliar, naik 42,5 persen dibandingkan semester I 2025. Sementara itu, bisnis seragam tumbuh 37,9% persenmenjadi Rp89,5 miliar, didorong meningkatnya permintaan dari pelanggan korporasi. Adapun segmen ritel masih menghadapi tekanan daya beli masyarakat dengan penjualan sebesar Rp79,3 miliar.

Selain memperkuat bisnis inti tekstil dan garmen, TRIS mulai memperluas portofolio usahanya melalui segmen perhotelan sebagai bagian dari strategi holding company. Pada semester I 2026, lini bisnis baru tersebut membukukan pendapatan Rp7,6 miliar dan menjadi langkah awal diversifikasi sumber pendapatan perseroan.

Manajemen menilai daya saing TRIS tidak hanya bertumpu pada kapasitas produksi, tetapi juga pada kemampuan menghadirkan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Strategi produksi yang fleksibel dan berbasis kustomisasi dinilai menjadi pembeda dibandingkan produsen tekstil yang mengandalkan pesanan massal.

Untuk mempertahankan daya saing, perseroan terus memperkuat inovasi melalui Trisula Innovation Center (TIC) dan tim riset serta pengembangan (R&D). Di saat yang sama, perusahaan juga aktif memperluas pasar ekspor baru sambil memperkuat hubungan dengan pelanggan eksisting guna menjaga kesinambungan permintaan.

Alokasi Capex

Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan, TRIS mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp35 miliar pada 2026. Dana tersebut akan difokuskan untuk peremajaan mesin produksi dan renovasi fasilitas guna meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pengembangan produk bernilai tambah.

Dengan dominasi pasar ekspor, diversifikasi portofolio bisnis, serta investasi untuk meningkatkan produktivitas, TRIS optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir 2026 meski industri tekstil masih menghadapi berbagai tantangan global.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Latest in Business

See More