Tiong Bahru Bakery Siapkan Strategi Ekspansi Awal 2 Gerai di Jakarta

- Tiong Bahru Bakery membuka gerai perdana Indonesia di Summarecon Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara, dengan rencana gerai kedua di Jakarta Barat pada Agustus 2026.
- TBB memastikan seluruh produknya di Indonesia bebas pork dan lard, sambil menawarkan lebih dari 52 varian bakery segar, termasuk menu signature serta Limited Series eksklusif Indonesia.
- Ekspansi TBB menargetkan pasar artisan bakery Indonesia yang menjanjikan; industri bakery bernilai sekitar US$5,1 miliar pada 2024 dan specialty store didorong konsumsi premium urban.
Jakarta,FORTUNE – Jaringan artisan bakery ikonik asal Singapura, Tiong Bahru Bakery (TBB), resmi menjejakkan kaki di Indonesia dengan membuka gerai pertamanya di Summarecon Mall Kelapa Gading (MKG) 3, Jakarta Utara. Pada tahap awal, perusahaaan berencana membuka dua gerai baru.
Direktur Tiong Bahru Bakery Indonesia, Elvin Rahardja, menyatakan bahwa pihaknya serius untuk ekspansi bisnis di Indonesia. Pada tahun ini TBB akan fokus menambah gerai khususnya di Jakarta. Bahkan, bulan ini perusahaan juga akan menambah satu gerai lain di Jakarta Barat sehingga total memiliki 2 gerai.
"Tahap pertama ini kita rencana masih dua gerai. Toko pertama di Kelapa Gading, lalu yang akan dibuka nanti in the short term kita akan ada toko kedua di Jakarta Barat. Tapi kita akan review dulu. Karena kita tidak bisa langsung seribu toko sekaligus,” kata Elvin saat ditemui pada acara konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8).
Sebagai perusahaan makanan minuman, TBB menaruh perhatian khusus terhadap bahan baku. Elvin memastikan bahwa setiap komponen produk yang dihadirkan di Indonesia tidak mengandung komponen non-halal (no pork, no lard), sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat. Sebab, di negeri asalnya Singapura, TBB dikenal dengan sejumlah roti non-halal. Langkah tersebut menjadi salah satu strategi perusahaan untuk tetap menjaga kualitas dan bahan baku agar dapat dinikmati seluruh kalangan masyarakat Indonesia.
Gerai roti bergaya Prancis ini menawarkan lebih 52 varian produk roti fresh setiap hari dengan bahan-bahan premium. Beberapa menu khas yang menjadi favorit di Singapura juga dapat dinikmati di Jakarta, seperti Butter Croissant, Kouign Amann dengan karamelisasi tebal, hingga Salted Shio Pan.
Penikmat kuliner di Indonesia juga dimanjakan dengan hadirnya varian Limited Series yang eksklusif dan hanya tersedia di Indonesia, yakni Chik Kwa Kouign Amann dan Crispy Floss Salted Egg Shio Pan. Kehadiran varian eksklusif ini melengkapi deretan hidangan penutup yang elegan, variasi savory sandwich, hingga aneka racikan kopi berkualitas tinggi. Dari sisi harga, TBB di Indonesia menawarkan sajian bakery dan berbagai minuman dengan rentang harga Rp30.000 hingga Rp60.000 per item.
Hadirnya TBB di Indonesia juga menandakan bahwa pangsa pasar industri artisan bakery masih sangat menjanjikan. Prospek pasar tersebut juga tercermin dari riset Euromonitor International yang mencatat nilai industri bakery Indonesia mencapai sekitar US$5,1 miliar pada 2024, menjadikannya pasar bakery terbesar keenam di Asia Pasifik.
Di regional, riset Mordor Intelligence juga memperkirakan Indonesia menguasai sekitar 27,6 persen pasar produk bakery Asia Tenggara pada 2025. Segmen specialty store dan artisan bakery menjadi kanal penjualan terbesar, terdorong meningkatnya konsumsi produk bakery premium di kawasan urban.




















