Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Robert Budi Hartono jadi Pengendali Tunggal BCA Usai Bambang Hartono Wafat

Robert Budi Hartono jadi Pengendali Tunggal BCA Usai Bambang Hartono Wafat
Menara BCA (Shutterstock/MRNPic)
Intinya Sih
  • Robert Budi Hartono ditetapkan sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir tunggal BCA setelah Bambang Hartono wafat, berdasarkan pencatatan OJK dan keterbukaan informasi BEI.
  • Robert menguasai 51 persen saham pribadi PT Dwimuria Investama Andalan, holding Grup Djarum yang memiliki 54,94 persen saham BCA.
  • BCA menyatakan perubahan pengendali tidak berdampak material; pada semester I-2026, laba bersih konsolidasi mencapai Rp29,5 triliun dan kredit tumbuh 8 persen menjadi Rp1.036 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan Robert Budi Hartono sebagai Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) tunggal perseroan menyusul wafatnya Bambang Hartono. Perubahan struktur kepemilikan ini telah dicatat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dipastikan tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional maupun kinerja keuangan perseroan.

Penetapan tersebut dituangkan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 31 Juli 2026. Langkah ini menindaklanjuti Surat OJK Nomor SR-21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026 yang diterima perseroan pada 30 Juli 2026 mengenai perubahan struktur kepemilikan akhir BCA.

Melalui penyesuaian ini, Robert menguasai 51 persen saham pribadi atas modal ditempatkan dan disetor di PT Dwimuria Investama Andalan (PT DIA), perusahaan holding investasi milik Grup Djarum.

PT DIA merupakan entitas pemilik 54,94 persen saham BBCA, dengan Robert dan mendiang Bambang bertindak sebagai PSPT bersama.

Pengumuman ditandatangani oleh Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo.

Manajemen BCA memastikan peralihan status pengendali tunggal ini tidak mengganggu operasionalisasi maupun kinerja bisnis bank swasta terbesar tersebut.

Pada semester I-2026, BCA mencatatkan pertumbuhan kinerja solid dengan laba bersih konsolidasi mencapai Rp29,5 triliun. Capaian ini disokong penyaluran kredit yang tumbuh 8 persen (year-on-year/YoY) menjadi Rp1.036 triliun, dengan total aset Rp1.660 triliun per Juni 2026.

Kepemilikan atas BCA berawal dari langkah strategis keluarga Hartono mengintegrasikan bank tersebut ke dalam portofolio bisnis mereka pascakrisis ekonomi 1997-1998. Langkah akuisisi tersebut di kemudian hari menjadi pilar utama pertumbuhan kekayaan keluarga.

Menurut data Forbes per April 2026, Robert memiliki kekayaan bersih US$16 miliar atau sekitar Rp288 triliun.

Selain sektor keuangan, Robert—yang lahir di Semarang pada 1941 dengan nama asli Oei Hwie Tjhong—dikenal sebagai pembangun kerajaan bisnis Grup Djarum. Ia bersama Bambang mengambil alih kepemimpinan Djarum pascameninggalnya sang ayah sekaligus pendiri perusahaan, Oei Wie Gwan, pada 1963.

Di bawah kepemimpinannya, Djarum bangkit dari musibah kebakaran hebat hingga mampu melakukan ekspansi ke pasar internasional pada 1972. Inovasi produk terus berlanjut melalui peluncuran Djarum Filter pada 1975 dan Djarum Super pada 1981 yang menjadi salah satu produk rokok unggulannya.

Share Article
Editorial Team

Latest in Business

See More