Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini, Lewat Google Maps hingga BMKG

4 min read
Cara Cek Kualitas Udara Hari Ini, Lewat Google Maps hingga BMKG
ilustrasi cek kualitas udara lewat aplikasi (iqair.com)

  • Karhutla dapat meningkatkan polusi, termasuk PM2.5 yang berisiko mengganggu pernapasan.

  • Google Maps, IQAir AirVisual, dan Nafas menyediakan pemantauan AQI, polutan, lokasi, prakiraan, atau notifikasi kondisi udara.

  • BMKG menampilkan konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah Indonesia, sedangkan Udara Jakarta menyediakan AQI real-time.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat memicu peningkatan polusi udara di wilayah terdampak maupun daerah sekitarnya. Asap kebakaran membawa berbagai polutan, termasuk partikulat halus PM2.5, yang dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat dapat memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Berikut cara cek kualitas udara hari ini untuk memantau kondisi udara secara online.

  1. Cara cek kualitas udara via Google Maps

    Google Maps umumnya untuk menentukan rute perjalanan maupun mencari lokasi. Selain itu, ternyata Google Maps bisa untuk mengecek kualitas udara melalui fitur Air Quality.

    Berikut cara cek kualitas udara via Google Maps:

    1. Buka aplikasi Google Maps.
    2. Tentukan wilayah yang ingin diperiksa kualitas udaranya
    3. Pastikan kawasan tersebut terlihat pada peta
    4. Setelah itu, klik ikon Layers atau Lapisan di bagian kanan atas layar
    5. Pada bagian Map Details, klik opsi Air Quality atau Kualitas Udara
    6. Angka indeks kualitas udara atau AQI beserta warna penanda akan muncul di area peta yang mendukung.

    Informasi yang ditampilkan bisa menggambarkan kualitas udara berdasarkan warna. Kualitas udara baik atau agak baik ditandai dengan warna hijau atau kuning. Sedangkan, udara buruk dikenali lewat warna oren, merah, hingga merah hati.

    Perlu diingat, informasi pada Google Maps berasal dari stasiun pemantauan maupun model kualitas udara. Kondisi udara juga bisa berbeda dalam jarak yang relatif dekat.

  2. Cara cek kualitas udara lewat IQAir AirVisual

    IQAir AirVisual adalah salah satu platform cek udara terpopuler secara global. Aplikasi ini menyajikan informasi AQI sekaligus konsentrasi PM2.5 di berbagai wilayah. Bahkan, pengguna bisa mengecek prakiraan kualitas udara dalam waktu sepekan ke depan.

    Berikut langkah mengecek kualitas udara melalui IQAir AirVisual:

    1. Unduh dan buka aplikasi IQAir AirVisual
    2. Masuk sebagai tamu atau lakukan sign in jika punya akun terdaftar
    3. Aktifkan izin lokasi atau GPS
    4. Kemudian pilih lokasi yang ingin dipantau
    5. Periksa nilai AQI, informasi polutan yang tersedia, dan rekomendasi kesehatan pada layar
    6. Ketik nama kota lain pada kolom pencarian apabila ingin mengecek lokasi yang berbeda.

    IQAir menetapkan indeks kualitas udara ke dalam enam kategori berdasarkan rentang angka tertentu. Klasifikasi ini turut ditampilkan ketika pengguna mengecek kualitas udara di AirVisual.

    Berikut kategori kualitas udara IQAir:

    • Bagus (0–50)
    • Sedang (51–100)
    • Tidak sehat untuk kelompok sensitif (101–150)
    • Tidak sehat (151–200)
    • Sangat tidak sehat (201–300)
    • Berbahaya (301+).

  3. Cara cek kualitas udara melalui situs BMKG

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyediakan informasi kualitas udara. Melalui situs BMKG, informasi konsentrasi PM2.5 di sejumlah wilayah Indonesia untuk memantau partikulat udara dan kategori kualitas udara yang ditampilkan.

    Langkah-langkah mengecek kualitas udara lewat BMKG, di antaranya:

    1. Kunjungi situs pemantauan kualitas udara BMKG
    2. Cari kota yang ingin dipantau
    3. Sistem akan menampilkan kualitas udara di wilayah tersebut
    4. Perhatikan nilai konsentrasi PM2.5 yang ditampilkan di layar
    5. Setelah itu, cek kategori kualitas udara yang ditampilkan.

    PM2.5 menjadi salah satu parameter yang digunakan BMKG untuk memantau kualitas udara. Berikut rincian kategori konsentrasi PM2.5:

    • Baik (0–15,5 µg/m³)
    • Sedang (15,6–55,4 µg/m³)
    • Tidak sehat (55,5–150,4 µg/m³)
    • Sangat tidak sehat (150,5–250,4 µg/m³)
    • Berbahaya (lebih dari 250,5 µg/m³)

  4. Cara cek kualitas udara lewat Nafas

    Aplikasi cek kualitas udara berikutnya adalah Nafas. Lewat aplikasi ini, pengguna bisa mengetahui tingkat polusi serta solusi menghadapinya untuk menjaga kesehatan tubuh. Berikut caranya:

    1. Unduh dan pasang aplikasi Nafas
    2. Buka aplikasi dan izinkan penggunaan GPS
    3. Perhatikan rincian kualitas udara hari ini dan informasi mengenai solusi untuk menghindari polusi
    4. Pengguna juga bisa mengaktifkan notifikasi peringatan kualitas udara.

  5. Cara cek kualitas udara via Udara Jakarta

    Udara Jakarta merupakan platform resmi pemantauan kualitas udara milik Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Berikut langkah-langkah mengecek kualitas udara lewat aplikasi tersebut.

    1. Buka situs Udara Jakarta lewat browser
    2. Lihat peta yang menampilkan puluhan titik Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU)
    3. Pilih lokasi yang ingin dipantau
    4. Sistem akan menampilkan AQI secara real-time dan rekomendasi kesehatannya. 

    Demikian beberapa cara cek kualitas udara yang dapat diikuti dengan mudah. Dengan memantau informasi tersebut secara berkala, Anda dapat mengetahui gambaran kondisi udara di sekitar.

    FAQ seputar cara cek kualitas udara hari ini

    Bagaimana cara mengetahui kualitas udara hari ini?

    Ada beberapa cara cek kualitas udara terbaru, seperti melalui Google Maps, IQAir AirVisual, BMKG, Nafas, maupun Udara Jakarta.

    Apa saja ciri-ciri kualitas udara yang baik?

    Ciri utama kualitas udara yang baik mencakup udara terasa segar, tidak berbau, tidak berwarna, serta memiliki tingkat polusi yang rendah dan aman bagi kesehatan.

    Kapan waktu yang tepat untuk cek kualitas udara?

    Waktu terbaik memeriksa kualitas udara adalah sore hari atau menjelang malam karena lapisan inversi udara mulai menghilang dan polutan telah tersebar.

    Apakah kualitas udara setiap daerah berbeda?

    Ya. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi kondisi lingkungan, cuaca, dan aktivitas manusia di kawasan tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More