Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Apple Raup Pendapatan US$114,48 M, Andalkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max

3 min read
Apple Raup Pendapatan US$114,48 M, Andalkan iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max
iPhone Duo (IDN Times/Fatkhur Rozi)
  • Apple mencatat pendapatan US$114,48 miliar dan EPS US$2,10 pada kuartal IV fiskal 2026, melampaui perkiraan analis serta meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya.
  • iPhone menyumbang US$57,58 miliar, tumbuh 17% tahunan, didorong penjualan model Pro dan kenaikan harga; ASP grosir iPhone untuk pertama kalinya melampaui US$1.000.
  • Pendapatan Mac mencapai US$10,79 miliar, Services US$31,57 miliar, sementara pendapatan Greater China US$17,54 miliar berada di bawah proyeksi pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Apple membukukan pendapatan US$114,48 miliar atau sekitar Rp2.076 triliun pada kuartal IV tahun fiskal 2026, melampaui ekspektasi analis Wall Street. Penjualan iPhone menjadi penopang utama kinerja perusahaan, di tengah kenaikan biaya komponen memori dan permintaan pasar ponsel pintar global yang masih melemah. Melansir Yahoo Finance, Apple mencatatkan laba per saham atau earnings per share (EPS) sebesar US$2,10. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan konsensus analis Bloomberg yang memperkirakan EPS US$2 dan pendapatan US$113,46 miliar.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kinerja Apple juga menunjukkan peningkatan. Pada kuartal IV fiskal 2025, perusahaan membukukan EPS US$1,85 dengan pendapatan US$102,46 miliar.

Dari sisi segmen bisnis, pendapatan perangkat keras (hardware) tumbuh 12 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Sementara itu, segmen layanan (Services) mencatatkan pertumbuhan 10%. Basis pengguna aktif produk Apple (installed base) juga mencapai rekor tertinggi di seluruh kategori produk utama dan pasar geografis.

iPhone menjadi kontributor utama dengan pendapatan US$57,58 miliar, melampaui estimasi analis sebesar US$56,48 miliar. Nilai tersebut sekaligus mencerminkan pertumbuhan 17 persen YoY dan menjadi pertama kalinya pendapatan iPhone menembus US$50 miliar dalam kuartal yang berakhir pada September.

Analis Senior Counterpoint Research, Karn Chauhan, menilai pencapaian tersebut menunjukkan kuatnya daya tarik iPhone di segmen premium. Rekor pendapatan kuartalan didorong oleh meningkatnya kontribusi model Pro serta kenaikan harga jual perangkat.

"Ini merupakan kuartal yang menonjol bagi iPhone, dengan pendapatan kuartal September mencapai rekor berkat peningkatan komposisi penjualan model Pro dan kenaikan harga. Untuk pertama kalinya pada kuartal ketiga, harga jual rata-rata grosir (wholesale average selling price/ASP) iPhone melampaui US$1.000, menegaskan kekuatan Apple dalam menentukan harga di segmen premium.

Apple menaikkan harga iPhone 18 Pro dan Pro Max yang baru diluncurkan, serta sejumlah model terdahulu. Setelah mempertahankan harga lebih lama dibandingkan para pesaingnya, perusahaan mulai meneruskan kenaikan biaya memori kepada konsumen tanpa melemahkan permintaan terhadap model kelas atasnya.

Kinerja kuartal ini juga mencerminkan perubahan strategi peluncuran yang disengaja. Pada musim gugur ini, Apple hanya memperkenalkan model premium, yakni seri iPhone 18 Pro dan iPhone Duo, sementara peluncuran iPhone 18 versi reguler ditunda hingga musim semi 2027. Ditambah dengan melemahnya permintaan pasar ponsel pintar secara keseluruhan, absennya model baru untuk segmen arus utama turut berkontribusi terhadap penurunan volume pengiriman iPhone sebesar 1 persen," ujar Chauhan.

Kenaikan harga jual tersebut berlangsung ketika industri ponsel pintar menghadapi tekanan biaya komponen memori dan pelemahan permintaan konsumen. Dalam situasi ini, Apple dinilai lebih mengutamakan optimalisasi nilai pendapatan dibandingkan mengejar volume pengiriman.

Direktur Riset Counterpoint Research, Tarun Pathak, mengatakan penjualan unit iPhone 18 Pro meningkat 3,1 persen secara global selama tiga pekan pertama setelah peluncuran, dibandingkan penjualan seri iPhone 17 Pro dalam periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan tersebut berbeda di setiap wilayah. Di Cina, perusahaan mencatatkan kenaikan penjualan unit sebesar 29 persen. Sebaliknya, penjualan di Amerika Serikat turun 4 persen dan Jepang merosot 27 persen. Pendapatan dari wilayah Greater Cina tercatat US$17,54 miliar, lebih rendah dibandingkan proyeksi pasar sebesar US$18,75 miliar.

Selain iPhone, bisnis komputer Mac juga mencatatkan kinerja di atas perkiraan pasar. Pendapatannya mencapai US$10,79 miliar, sedangkan analis sebelumnya memperkirakan US$9,69 miliar. Angka tersebut meningkat sekitar 24 persen secara tahunan.

Sementara itu, segmen Services yang menjadi kontributor pendapatan terbesar kedua Apple membukukan US$31,57 miliar. Angka tersebut sedikit di bawah estimasi analis sebesar US$31,58 miliar, meskipun secara tahunan segmen ini masih tumbuh 10 persen. Adapun kategori Wearables dan iPad masing-masing menyumbang pendapatan US$8,3 miliar dan US$6,23 miliar.

d025cc70-d711-11f1-9e3a-8b6ad65606f9.jpg
Dok. Counterpoint Research

    Related Articles

    See More