Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

iPhone 18 Pro Dongkrak Apple ke Puncak Pasar, Akankah Bertahan Lama?

4 min read
iPhone 18 Pro Dongkrak Apple ke Puncak Pasar, Akankah Bertahan Lama?
iPhone 18 Pro dengan berbagai aksesoris (apple.com)
  • Penjualan iPhone 18 Pro di Cina naik 12% dalam tiga hari pertama dibanding iPhone 17 Pro tahun lalu, mengantar Apple memimpin pangsa penjualan mingguan 33%.
  • Penundaan iPhone 18 reguler dan kenaikan harga flagship lokal lebih dari US$200 dinilai memperkuat daya tarik iPhone Pro, saat permintaan smartphone Cina masih melemah.
  • Pasar global menghadapi kenaikan biaya memori: pengiriman 2026 diproyeksikan turun 16,7%, tetapi nilai pasar naik. Apple juga menyiapkan iPhone Duo lipat pada Oktober.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Apple kembali merebut posisi teratas pasar smartphone Cina setelah penjualan seri iPhone 18 Pro mencatat pertumbuhan pada pekan perdana. Kinerja tersebut menjadi angin segar bagi Apple di tengah pasar smartphone Cina yang masih menghadapi pelemahan permintaan konsumen dan kenaikan biaya komponen.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research, penjualan seri iPhone 18 Pro pada tiga hari pertama setelah resmi dijual pada 18 September 2026 tercatat 12 persen lebih tinggi dibandingkan penjualan seri iPhone 17 Pro sepanjang pekan pertama peluncurannya tahun lalu.

Lonjakan tersebut mengantarkan Apple ke posisi pertama dalam penjualan smartphone Cina pada pekan 14-20 September atau pekan ke-38 2026. Apple menguasai 33 persen pangsa penjualan smartphone pada periode tersebut, meski iPhone 18 Pro baru tersedia selama tiga hari terakhir dalam periode penghitungan.

Counterpoint mencatat, penjualan smartphone mingguan di Cina telah mengalami penurunan secara tahunan dalam kisaran dua digit sejak Juli. Pelemahan tersebut terjadi di tengah permintaan konsumen yang masih rendah serta meningkatnya biaya memori.

Ivan Lam, Senior Analyst Counterpoint Research, menilai salah satu faktor yang dapat menjelaskan kuatnya penjualan model Pro adalah penundaan peluncuran iPhone 18 versi reguler. Kondisi tersebut dinilai dapat mendorong sebagian konsumen yang ingin membeli iPhone generasi terbaru untuk langsung memilih varian Pro.

Selain itu, perubahan harga smartphone flagship di Cina juga menjadi faktor yang memengaruhi posisi iPhone. Sejumlah model flagship Cina mengalami kenaikan harga lebih dari US$200, sehingga jarak harga dengan lini iPhone Pro menjadi lebih sempit.

“Peluncuran iPhone 18 versi reguler yang tertunda mungkin mendorong sebagian konsumen untuk beralih ke seri Pro, sementara kenaikan harga lebih dari US$200 pada banyak model flagship Cina kemungkinan telah meningkatkan acuan harga di pasar, sehingga memperkuat nilai relatif yang ditawarkan iPhone," ujar Ivan Lam, dikutip Jumat (2/10).

  1. Menanti pemulihan pasar

    Meski Apple mencatat kinerja kuat, capaian tersebut berlangsung ketika pasar smartphone secara keseluruhan masih berada di bawah tekanan. Counterpoint menyebut penjualan smartphone mingguan di Cina turun dua digit secara tahunan sejak Juli. Kenaikan biaya memori menjadi salah satu tekanan yang membebani pasar, sementara peluncuran sejumlah produk baru pada September diharapkan membantu mendorong pemulihan secara quarter-on-quarter.

    Tekanan pasokan komponen juga terjadi di pasar global. International Data Corporation (IDC) memperkirakan pengiriman smartphone dunia pada 2026 turun 16,7 persen menjadi sedikit di atas 1 miliar unit, yang disebut sebagai kontraksi tahunan terdalam yang pernah tercatat.

    IDC juga memperkirakan harga jual rata-rata smartphone (average selling price/ASP) mencapai US$581 pada 2026, naik 27,6 persen dalam setahun. Kenaikan tersebut berkaitan dengan lonjakan biaya memori, dengan harga NAND dan DRAM dilaporkan meningkat lebih dari 300 persen secara tahunan.

    Dengan kondisi tersebut, pasar smartphone menghadapi situasi volume pengiriman menyusut, tetapi nilai pasar tetap meningkat karena harga perangkat semakin tinggi. IDC memperkirakan nilai pasar smartphone global justru tumbuh 6,3 persen menjadi US$613 miliar pada 2026.

    Apple juga belum bisa hanya mengandalkan momentum iPhone 18 Pro. Sejumlah produsen smartphone Cina terus meluncurkan perangkat flagship untuk merebut permintaan konsumen menjelang periode libur Hari Nasional. Huawei, misalnya, memperkenalkan sejumlah perangkat dengan bentuk layar baru, sementara Xiaomi memperluas portofolio perangkat lipatnya. Counterpoint menilai siklus peluncuran produk baru pada September dapat memberikan dorongan terhadap pasar smartphone Cina setelah mengalami pelemahan sejak Juli.

    Persaingan juga akan memasuki segmen foldable. Apple akan mulai menjual iPhone Duo, smartphone lipat pertamanya, pada 23 Oktober 2026. Apple membuka masa prapesanan pada 16 Oktober. Kehadiran perangkat tersebut berpotensi membuka medan persaingan baru di pasar Cina, yang selama ini menjadi salah satu pasar penting untuk smartphone lipat.

    Cina menyumbang lebih dari sepertiga penjualan smartphone lipat global berdasarkan data Counterpoint Research. Namun, segmen tersebut masih relatif kecil, yakni sekitar 4 persen dari penjualan smartphone Cina. Dari sisi pasar global, IDC memperkirakan segmen foldable justru menjadi salah satu sedikit kategori yang masih tumbuh pada 2026. Pengirimannya diproyeksikan meningkat 12,6 persen menjadi 22,9 juta unit, didorong antara lain oleh masuknya Apple ke segmen tersebut.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More