Braze Fokus Ekspansi di Indonesia Guna Tingkatkan Daya Saing Digital

- Braze fokus ekspansi di Indonesia untuk meningkatkan daya saing talenta digital.
- Pemerintah proyeksikan ekonomi digital RI akan mencapai US$210 miliar hingga US$360 miliar pada 2030.
- Braze sediakan 1.000 sertifikasi digital gratis untuk mendukung kesiapan talenta digital Indonesia.
Jakarta, FORUNE – Braze, perusahaan perangkat lunak berbasis AI asal Amerika Serikat, terus fokus ekspansi bisnis di pasar Indonesia guna meningkatkan daya saing talenta digital Indonesia. Apalagi, International Institute for Management Development World Digital Competitiveness Ranking (IMD WDCR) 2024 menunjukkan, peringkat daya saing digital RI masih di posisi 43 dari total 67 negara.
Bahkan, Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan Thailand di posisi 37 dan Malaysia di 36. Sementara itu, tingkat daya saing Indonesia masih lebih unggul dibanding India di posisi 51 dan Turki 55. Namun demikian, tingkat daya saing digital RI ini naik 2 peringkat dibandingkan 2023.
“Kami benar-benar fokus pada pasar Indonesia, dan berinvestasi di pasar ini. Braze melihat bahwa Indonesia sebagai negara yang potensinya digitalnya sangat besar, masih banyak (peluang bisnis) yang bisa dilakukan,” kata Wakil Presiden APAC & GCC di Braze, Shahid Nizami, pada acara ‘Grow with Braze’ di Jakarta, Rabu (27/8).
Ekonomi digital RI berpotensi capai US$360 miliar, Braze bangun data center di RI

Di sisi lain, Pemerintah memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan meningkat empat kali lipat pada tahun 2030 dengan potensi mencapai US$210 miliar US$360 miliar. Seiring dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi digital nasional, berbagai perusahaan juga semakin terdorong untuk menggunakan AI dalam mengubah cara mereka semakin terhubung dengan pelanggan.
“Angka ini diprediksi akan bertumbuh 4kali lipat pada 2030, ini juga yang menjadi alasan kenapa pemerintah juga sangat gencar mendorong percepatan ekonomi digital di Indonesia. Kami juga membangun kantor sendiri di Indonesia sejak September 2023 dan Juni kemarin 2025 telah meluncurkan pusat data atau data center lokal dan ini bukti keseriusan kami,” kata Shahid.
Namun demikian, lanjut Shahid, adopsi AI masih menjadi tantangan bagi bisnis di Indonesia. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya tenaga terampil yang mampu menjembatani keahlian teknis dengan kebutuhan bisnis.
Kesenjangan talenta ini sangat terasa dalam penerapan AI untuk customer engagement, sehingga banyak perusahaan belum mampu merasakan manfaat penuh dari teknologi AI. Untuk itu, Braze hadir menghadirkan solusi digital ke pelanggan.
Braze sediakan 1.000 sertifikasi digital gratis

Untuk mendukung kesiapan talenta digital Indonesia, Braze juga memperkenalkan program sertifikasi yang diakui secara global dan akan menyediakan 1.000 sertifikasi Braze gratis bagi para talenta Indonesia. Melalui inisiatif ini, peserta dapat memilih dari dua jalur pembelajaran: Braze Practitioner Learning Path, yang membekali tenaga profesional di bidang pemasaran dengan pengetahuan dasar tentang customer engagement di berbagai platform, pembuatan kampanye brand.
Serta sertifikasi segmentasi audiens, atau Braze Customer Engagement Learning Path, yang dirancang untuk membantu para profesional menguasai strategi siklus hidup pelanggan, mengembangkan kampanye yang efektif, serta memanfaatkan data dan teknologi untuk menciptakan pengalaman pengguna yang relevan.
Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian, M. Rudy Salahuddin menyatakan, sertifikasi ini tentu akan mendukung kinerja bisnis dari UMKM dan mendukung perekonomian nasional.
“Di Indonesia, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi dan berkontribusi sekitar 60 persen ke GDP, bahkan jumlahnya kini mencapai lebih dari 64 juta UMKM. Namun, pengambilan digital masih terbatas,” kata Rudy.
Dengan membekali para tenaga profesional lokal dengan keterampilan baru, Braze mendukung agenda transformasi digital nasional Indonesia dan tujuannya untuk membangun tenaga kerja digital dalam negeri. Inisiatif ini sejalan dengan Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2030, yang merinci enam pilar strategi digital Indonesia, yaitu sumber daya manusia, infrastruktur, regulasi, inovasi, investasi, dan keamanan siber; seluruh area di mana solusi dan keahlian Braze dapat memberikan nilai tambah.
“Melalui program Sertifikasi Braze, kami membekali para pemasar, developer, dan para tenaga strategi digital Indonesia dengan keterampilan customer engagement berbasis AI yang diakui secara global,” kata Franz Sihaloho, Country Director Braze Indonesia.
Dengan adanya program ini, kini lebih dari 10.000 sertifikasi telah diterbitkan Braze di seluruh dunia. Sertifikasi Braze memvalidasi keahlian tenaga profesional dalam customer engagement berbasis AI. Program ini dapat diakses secara daring (online) dan menyediakan sumber daya pembelajaran yang komprehensif dan terstruktur untuk mendukung pertumbuhan karir, baik bagi pemula, pemasar berpengalaman, maupun tenaga profesional teknis.