TECH

Strategi Adopsi Teknologi Aruna Dorong Pendapatan Nelayan

Memanfaatkan Google Cloud dan Devoteam.

Strategi Adopsi Teknologi Aruna Dorong Pendapatan NelayanAruna di Google Cloud Summit Jakarta/Dok. Aruna
12 June 2023

Jakarta, FORTUNE  -  Di Indonesia, nelayan mengandalkan pengetahuan tradisional untuk memahami cuaca dan menemukan lokasi penangkapan ikan yang terbaik. Berapa banyak ikan yang ditangkap dan dijual tergantung pada keberuntungan dan cuaca, dengan peningkatan suhu dan pola cuaca non-musiman akibat perubahan iklim yang semakin memengaruhi hasil tangkapan.

Aruna menawarkan wawasan dan alat berbasis data untuk membantu nelayan menghadapi ketidakpastian dan memaksimalkan pendapatan. Hingga kini Aruna telah menghubungkan lebih dari 39.000 nelayan Indonesia dengan pasar-pasar global.

Perusahaan itu juga memberikan pengetahuan tentang perikanan berkelanjutan melalui aplikasinya, Aruna Heroes dan Nelayan, yang dibangun di atas dan didukung oleh Google Cloud, serta implementasi dari Devoteam

Dengan aplikasi Aruna Heroes, jagoan teknologi lokal membantu nelayan mencatat hasil tangkapan dan penjualan ikan, menawar harga terbaik, dan menerima pembayaran yang cepat. Aplikasi ini memungkinkan pengguna memasukkan transaksi bahkan saat tidak ada koneksi internet. Begitu aplikasi kembali terhubung dengan internet, data secara otomatis disinkronkan dengan Google Cloud untuk memastikan konsistensi di seluruh ekosistem Aruna.

Pada 2021, Aruna meluncurkan pelacak GPS untuk membantu nelayan menghindari perikanan ilegal dan meningkatkan keuntungan mereka melalui penelusuran jejak penangkapan ikan.

"Dengan Google Cloud, kami dapat mengatasi semua kebutuhan komputasi dan data kami dalam satu tempat, sehingga kami dapat berfokus pada membangun ekosistem yang meningkatkan penghidupan para nelayan," kata Walesa Danto, Kepala Produk di Aruna dalam keterangan pers, dikutip Senin (12/6).

Mentransformasi industri perikanan melalui literasi digital

Aruna membantu nelayan memperoleh akses langsung ke pedagang besar dan konsumen di seluruh Indonesia dan luar negeri, tanpa perlu khawatir tentang logistik dan persetujuan ekspor. Menurut Center for Impact Investing and Practices, pendapatan nelayan dapat meningkat 3 hingga 12 kali setelah bergabung dengan Aruna.

Namun, masalahnya hanya 25 persen nelayan yang menggunakan smartphone di daerah pedesaan karena keterbatasan pasokan listrik dan tingkat literasi digital yang rendah.

Selain bekerja dengan pemerintah lokal untuk meningkatkan akses teknologi dengan panel surya dan internet satelit, Aruna merekrut pemuda yang terampil dalam penggunaan ponsel untuk membantu para nelayan beralih ke dunia digital. 


 

Menskalakan rantai pasokan makanan laut untuk peluang global

Bagi nelayan, sulit untuk mengekspor ikan ke luar negeri jika mereka tidak memahami dokumen atau logistik yang terlibat.

Dengan mendigitalkan proses-proses yang bersangkutan, Aruna memfasilitasi kolaborasi di ratusan lokasi dalam ekosistem perikanan. Misalnya, data hasil tangkapan dari nelayan dalam aplikasi Aruna Heroes dapat digunakan untuk memperoleh dokumen-dokumen yang diperlukan untuk persetujuan ekspor.

Meningkatkan penjualan dan efisiensi juga membutuhkan aliran informasi yang lancar di seluruh rantai pasokan Aruna, mulai dari pemasok hingga penyedia logistik, dan dari gudang hingga bea cukai. Misalnya, jika Sistem Manajemen Gudang mengalami gangguan, situs web e-commerce tidak dapat mengakses data stok secara real-time sehingga menghambat konsumen dalam menyelesaikan transaksi.

Aruna mengoperasikan lebih dari 200 layanan mikro di Google Kubernetes Engine (GKE), termasuk sebuah layanan message bus untuk memfasilitasi komunikasi antar aplikasi dan proses Know-Your-Customer (Kenali Pelanggan Anda) dalam menggabungkan nelayan.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.