Comscore Tracker
TECH

Duet Tesla dan Samsung Kembangkan Chip Mobil Otonom Generasi Terbaru

Chip akan dibuat berdasarkan proses produksi 7 nanometer.

Duet Tesla dan Samsung Kembangkan Chip Mobil Otonom Generasi TerbaruSamsung Semiconductor, Inc, Silicon Valley Headquarters. Shutterstock/Valeriya Zankovych

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Electronics kabarnya akan bermitra dengan Tesla dan untuk pembuatan chip self driving (autonomous vehicle) generasi terbaru. Nantinya chip ini akan dibuat berdasarkan proses produksi 7 nanometer (nm).

Dilansir dari Reuters, kedua perusahaan telah beberapa kali membahas desain chip dan bertukar prototipe untuk komputer self-driving Hardware 4 Tesla. Namun hingga saat ini, baik Tesla maupun Samsung masih enggan berkomentar soal kerja sama ini.

Kerja sama bangun Cybertruck

Sebagaimana diketahui, bahwa Samsung sudah memproduksi chip di komputer Hardware 3 Tesla saat ini. Bos Tesla, Elon Musk, sendiri sempat mengatakan pada acara AI Day, Agustus lalu, bahwa Tesla akan memperkenalkan perangkat keras baru untuk komputer self driving yang akan digunakan di truk listrik Cybertruck. "Akan kami perkenalkan sekitar satu tahun lagi atau lebih," katanya.

Nyatanya, rencana Elon Musk memang meleset. Ketika pertama kali diperkenalkan November 2019, Tesla menargetkan Cybertruck mulai dijual pada 2021, tapi batal. 

Melansir Carscoops, kabar paling gres dari Elon Musk tentang truk berbahan bakar listrik ini sudah disebutkan. Yaitu menetapkan bila peluncuran Tesla Cybertruck ditunda lagi sampai akhir 2022 dan volume produksi maksimal akan tercapai pada 2023.

Menurut TrendForce, dalam industri manufaktur kontrak chip, Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) memiliki 52,9 persen pangsa pasar. Sementara Samsung tertinggal di belakangnya dengan pangsa sebesar 17,3 persen terhitung hingga akhir Juni 2021.

Dengan rencana investasi yang ditingkatkan, Samsung mengatakan pabrik chip barunya di Pyeongtaek akan selesai pada paruh kedua tahun 2022.

Pyeongtaek Line 3, lebih dikenal sebagai P3, akan menghasilkan chip DRAM 14-nanometer generasi ketujuh dan semikonduktor logika 5-nanometer menggunakan teknologi litografi ultraviolet ekstrim (EUV), menurut perusahaan.

Semakin kompetitif

Sebelumnya, di tengah peta persaingan produsen mobil listrik global tampaknya bakal semakin semarak. Baru-baru ini, Elon Musk melontarkan pujian terhadap produsen kendaraan listrik asal Tiongkok.

Meskipun Tesla masih berjaya memimpin pasar kendaraan listrik, Musk menyebut para produsen mobil listrik di Tiongkok sebagai perusahaan paling kompetitif di dunia. "Saya sangat menghormati banyak pembuat mobil Tiongkok yang mendorong teknologi (EV) ini," kata Musk, dikutip dari TechCrunch, Jumat (24/9).

Musk memuji Negeri Tirai Bambu lantaran negara tersebut memiliki andil penting bagi Tesla. Pasalnya, sampai dengan Agustus Tesla sudah menjual sebanyak 44.264 kendaraan listrik yang diproduksi di Tiongkok, termasuk 31.379 untuk ekspor.

Angka Itu meningkat dari penjualan pada Juli sebanyak 32.968 kendaraan dan Juni sebanyak 33.155 unit yang terjual. Meskipun  Tesla juga menghadapi persaingan yang lebih ketat di Tiongkok dari startup kendaraan listrik lokal, termasuk Xpeng Inc., Li Auto Inc. dan Nio Inc.

Related Topics

Related Articles