Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kelola AUM Rp312 Triliun, IPOT Luncurkan IPOT X Berbasis AI
PT Indo Premier Sekuritas Luncurkan Aplikasi IPOT X/Dok IPOT
  • IPOT meluncurkan IPOT X berbasis AI-Native Intelligence untuk mempercepat analisis pasar, saat mengelola AUM Rp312 triliun hingga Juni 2026 dan melayani 1 juta investor.
  • Platform AI-Powered Investing ini menyediakan sembilan ekosistem, termasuk screener multibahasa, perbandingan hingga lima saham, market radar, pembacaan teknikal, pengenalan pola, dan analisis arus transaksi.
  • IPOT menyiapkan enam calon emiten dalam pipeline IPO 2027, sementara BEI menilai teknologi penting untuk mempercepat akses informasi, meningkatkan literasi, dan mendukung keputusan investasi berbasis data.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan aplikasi IPOT X berbasis AI-Native Intelligence guna mempercepat proses analisis pasar bagi para investor.

Peluncuran platform baru ini dilakukan di tengah rekam jejak perseroan yang mengelola dana investasi (Assets Under Management/AUM) senilai Rp312 triliun hingga Juni 2026 dengan basis nasabah 1 juta investor.

Inovasi platform digital ini dihadirkan demi menyederhanakan kompleksitas analisis saham bagi pemodal. Pengguna dapat melakukan analisis mendalam, serta menemukan, memantau, dan membandingkan aset secara terpadu.

Presiden Direktur & CEO Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menyatakan pemanfaatan kecerdasan buatan dirancang memangkas waktu pengolahan data teknis para investor.

“IPOT X mampu mengambil lebih banyak pekerjaan analitis agar investor mempunyai lebih banyak ruang untuk memahami, lebih sedikit sibuk merangkai data dan lebih banyak waktu memahami artinya,” ujarnya saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.

Aplikasi berbasis AI-Powered Investing ini dibekali sembilan ekosistem utama. Layanan tersebut meliputi AI screener multi-bahasa, AI stock comparison, UI/UX real time, AI inferencing, market radar, technical reading, pattern recognition, AI technical radar, hingga AI trade flow.

Fitur unggulan stock comparison bahkan memungkinkan investor membandingkan hingga lima saham sekaligus secara berdampingan dengan metrik visual konsisten.

Selain pengembangan teknologi perantara pedagang efek, IPOT juga terus memperkuat pasokan emisi baru di pasar modal. Perseroan berencana memboyong enam calon emiten untuk melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) yang masuk dalam pipeline IPO 2027.

“Kalau IPO dari tim-tim saya ada lebih banyak tahun depan. Kalau marketnya OK, kami ada enam perusahaan,” kata Moleonoto.

Dia optimistis prospek pasar modal Indonesia tetap solid dan berpotensi tumbuh berkelanjutan. Optimisme ini didorong oleh pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) yang terus bertambah hingga mencapai 31,7 juta.

Pada kesempatan sama, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Saidu Solihin, menekankan pentingnya kualitas keputusan investasi berbasis data bagi investor baru. Pemanfaatan teknologi mutakhir dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan literasi dan ketepatan eksekusi di pasar.

“Kami berharap pemanfaatan teknologi dapat membantu investor memperoleh informasi secara lebih cepat, memahami perkembangan pasar dengan lebih baik, dan pada akhirnya mendukung proses pengambilan investasi yang berbasis informasi," ujar Saidu.

Editorial Team

Related Article