Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install
For
You

IPOT Demokratisasi Fitur AI Guna Tekan Risiko Investasi di Komunitas Digital

IPOT Demokratisasi Fitur AI Guna Tekan Risiko Investasi di Komunitas Digital
Polda Jateng Gandeng IPOT Transformasi AI dan Literasi Finansial Generasi Muda eSports di Kapolda Jateng Cup 2026/Dok IPOT
Intinya Sih
Sisi Positif
  • IPOT dengan dana kelolaan Rp312 triliun meluncurkan program 'Generasi Jateng Cerdas Rupiah' di ajang Kapolda Jateng Cup 2026 untuk meningkatkan literasi keuangan generasi muda melalui komunitas eSports.
  • Data SNLIK OJK 2025 menunjukkan kesenjangan 16,74 persen antara inklusi dan literasi keuangan pemuda, menandakan banyak investor muda berinvestasi tanpa memahami risiko secara matang.
  • Sebagai solusi, IPOT menghadirkan fitur AI Trading gratis seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit agar investor ritel pemula dapat belajar mengelola portofolio layaknya strategi permainan eSports.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), perusahaan efek dengan dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) mencapai kisaran Rp312 triliun, berupaya memperkecil jurang ketimpangan antara inklusi dan literasi keuangan di kalangan generasi muda.

Memanfaatkan momentum pagelaran Kapolda Jateng Cup 2026 di De Tjolomadoe Convention Hall, Karanganyar, Rabu (24/6), sekuritas yang mengonsolidasikan lebih dari satu juta nasabah ini meluncurkan program edukasi "Generasi Jateng Cerdas Rupiah" guna mentransformasi ketangkasan komunitas eSports menjadi kecakapan berinvestasi di pasar modal.

Langkah tersebut didasari oleh sebuah anomali kritis di dalam struktur investor domestik. Kendati berstatus sebagai tulang punggung baru pasar modal nasional, kelompok investor Milenial dan Gen Z masih jamak terjebak dalam pusaran investasi berbasis ikut-ikutan tanpa perhitungan matang (Fear of Missing Out/FOMO).

President Director & CEO IPOT, Moleonoto The, menggarisbawahi adanya irisan karakteristik yang kuat antara kedisplinan para pemain eSports dan kebutuhan mendasar seorang investor.

"Kami percaya komunitas eSports memiliki kemampuan membaca data, disiplin, dan mengambil keputusan cepat. Karakter inilah yang juga dibutuhkan dalam investasi. Melalui edukasi dan teknologi AI, kami ingin membantu generasi muda mengubah kemampuan tersebut menjadi fondasi untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik,” kata Moleonoto melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Rabu (24/6).

Urgensi pembekalan pengetahuan ini kian nyata jika merujuk pada data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK 2025. Fakta di lapangan menunjukkan potret penetrasi pasar yang kurang berimbang: indeks inklusi keuangan pemuda usia 18–25 tahun telah melesat hingga level 89,96 persen, tetapi indeks literasi keuangan mereka baru menyentuh angka 73,22 persen.

Kesenjangan sebesar 16,74 persen tersebut dipandang Moleonoto sebagai sinyalemen bahaya. Berdasarkan kalkulasi tersebut, terdapat rasio 1 dari 5 anak muda yang nekat menaruh modal di instrumen keuangan tanpa memahami konsekuensi risiko. Kondisi ini berimplikasi langsung pada rendahnya keaktifan pasar, dengan hanya 1 dari 14 investor terdaftar yang aktif bertransaksi tiap bulannya.

Sebagai langkah solutif, IPOT menggratiskan fitur AI Trading canggih seperti LADI dan AI Real-Time Cockpit bagi investor ritel pemula. Perangkat analisis yang barusan disebut itu dulunya hanya menjadi monopoli institusi finansial global skala besar.

Dari sudut pandang teknis pasar, keselarasan antara arena permainan virtual dan pasar saham dibedah secara komparatif. Equity Analyst IPOT, Brigita Kinari, menilai bahwa modal ketangkasan digital, pembacaan data, serta eksekusi taktik makro di turnamen eSports memiliki kemiripan substantif dengan manajemen portofolio di dunia nyata.

"Jika teknologi kecerdasan buatan mampu membuat seseorang menjadi lebih hebat dalam ketangkasan digital seperti bermain game, maka teknologi AI yang sama seharusnya dapat dimanfaatkan untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam membangun masa depan finansial," kata Brigita.

Dalam pemaparannya, Brigita mengibaratkan tahapan penataan keuangan layaknya siklus permainan: dimulai dari proses pengumpulan modal awal (early game farming) menuju fase ekspansi aset (late game scaling).

Para investor belia diimbau mengamankan likuiditas terlebih dahulu, konsisten mengoleksi instrumen yang dipahami, hingga memanen hasil optimal melalui kekuatan efek bunga berbunga (compounding power). Sebagai basis pertahanan investasi (base defense), diperkenalkan pula instrumen xRDN dari IPOT yang menawarkan imbal hasil dasar sebesar 2 persen per tahun untuk menjaga nilai kas mengendap dari depresiasi akibat inflasi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana

Related Articles

See More