Comscore Tracker
TECH

Indosat Bareng BDX Asia Bikin Usaha Patungan Pusat Data Rp3,3 Triliun

Bisnis pusat data seiring permintaan di era digital.

Indosat Bareng BDX Asia Bikin Usaha Patungan Pusat Data Rp3,3 TriliunShutterstock/Hendrick Wu

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – PT Indosat Tbk mengumumkan aksi korporasi untuk mengembangkan bisnis pusat data. Perusahaan penyedia jasa telekomunikasi ini menggandeng sejumlah perusahaan, termasuk BDX Asia Data Center Holdings PTE Ltd, untuk membikin usaha patungan data center.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen Indosat menyampaikan, Kamis (12/5), perseroan, PT Aplikanusa Lintasarta, PT Starone Mitra Telekomomunikasi, dan BDX Asia, telah meneken perjanjian jual beli saham bersyarat dan perjanjian usaha patungan.

Sebagai informasi, baik Aplikanusa Lintasarta maupun Starone Mitra Telekomunikasi merupakan entitas anak usaha Indosat. Aplikasi Lintasarta berkegiatan usaha komunikasi data dan jasa TI, sedangkan Starone Mitra Telekomunikasi bergerak di telekomunikasi.

Nantinya, menurut Corporate Secretary Indosat, Billy Nikolas Simanjutak, perjanjian itu akan dilengkapi dengan serangkaian perjanjian komersial, yang memungkinkan para pihak untuk bekerja sama dalam mengembangkan SMT sebagai perusahaan pusat data terkemuka di Indonesia.

“Estimasi nilai rencana transaksi adalah Rp3,3 triliun,” demikian pernyataan manajemen Indosat, dikutip Jumat (13/5).

Ketika rencana transaksi diselesaikan, kata Billy, setelah memenuhi syarat pendahuluan, transaksi tersebut akan diungkapkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai peraturan berlaku, baik untuk transaksi afiliasi maupun material.

Menurutnya, selain dampak transaksi sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi ini, hingga dikeluarkan pemberitahuan ini tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Restrukturisasi bisnis pusat data

Indosat belum lama ini juga mengumumkan transaksi material sehubungan dengan bisnis pusat data. Perusahaan dan Aplikanusa Lintasarta mengalihkan aset pusat datanya ke Starone Mitra Telekomunikasi sebagai kontribusi modal dalam aset.

Sebagai gantinya, Starone Mitra Telekomunikasi menerbitkan saham baru kepada Indosat dan Lintasarta. Itu mengakibatkan perusahaan tersebut dimiliki masing-masing 70 persen oleh Indosat dan Lintasarta.

Nilai aset dari Indosat dan Lintasarta yang dialihkan ke Starone Mitra Telekomunikasi masing-masing Rp2,92 triliun dan Rp1,34 triliun. Ada pun, untuk sewa dari properti Indosat dan Lintasarta kepada Starone Mitra Telekomunikasi, nilai dari sewa tersebut diperkirakan sebesar Rp35,1 miliar per tahun.

“Dengan restrukturisasi, diharapkan Starone dapat lebih berfokus untuk mengembangkan bisnis data centre, terutama dengan permintaan yang meningkat di era digitalisasi ini. Hal ini juga dapat membuka kesempatan bagi Starone untuk meningkatkan bisnis dengan bermitra dengan investor regional dan global,” demikian keterbukaan informasi Indosat, Selasa (26/4).

Sebagai informasi tambahan, Indosat kuartal pertama tahun ini meraih laba Rp128,7 miliar, atau menurun 25,2 persen secara tahunan (year-on-year). Sedangkan, pendapatannya tumbuh 48,0 persen yoy menjadi Rp7,35 triliun, terutama berkat pendapatan seluler, pendapatan multimedia, telekomunikasi, data, dan internet (MIDI), dan telekomunikasi.  

Related Articles