Comscore Tracker
TECH

Pengguna Telegram Kini 700 Juta Orang, Layanan Premium Siap Rilis

Layanan Premium digulirkan atas dorongan dari pengguna.

Pengguna Telegram Kini 700 Juta Orang, Layanan Premium Siap RilisAplikasi Telegram. (Shutterstock/DenPhotos)

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Aplikasi pesan instan Telegram resmi menghadirkan layanan Premium yang memungkinkan pengguna beroleh sejumlah fitur tambahan secara eksklusif. Perluasan ke fitur Premium ini turut menjadi cara bagi Telegram untuk membukukan revenue.

Dikutip dari blog resmi, perusahaan yang berbasis di Dubai ini resmi mengumumkan fitur Telegram Premium, Minggu (19/6). Pada saat sama, Telegram mengeklaim jumlah pengguna aktif bulanan aplikasinya telah mencapai 700 juta orang. Telegram pun menjadi salah satu dari lima aplikasi yang paling banyak diunduh tahun ini.  

“Pertumbuhan (pengguna) ini semata-mata dari rekomendasi yang bersifat pribadi dari pengguna. Telegram tidak pernah membayar untuk mengiklankan aplikasinya,” demikian keterangan resmi Telegram, dikutip Senin (21/6).

Telegram tak menyebutkan secara terperinci biaya langganan Telegram Premium. Namun, menurut laman Tech Crunch, harganya berkisar US$5 sampai US$6 atau setara dengan Rp74 ribu hingga Rp 88 ribu.

Tentu saja Telegram Premium menawarkan pelbagai fitur menonjol yang bernilai tambah ketimbang yang biasa. Sebagai misal, dengan berlangganan Premium, pengguna bisa menikmati fitur yang memungkinkan pengiriman file sebesar 4GB, atau naik dari 2GB pada fitur biasa

Lalu, Telegram Premium memungkinkan konversi pesan suara menjadi pesan teks. Pelanggan yang membayar juga dapat merasakan fasilitas untuk mengikuti 1.000 saluran, serta membuat 20 folder obrolan yang masing-masingnya dapat menampung 200 obrolan. Itu belum termasuk fitur unggul lain, seperti kecepatan download maksimal, stiker unik, unique reactions, pengelolaan chat, bebas iklan, dan lain-lain.  

Didorong pengguna

Aplikasi media sosial di ponsel Android. Shutterstock/TY Lim.

Langkah merilis layanan Premium ini merupakan ikhtiar untuk menjaga perkembangan, terutama yang didorong oleh pengguna, dan bukan pengiklan, kata Telegram.

Ini juga pertama kalinya sebuah aplikasi pesan instan merilis layanan Premium. Sejumlah pesaing utama Telegram, seperti Signal, WhatsApp, Facebook Messenger, Apple's Messages dan Google's Messages, tidak ikut menawarkan layanan berbayar.

Founder dan Chief Executive Telegram, Pavel Durov, sebelumnya mengatakan langkah dimaksud merupakan respons atas permintaan pengguna akan kapasitas penyimpanan tambahan.

“Setelah memikirkannya, kami menyadari bahwa satu-satunya cara untuk membuat penggemar mendapatkan lebih banyak sambil menjaga fitur yang ada tetap gratis adalah dengan menjadikan batasan yang dinaikkan itu sebagai opsi berbayar,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Durov turut menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjaga sejumlah fitur inti dalam aplikasi versi gratis. Di saat sama, Telegram bakal terus mengembangkan fitur baru untuk audiens yang tidak membayar.

“Kontribusi pelanggan premium akan membantu meningkatkan dan memperluas aplikasi selama beberapa dekade mendatang, sementara Telegram akan tetap bebas, mandiri, dan menjunjung tinggi nilai-nilai yang mengutamakan penggunanya, dengan mendefinisikan ulang cara perusahaan teknologi harus beroperasi,” demikian keterangan Telegram.

Related Articles