Comscore Tracker
TECH

Permintaan Tumbuh, Pasar NFT Akan Bernilai US$200 Miliar pada 2030

NFT akan populer karena pemanfatannya di industri.

Permintaan Tumbuh, Pasar NFT Akan Bernilai US$200 Miliar pada 2030NFT Bored Ape 4873 dilihat dari layar smartphone. Shutterstock/Mundissima

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Popularitas aset yang tidak dapat dipertukarkan (non-fungible token/NFT) diyakini bukan merupakan tren yang terjadi sesaat. Menurut laporan terbaru dari Grand View Reseaerch, pasar aset digital ini masih akan tumbuh karena didorong oleh kenaikan permintaan dalam beberapa tahun mendatang.

Dikutip dari bitcoin.com, Rabu (26/7), perusahaan riset pasar itu menaksir pasar NFT pada 2030 akan memiliki nilai US$200 miliar atau nyaris Rp3.000 triliun. Laporan Grand View Research ini memperkirakan pertumbuhan tahunan gabungan pasar aset digital akan mencapai 3,9 persen pada kurun 2022–2030.

Sebagian besar pertumbuhan ditopang oleh kenaikan permintaan terhadap aplikasi NFT. “Token yang tidak dapat dipertukarkan menjadi lebih populer karena beragam aplikasinya di berbagai industri,” begitu bunyi riset tersebut.

Menurut laporan sama, pasar NFT akan tumbuh terutama pada Ethereum. Jaringan blockchain tersebut diperkirakan akan beralih ke mekanisme konsensus yang lebih ramah lingkungan pada akhir tahun ini. Pada saat bersamaan, aktivitas NFT di blockchain lain diproyeksikan pula akan tumbuh.

Penggunaan NFT

Sektor koleksi diperkirakan akan terus mendominasi pasar NFT di masa depan, termasuk koleksi olahraga dan gim, menurut riset sama. Laporan tersebut menyoroti sebagian besar NFT di pasar saat ini ditujukan untuk penggunaaan pribadi. Sedangkan, penggunaan NFT untuk komersial hanya mencakup 31 persen dari keseluruhan.

Meski demikian, perusahaan diproyeksikan bakal semakin banyak menggunakan NFT untuk pelbagai tujuan. “Meningkatnya penggunaan NFT untuk tujuan bisnis, seperti inovasi manajemen rantai pasokan dan logistik, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan segmen. Perusahaan logistik semakin mengintegrasikan teknologi blockchain dalam operasi mereka, menciptakan peluang baru untuk pertumbuhan segmen,” katanya.

Menurut Grand View Research, Amerika Utara merupakan wilayah yang berkontribusi terhadap 31 persen dari pertumbuhan NFT saat ini. Kendati demikian, Asia Pasifik akan menjadi wilayah yang berkembang pesat karena permintaan NFT datang dari aplikasi seperti gim dan teknologi imersif metaverse.

MarketsandMarkets sebelumnya juga memprediksi pasar NFT bakal tumbuh berkelanjutan dalam beberapa tahun mendatang. Menurut laporan yang dilansir pada Mei 2022, nilai pasar NFT tahun ini saja telah mencapai US$3 miliar atau lebih dari Rp43 triliun. Akan tetapi, lima tahun mendatang atau 2027, pasar NFT diramal bakal memiliki nilai mencapai US$13,6 miliar atau Rp198 triliun.

Dengan kata lain, pasar NFT bakal tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 35 persen dalam kurun 2022 sampai 2027, menurut firma riset pasar tersebut.

MarketsandMarkets tentu memiliki sejumlah alasan yang melatarbelakangi pertumbuhan pasar NFT. Faktor meningkatnya peran pesohor dalam mendorong adopsi NFT bisa jadi contoh. Lalu, NFT diprediksi bakal berperan dalam mengubah corak industri gim. Itu belum termasuk permintaan terhadap karya seni digital yang akan berlanjut.

“Selain itu, dengan meningkatnya kasus penggunaan NFT dalam manajemen rantai pasokan, ritel, dan mode, upaya raksasa industri untuk mewujudkan metaverse, personalisasi NFT akan memberikan peluang yang menguntungkan bagi vendor pasar NFT,” begitu bunyi laporan MarketsandMarkets.

Related Topics

Related Articles