Comscore Tracker
TECH

Startup Properti Ideal Raih US$3,8 Juta dari AC Ventures & Alpha JWC

Ideal telah bekerja sama dengan bank & pengembang properti.

Startup Properti Ideal Raih US$3,8 Juta dari AC Ventures & Alpha JWCFounders Ideal. Dok/Ideal.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Perusahaan rintisan Ideal berhasil mengantongi dana segar US$3,8 juta atau lebih dari Rp57 miliar yang dipimpin oleh AC Ventures dan Alpha JWC Ventures, serta partisipasi dari Living Lab Ventures dan Ciputra Group. Startup ini menawarkan solusi digital yang mempermudah pengajuan kredit kepemilikan rumah (KPR).

Didirikan pada 2021, Ideal merupakan platform yang menangani dan menyederhanakan berbagai kesulitan dalam proses pembelian rumah secara tradisional. Startup ini membantu para pembeli rumah berusia muda yang baru pertama kali menjalani proses KPR.

Menurut co-founder dan CEO Ideal, Albert Surjaudaja, fokus perusahaan saat ini wilayah Jabodetabek. Dia menyatakan Ideal telah menggelar kemitraan dengan tiga pengembang properti besar, serta lima bank besar sebagai pemberi pinjaman.

“Pendanaan segar ini akan digunakan untuk pengembangan produk, rekrutmen, dan perluasan penawaran kepada pengguna,” kata Albert, dalam keterangan resmi kepada media, Rabu (27/7). Menurutnya, investor memiliki visi yang sejalan dengan perusahaan, yaitu untuk membantu masyarakat melewati proses KPR dengan digitalisasi.

Ideal mengutamakan input dan feedback dari pelanggan dalam mengembangkan sebuah produk. Di sisi lain, perseroan juga memiliki jaringan yang luas di bidang perbankan dan pengembangan properti di Indonesia.

Co-founder dan President Ideal, Ian Daniel Santoso, mengatakan pengalaman dan jaringan perusahaan, serta rekam jejak investor akan menjadi kunci kesuksesan Ideal.” “Bergabungnya dua pengembang properti terbesar di Indonesia sebagai investor kami juga akan memberikan dampak positif untuk bisnis jangka panjang Ideal,” katanya.

Model bisnis

Ilustrasi properti.

Ideal menyediakan solusi digital untuk mempermudah proses pengajuan KPR bagi calon pembeli rumah di Indonesia. Albert mengutip data yang menunjukkan 75 persen pembelian rumah di Indonesia dilakukan melalui KPR.

Meski demikian, tak sedikit calon pembeli yang mengeluhkan proses pengajuan KPR yang rumit. Kondisi itu disebabkan banyaknya dokumen yang dibutuhkan, proses yang panjang dan tidak terstandarisasi, minimnya proteksi data sensitif, atau informasi yang minim mengenai produk.

Albert menyebut proses pengajuan KPR juga sering kali sangat bergantung dari saran agen properti. “Ideal hadir untuk memberikan kontrol dan kebebasan yang lebih kepada calon pembeli rumah dengan memberikan informasi yang relevan secara utuh, sehingga mereka dapat memilih produk KPR terbaik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mereka,” ujarnya.

Melalui aplikasi Ideal, kata dia, pengguna nantinya bisa menghitung biaya dan cicilan secara terperinci. Selain itu, konsumen  juga bisa melakukan pengajuan KPR ke beberapa bank sekaligus dalam satu waktu, serta mendapatkan real-time update untuk proses pengajuannya.

Dengan model bisnisnya, Ideal akan mendapatkan pendapatan  komisi dari bank dan pengembang properti untuk setiap pengajuan KPR yang berhasil disetujui. Hingga saat ini, perusahaan telah bermitra dengan lima bank besar, seperti CIMB Niaga, OCBC NISP, dan Maybank, serta pengembang properti terkemuka di Indonesia, yaitu Sinar Mas Land, Ciputra Group, dan Agung Sedayu Group.

Ideal, menurut Albert, saat ini berfokus pada produk perumahan tangan pertama. Perusahaan ke depan akan memperluas layanannya ke perumahan sekunder dan produk refinancing atau take over.

Penetrasi KPR

Adrian Li, Founder dan Managing Partner AC Ventures, menyatakan penetrasi KPR di Indonesia saat ini tiga persen dari produk domestik bruto (PDB), atau lebih rendah dari Malaysia dan Singapura yang mencapai 30 persen. Artinya, ada peluang senilai US$30 miliar atau lebih dari Rp450 triliun jika Indonesia mampu mengerek penetrasi KPR menjadi 6 persen.

“Ideal dapat mengidentifikasi hambatan dalam industri KPR dan membawa keahlian dari bidang fintech dan real estat untuk membangun one-stop-shop KPR di Indonesia. Ideal menggunakan akses API bank untuk meningkatkan tingkat keberhasilan KPR dari calon pembeli rumah.”

Pandangan lain datang dari Eko Kurniadi, Partner di Alpha JWC Ventures. Dia menyoroti generasi muda Indonesia yang memiliki kesulitan dalam membeli rumah pertama. Selain harga yang semakin mahal, calon pembeli juga menghadapi prosedur yang sulit, terutama terkait pilihan produk, proses pengajuan, dan biaya yang kurang transparan.

“Dengan teknologi yang dimiliki Ideal, kami percaya mereka dapat mendemokratisasikan produk KPR dan membawa solusi keuangan bagi generasi baru pembeli rumah,” kata Eko.

Sementara itu, Michael Widjaja, Group Chief Executive Officer dari Sinar Mas Land, menyatakan perseroan melalui kolaborasi dengan Ideal berharap dapat menawarkan proses KPR yang lebih mudah kepada pelanggan. “Saat ini usia rata-rata pemilik rumah pertama menjadi semakin muda. Ini adalah segmen yang keputusan pembiayaan menjadi sama pentingnya dengan keputusan pembelian,” ujarnya.

Related Articles