Comscore Tracker
TECH

Telkomsel Bantu Freeport Indonesia Terapkan Smart Mining Berbasis 5G

5G dapat mendorong operasional tambang lebih efisien.

Telkomsel Bantu Freeport Indonesia Terapkan Smart Mining Berbasis 5GTelkomsel dan PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara. Dok/Telkomsel.

by Luky Maulana Firmansyah

Jakarta, FORTUNE – Telkomsel menjalin kolaborasi dengan PT Freeport Indonesia dalam menghadirkan implementasi teknologi 5G Underground Smart Mining. Penerapan teknologi yang akan mendukung operasional pertambangan ini diklaim merupakan yang pertama kali di Asia Tenggara.

Penerapan teknologi tersebut secara resmi diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo, serta dihadiri oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Investasi/Kepala BKPM, Menteri Sekretaris Negara di Tembagapura di Papua, Kamis (1/9). 

Menurut Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam, teknologi 5G Smart Underground Mining ini akan mendukung otomatisasi dan kendala jarak jauh demi meningkatkan keselamatan kerja dan produktivitas pertambangan Freeport Indonesia.

Teknologi sama diklaim sanggup mengurangi dampak terhadap lingkungan karena jaringan 5G memungkinkan peralatan yang beroperasi dengan emisi lebih sedikit. Dalam penerapannya, jaringan itu dapat dioptimalkan untuk menjadi solusi dalam kelancaran operasional yang berada di tempat terpencil yang memiliki tantangan geografis dan konektivitas.   

“Telkomsel meyakini penerapan teknologi jaringan broadband terdepan 5G akan semakin memberikan manfaat dan nilai lebih terutama dalam mendukung transformasi sektor pertambangan,” kata Hendri dalam keterangan kepada media, seperti dikutip Jumat (2/9).

Menurutnya, penerapan teknologi ini merupakan bukti nyata komitmen Telkomsel untuk memperkuat ekosistem 5G. Sebelumnya, Telkomsel telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan, seperti Schneider Electric di Batam untuk implementasi 5G Smart Manufacture, dan PT Jababeka Infrastruktur (Jababeka) untuk implementasi Smart Industrial di Kawasan Jababeka, Jawa Barat.

Telkomsel telah menghadirkan layanan Hyper 5G berada di 39 kota di seluruh Indonesia dengan dukungan 248 BTS 5G.

Teknologi pertambangan

Telkomsel dan PT Freeport Indonesia (PTFI) menghadirkan penerapan 5G Underground Smart Mining pertama di Asia Tenggara. Dok/Telkomsel.

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyatakan pengembangan tambang di kedalaman lebih dari 1.500 meter di bawah permukaan tanah memiliki risiko tinggi bagi karyawan dan aset perusahaan.

Menurutnya, teknologi 5G Underground Smart Mining Telkomsel memungkinkan perseroan untuk melakukan pengawasan serta mencegah risiko kecelakaan kerja melalui optimalisasi penggunaan kamera yang terhubung dengan kecerdasan buatan.

Smart Mining merupakan konsep teknologi terkini untuk mendorong optimalisasi pertambangan melalui implementasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), Machine Learning, sampai Big Data.

Sejumlah keunggulan penerapan teknologi dimaksud, antara lain ketersediaan latensi yang rendah yang akan mendukung proses monitor aktivitas secara lebih real-time. Dalam hal ini, semua data dapat diintegrasikan untuk menciptakan proses kerja yang lebih aman.

Lalu, akses jaringan yang lebih cepat untuk pemanfaatan data secara waktu nyata yang memungkinkan perusahaan menggunakan data tersebut dalam percepatan pengambilan keputusan. Termasuk pula cakupan jaringan 5G dengan kapasitas perangkat terhubung yang banyak yang akan mendorong biaya operasional pertambangan yang lebih efisien.

“Prospek penerapan 5G Underground Smart Mining tidak terbatas hanya pada operasional lapangan saja, tetapi juga pada seluruh lini kegiatan perusahaan, mulai dari tahap penelitian, penambangan, pengolahan, penyimpanan, hingga pengapalan,” kata Tony.

Sementara itu, Menteri BUMN RI, Erick Thohir, menyatakan berdasarkan studi dari Deloitte Internasional pada 2021, implementasi pertambangan 5G di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Cina, Rusia, berdampak positif terhadap kenaikan produktivitas sampai 25 persen. Di saat sama, teknologi dimaksud dapat menghemat biaya khususnya pengeboran turun sampai 40 persen dan penghematan energi sampai 20%.

“Saya yakin, terobosan pemanfaatan 5G Underground Smart Mining yang didukung Telkomsel ini dapat digunakan lebih luas lagi di ekosistem industri pertambangan Indonesia, serta membuka lebih banyak inovasi baru berbasis teknologi digital di industri pertambangan,” ujar Erick.

Related Articles