TECH

Walmart Bakal Terjun ke Metaverse, Merambah Bisnis NFT dan Kripto

Peritel raksasa AS itu sudah akrab dengan blockchain.

Walmart Bakal Terjun ke Metaverse, Merambah Bisnis NFT dan KriptoOrang-orang berbelanja di toko Walmart di selatan San Francisco bay area. Shutterstock/Sundry Photography
18 January 2022

Jakarta, FORTUNE – Walmart tampaknya serius untuk merambah bisnis metaverse, ruang virtual tanpa batas di internet. Raksasa ritel Amerika Serikat (AS) tersebut pada akhir tahun lalu telah mengajukan sejumlah merek dagang baru ke Kantor Paten dan Merek Dagang AS.

Walmart mengajukan tujuh proposal hak paten, termasuk tiga di bawah divisi periklanan “Walmart Connect”.

Pengajuan tersebut mencakup rencana untuk membuat dan menjual barang virtual, seperti barang elektronik, mainan, peralatan, pakaian, dan dekorasi rumah. Mereka juga menyebut bakal menawarkan mata uang digital dan token digital kepada pelanggan serta peluang untuk membeli dan menjual NFT (non-fungible token).

Dalam pengajuan terpisah, Walmart juga memerinci kemungkinan “layanan pelatihan kebugaran fisik” dan “kelas di bidang kesehatan dan nutrisi” yang dapat berlangsung di ruang augmented reality (AR) dan virtual reality (VR).

Pengalaman belanja virtual

Tak hanya itu, Walmart turut mengajukan merek dagang untuk jenama "Verse to Home," "Verse to Curb," dan "Verse to Store,"— yang merupakan petunjuk bahwa peritel itu mungkin sedang mempersiapkan pengalaman belanja virtual.

“Walmart terus mengeksplorasi bagaimana teknologi yang muncul dapat membentuk pengalaman berbelanja di masa depan,” kata Juru Bicara Walmart Carrie McKnight kepada The Verge, Minggu (16/1). “Kami tidak memiliki apa-apa lagi untuk dibagikan hari ini, tetapi perlu dicatat bahwa kami secara rutin mengajukan aplikasi merek dagang sebagai bagian dari proses inovasi.”

Walmart akrab dengan teknologi blockchain

Mengutip artikel dari Coin Telegraph, pengajuan merek dagang barang-barang ini merupakan peristiwa baru yang menunjukkan minat Walmart terhadap Metaverse. Pada Agustus 2021, raksasa ritel itu juga sempat membuka lowongan pekerjaan untuk mata uang digital dan kripto.

Walmart juga telah bermitra dengan perusahaan ATM crypto Coinstar dan pertukaran crypto-cash Coinme untuk memasang 200 ATM Bitcoin di tokonya di seluruh AS.

Perseroan juga sudah menggunakan teknologi blockchain untuk manajemen rantai pasokan, pasar pelanggan, dan peralatan pintar sejak 2018.

Menurut data dari Digital Commerce 360, pada kuartal ketiga tahun lalu, Walmart beroleh penjualan sebesar US$11,1 miliar atau setara Rp158,18 triliun (asumsi kurs Rp14.250). Kapitalisasi pasarnya lebih dari US$406 miliar atau senilai Rp5.785 triliun.

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.