Perluas Ekosistem AI Perusahaan, IT Group Indonesia Hadirkan Platform AutoHX

- IT Group Indonesia memperkenalkan AutoHX di ITG Tech Day 2026 sebagai platform orkestrasi AI untuk menyatukan sistem, data, aplikasi, infrastruktur, dan keamanan perusahaan.
- AutoHX mengotomatisasi alur kerja, mengurangi pekerjaan manual, meningkatkan visibilitas operasional, serta mempercepat aktivitas TI dan koneksi proses bisnis yang sebelumnya terpisah.
- ITG juga merilis eRaya, Canvexa, FlowiTGo, Quato, dan Allite untuk pengelolaan teknologi-bisnis terpadu, dengan AI diposisikan sebagai infrastruktur operasional perusahaan.
Jakarta, FORTUNE – IT Group Indonesia (ITG) memperkenalkan AutoHX, platform orkestrasi dan integrasi teknologi informasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dalam ajang ITG Tech Day 2026 di Jakarta. Platform ini dirancang menyatukan berbagai sistem perusahaan agar pemanfaatan AI menghasilkan dampak operasional nyata.
Penerapan AI dalam skala enterprise kerap menghadapi hambatan saat dihubungkan dengan data, aplikasi, infrastruktur, dan sistem keamanan. Pendekatan enterprise orchestration hadir demi mengintegrasikan seluruh alur kerja teknologi tersebut agar beroperasi secara terpadu.
Managing Director IT Group Indonesia, Anthon Danuprasetiyo, menyatakan AI telah berkembang dari teknologi eksperimental menjadi bagian dari strategi bisnis. Ke depan, berbagai agen AI akan makin mampu berkolaborasi membentuk ekosistem yang bekerja lintas aplikasi.
"Dalam perkembangan tersebut, orchestration menjadi semakin penting untuk memastikan AI, data, aplikasi, dan proses operasional dapat bekerja secara terintegrasi dan menghasilkan dampak nyata bagi bisnis,” ujar Anthon dikutip dalam keterangan pers, Jumat (9/10).
Guna menjawab kebutuhan pasar, ITG merancang AutoHX sebagai platform terpusat. Solusi ini mengintegrasikan perangkat, platform, dan sistem enterprise ke dalam satu lapisan orkestrasi. Cakupannya mencakup infrastruktur teknologi informasi, aplikasi, keamanan, hingga pemantauan sistem.
Melalui otomatisasi alur kerja, platform ini memangkas pekerjaan manual dan meningkatkan visibilitas operasional. Pendekatan ini juga mempercepat penyelesaian aktivitas teknologi informasi serta menghubungkan proses bisnis yang sebelumnya berjalan terpisah.
Business Management Solution Manager IT Group Indonesia, Jippie Parie Sulaiman, menambahkan ITG turut merilis lima solusi lain, yakni eRaya, Canvexa, FlowiTGo, Quato, dan Allite. Rangkaian platform tersebut dikembangkan untuk mendukung pengelolaan proses teknologi dan bisnis lebih terpadu.
"Perusahaan membutuhkan fondasi yang mampu menghubungkan berbagai sistem, data, dan proses agar teknologi dapat bekerja secara lebih seamless," kata Jippie.
Melalui penguatan orkestrasi sistem, ITG menempatkan AI sebagai bagian dari infrastruktur operasional perusahaan, bukan sekadar teknologi mandiri. Tantangan berikutnya bagi pelaku bisnis adalah memastikan integrasi ini mampu meningkatkan efisiensi proses, memperkuat koordinasi antarsistem, dan memberikan dampak terukur terhadap kinerja perusahaan.






















