Comscore Tracker
TECH

Bukan Hanya Seniman, 5 Media Ini Pun Terjun ke Dunia NFT

NFT ubah konsep hak cipta hingga monetisasi konten digital.

Bukan Hanya Seniman, 5 Media Ini Pun Terjun ke Dunia NFTKarya NFT. (Shutterstock/Rokas Tenys)

by Tanayastri Dini Isna KH

Jakarta, FORTUNE – Teknologi datang secepat kilat. Tren dengan cepat berganti dari waktu ke waktu, memaksa para pelaku usaha di berbagai sektor beradaptasi atau berisiko tertinggal zaman. Fenomena serupa juga melanda industri media, akibat meroketnya pamor Non-fungible Token (NFT).

Eksistensi NFT telah mengubah tatanan kepemilikan, distribusi, dan monetisasi konten digital. Tak ayal, itu membuat banyak platform media bereksperimen dengan teknologi NFT. Beberapa di antaranya bahkan berniat sepenuhnya mendigitalisasi produk dan layanan mereka dalam bentuk NFT.

Apa saja media yang terjun ke dunia NFT? Menukil laman Coin Market Cap, Jumat (1/10), berikut 5 media yang mulai mengadopsi NFT pada 2021. Adakah platform yang sering Anda baca?

1. Quartz

Pada Maret 2021, situs kabar finansial Quartz mengumumkan rencananya menjual artikel berbentuk NFT melalui lelang empat hari di lokapasar (marketplace) OpenSea. Di akhir lelang, NFT dalam format gambar SVG itu dibeli oleh kolektor NFT seharga 1 ETH/Ethereum (sekitar US$18.000 saat itu).

Sebagai kreator, Quartz tidak mentransfer kepemilikan karya itu ke pembeli; apalagi NFT itu memuat nama penulis dan kode QR yang tertaut dengan artikel di situs Quartz.

2. Majalah TIME

TIME secara proaktif bergabung dengan ruang NFT sejak teknologi itu menjadi buah bibir media arus utama. Kampanye pertamanya berlangsung pada Maret 2021, dengan melakukan tokenisasi terhadap sampul edisi berjudul Is God Dead? beserta dua sampul lain bertajuk Is Truth Dead? dan yang belum terbit: “Is Fiat Dead?” Hebatnya, TIME menjual koleksi NFT itu hampir US$500.000.

Karena kesuksesan itu, TIME memutuskan kembali menawarkan NFT pada September 2021, terdiri atas 4.676 karya seni digital bernama koleksi TIMEpiece. Seluruh karya dari koleksi itu ludes hanya dalam semenit. Karena lonjakan permintaan itu, jaringan ETH pun tersumbat.

3. Fortune

Fortune US juga termasuk salah satu media yang mulai bergelut di ruang NFT. Sampul majalah edisi Agustus/Septembernya dipublikasikan sebagai NFT, didesain khusus oleh pplpleasr, seniman grafis yang menduduki peringkat kelima dalam Daftar NFTy 50.

Ketimbang melelang sampul utama itu, Fortune menawarkan 256 majalah edisi terbatas sebagai NFT. Nah, tiap eksemplar dijual dengan harga tetap, yakni 1 ETH.

Hasilnya, Fortune dan pplpleasr berhasil mencetak 429 ETH yang nilainya lebih dari US$1,3 juta per Agustus 2021. Melansir Fortune, media itu berniat mendonasikan setengah pendapatan NFT itu ke organisasi nirlaba.

4. Fox Entertainment

Selanjutnya ada Fox Entertainment yang berencana meluncurkan animasi NFT dari serial komedi mendatang, Krapopolis. Acara itu dibuat oleh pemenang Emmy, Dan Harmon, dan berlatar di Yunani kuno.

Fox mengklaim, itu akan menjadi serial animasi pertama yang dikuratori sepenuhnya di blockchain. Untuk mendukung rencana itu, Fox akan merilis pasar NFT khusus serial animasi tempat Anda dapat membeli barang digital. Baik dalam bentuk karakter, karya latar (backround art), maupun GIF. Fox juga akan menjual token untuk mengakses pengalaman khusus bagi para penggemar fanatik.

5. Vogue Singapura

Vogue resmi terjun ke ruang NFT ketika Vogue Singapura mengumumkan kolaborasi dengan seniman dan desainer terkenal. Langkah itu diambil guna menciptakan fesyen metaverse yang terdiri atas 11 NFT mode dan kecantikan, ditambah dengan dua sampul majalah NFT digital pada edisi September 2021.

Sampul digital pertama dibuat oleh Chad Knight, seniman karya virtual dan desainer 3 dimensi. Sementara salah satu NFT mode Vogue Singapura secara khusus dirancang oleh Direktur Kreatif Balmain, Olivier Rousteing.

Jika harga penawaran melampaui 100 Binance Coin (BNB), maka kolektor berhak menerima sketsa asli karya yang dibeli.

Related Articles