TECH

Dibuat Siswa SMA, Klinair Rakit Air Purifier Murah untuk Anak Sekolah

Bagaimana cerita awal Klinair berdiri?

Dibuat Siswa SMA, Klinair Rakit Air Purifier Murah untuk Anak SekolahTim Klinair di kantor IDN Media, Jakarta, Kamis (4/1/2024).
05 January 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE - Kualitas Udara di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi sorotan belakangan ini. Tak hanya di luar ruang, tapi juga dalam ruang seperti di kelas. Klinair, proyek sosial yang dibesut sekelompok pelajar SMA di Jakarta, mencoba menawarkan solusi.

Gagasan yang melandasi kelahiran Klinair berawal dari pandemi gelombang kesekian pandemi Covid-19 pada 2021. Saat itu, Co-Founder Klinair, Maxmilian Halim dan kakaknya merasa resah dengan penyebaran Covid-19 di tengah dimulai kembalinya pembelajaran tatap muka atau luring (offline).

Kekhawatiran dua bersaudara itu bukan tanpa alasan. Menurut data WHO, polusi udara dalam ruang telah menyebabkan 3,2 juta kematian setiap tahun. Itu termasuk kematian 237.000 anak per tahunnya. Bahkan, Indonesia memiliki tingkat kematian relatif lebih tinggi akibat masalah itu, berdasarkan laporan Global Burden of Desease (2019). Virus Covid-19 bisa turut menyebar lewat polusi dalam ruang itu.

IQair pada 2022 menyebut, Indonesia berada di peringkat ke-26 dalam kategori polusi udara terburuk di dunia. Kondisi tak membaik pada 2023, yang mana Jakarta masuk ke dalam 10 besar kota dengan polusi udara terburuk dengan AQI 15–20 kali lebih tinggi dari rekomendasi WHO.

Berangkat dari keresahan itu, keduanya pun tak mau berdiam diri. Langkah pertama yang diambil sederhana: melakukan riset tentang cara untuk menekan angka penyebaran virus itu. Hasilnya, Max, sapaannya, dan sang kakak menemukan hasil studi tentang CR-Box (Corsi-Rosenthal Box).

"Kami menemukan artikel tentang CR-Box yang digunakan di sejumlah universitas di Amerika Serikat," ceritanya di kantor Fortune Indonesia, dikutip Jumat (5/1).

Ketika kakaknya lulus sekolah untuk melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi, Max akhirnya membentuk tim baru berisi sejumlah siswa SMA--teman-temannya.

"Saya mencari yang bisa menolong dan kerja bersama untuk membuat Klinair berkembang lebih besar," ujarnya."

Tentang CR Box dari Klinair

CR Box sendiri adalah alat filtrasi udara (air purifier). Dibandingkan dengan filtrasi udara komersial, harga CR-Box buatan Klinair jauh lebih murah. Per unitnya hanya dibutuhkan biaya pembuatan sekitar Rp1 juta.

Mengapa harganya lebih murah? Sebab, alat filtrasi udara ini terbuat dari empat filter MERV-13 yang dirangkai menyerupai kotak bersama dengan kipas angin. Bukan menggunakan filter HEPA seperti pada alat filtrasi udara komersial, yang dijual di kisaran Rp3 juta-Rp8 juta tergantung pada spesifikasinya.

Nantinya, kipas angin itu akan menarik udara yang ada di dalam ruangan tempat alat itu diletakkan. Udara dan partikel di dalamnya akan disaring dengan filter MERV-13, lalu didistribusikan ulang ke ruangan.

Kendati lebih murah, Max mengatakan, CR-Box Klinair masih tetap mumpuni dalam menyaring partikel-partikel yang ada di udara dalam ruang. Hasil uji coba menunjukkan, CR-Box mampu menghilangkan 88,7 persen partikel berukuran 0,3μm partikel udara dan 95,8 persen partikel berukuran 2,5μm partikel udara selama periode 30 menit.

"CR-Box ini efektif digunakan di ruangan seluas 50-70 meter persegi, dengan masa pakai sekitar 6-12 bulan," kata Max. "Perputarannya udaranya lebih cepat dengan kipas yang mengeluarkan lebih banyak angin."

Klinair donasikan CR-Box ke sekolah kurang mampu

Klinair sendiri bertujuan membagikan CR-Box karya mereka sekolah-sekolah kurang mampu di area Jabodetabek. Terbaru, sudah ada 74 CR-Box yang mereka donasikan di sekolah di area Jabodetabek. Setiap sekolah menerima 10 unit, tetapi ada pula yang lima. Jumlahnya bergantung pada kondisi masing-masing sekolah.

Max dan tim Klinair tak bergerak sendiri. Mereka menggandeng sejumlah organisasi nirlaba, seperti Bicara Udara. Belum lama ini, Klinair pun berkolaborasi dengan IDN Foundation dalam program "Donasi Air Purifier CR-Box", dengan membagikan 10 unit CR-Box dibagikan ke SMKS BIna Karya Jakarta di Tambora, Jakarta Barat.

Lewat program itu, IDN Foundation dan Klinair berkomitmen memberi dampak positif bagi masyarakat, khususnya mengedukasi anak muda terkait pentingnya pengendalian kualitas udara dalam ruangan (IAQ).

"Kami melihat Klinair diinisiasi oleh sekumpulan anak muda yang peduli dengan isu ini, sehingga kolaborasi ini diharapkan bisa memberi manfaat sekaligus edukasi yang baik," kata Head of Communications IDN Media, Kania Aisha Pasaman.

Gerakan Klinair tak akan berhenti di situ. Berbekal dukungan sejumlah pihak, proyek sosial itu berambisi untuk membantu meningkatkan kesadaran tentang krusialnya udara bersih. Khususnya bagi siswa di sekolah.

Related Topics