Technogym Andalkan AI untuk Dorong Era Baru Healthness

- Technogym mengandalkan AI dan analisis data melalui Precision Training untuk menyusun program kebugaran personal, sesuai kondisi fisik, kemampuan, serta tujuan tiap pengguna.
- Ekosistem Technogym menghubungkan peralatan pintar, aplikasi, wearable, dan layanan operator; Checkup berbasis AI mengukur parameter fisik, kognitif, Wellness Age, serta merekomendasikan latihan.
- Strategi healthness menekankan data dan latihan terukur untuk kesehatan preventif; pada 2025, Technogym mencatat pendapatan €1,02 miliar dan melihat peluang di pasar wellness Indonesia.
Jakarta, FORTUNE – Technogym memperkuat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan analisis data untuk menghadirkan program kebugaran yang lebih personal. Melalui pendekatan Precision Training, perusahaan asal Italia itu berupaya menggeser pola latihan yang seragam menuju program yang disesuaikan dengan kondisi fisik, kemampuan, dan tujuan setiap pengguna.
Founder dan CEO Technogym, Nerio Alessandri, mengatakan teknologi menjadi bagian penting dari evolusi perusahaan, yang kini tidak lagi hanya berfokus pada peralatan fitness, tetapi juga ekosistem wellness terintegrasi.
"AI memainkan peran penting karena memungkinkan kami menyediakan program latihan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan setiap pengguna," ujar Alessandri dalam Technogym Innovation Outlook Indonesia 2026 di Jakarta, Senin (12/10). Dalam kunjungan resmi pertamanya ke Indonesia itu, ia juga memaparkan perkembangan industri wellness dan peran teknologi dalam mendorong kesehatan preventif serta healthy longevity.
Di jantung pendekatan Technogym terdapat Technogym Ecosystem, platform terbuka yang mengintegrasikan peralatan pintar, aplikasi, dan perangkat wearable untuk menghadirkan pengalaman latihan yang dipersonalisasi kapan saja dan di mana saja. Melalui konsep Wellness on the Go, pengguna dapat melanjutkan program kebugaran di pusat kebugaran, rumah, hotel, maupun saat bepergian.
Pendekatan terintegrasi itu juga diwujudkan melalui Technogym Solutions, yang menyediakan layanan bagi operator pusat kebugaran, pengembang properti, dan institusi. Cakupannya meliputi perancangan arsitektur dan tata ruang interior, pelatihan staf melalui Technogym Wellness Institute, layanan finansial, integrasi ekosistem digital, hingga strategi untuk meningkatkan keterlibatan anggota.
Sejumlah inovasi dalam ekosistem tersebut antara lain Technogym Checkup, stasiun asesmen berbasis AI yang mengukur parameter fisik dan performa kognitif, menghitung Wellness Age, serta memberikan rekomendasi program latihan sesuai kondisi pengguna. Technogym juga menghadirkan Technogym App sebagai pelatih digital yang didukung Technogym AI Coach, dengan fitur rutinitas latihan personal dan analisis performa yang dapat diakses dari berbagai lokasi.
Di sisi lain, Technogym mempertahankan desain Italia sebagai salah satu diferensiasi produknya. Perusahaan memadukan biomekanika dengan keterampilan pengerjaan khas Italia (Italian craftsmanship). Pendekatan desain tersebut telah mengantarkan Technogym meraih lebih dari 50 penghargaan desain internasional, termasuk Compasso d’Oro dan Red Dot Design Awards.
Pemanfaatan AI juga diarahkan untuk membantu operator mengenali sinyal awal anggota berpotensi berhenti menggunakan layanan. Informasi tersebut dapat menjadi masukan untuk memperbaiki pengalaman pelanggan dan meningkatkan keterlibatan anggota. Bagi pelatih, otomatisasi proses personalisasi program diharapkan memberi lebih banyak waktu untuk mendampingi pengguna secara langsung. Dengan demikian, teknologi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung interaksi antara pelatih dan anggota.
Melalui platform digital terbuka, Technogym mengintegrasikan aplikasi, peralatan pintar, dan perangkat lunak manajemen ke dalam satu ekosistem data. Perusahaan menyatakan integrasi tersebut memungkinkan operator memperoleh informasi untuk mengoptimalkan sejumlah indikator bisnis, mulai dari akuisisi anggota baru hingga retensi dan keterlibatan pelanggan.
Alessandri mengatakan, pengembangan teknologi Technogym ditopang oleh riset dan pengumpulan data yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Perusahaan juga bekerja sama dengan institusi medis dan perguruan tinggi untuk mendukung pengembangan produknya. “Kami bekerja sama dengan Cleveland Clinic dan berbagai universitas. Kami juga telah menjadi pemasok resmi untuk sejumlah penyelenggaraan olimpiade," ujarnya, menambahkan.
Melalui strategi tersebut, Technogym berupaya mengembangkan konsep healthness, yang diposisikan sebagai evolusi dari wellness. Jika wellness menekankan gaya hidup holistik yang mencakup aktivitas fisik, nutrisi, dan keseimbangan mental, healthness lebih menitikberatkan pemanfaatan data, AI, dan program latihan terukur untuk mendukung kesehatan individu.
Dalam penerapannya, perusahaan menargetkan pendekatan yang dapat disesuaikan dengan perkembangan pengguna. Salah satu indikator yang digunakan dalam asesmen Technogym Checkup adalah Wellness Age, yakni ukuran yang diperkenalkan perusahaan untuk menggambarkan kondisi kebugaran dan fungsi tubuh seseorang dibandingkan dengan usia kronologisnya.
Alessandri menilai pendekatan tersebut relevan di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pencegahan penyakit dan proses penuaan yang sehat, serta pemanfaatan latihan terarah bagi orang yang membutuhkan program kebugaran yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan.
Pengembangan AI dan layanan digital juga menjadi bagian dari strategi Technogym untuk memperluas bisnis di tengah perubahan kebutuhan konsumen. Pada 2025, Technogym membukukan pendapatan konsolidasi sebesar €1,02 miliar. Perusahaan melaporkan lebih dari 70 juta pengguna di lebih dari 100.000 fasilitas wellness dan 500.000 hunian pribadi di lebih dari 100 negara.
Di Indonesia, peluang pengembangan bisnis tersebut sejalan dengan potensi ekonomi wellness. Berdasarkan data Global Wellness Institute yang dikutip perusahaan, ekonomi wellness Indonesia bernilai US$55,77 miliar dan menempatkan Indonesia di antara 20 pasar wellness terbesar di dunia.























