Jakarta, FORTUNE - Anak usaha PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), PT Raharja Energi Madura (REM), meneken perjanjian kredit bilateral dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Jumlah pokoknya mencapai US$109,2 juta atau sekitar Rp1,9 triliun.
Sekretaris Perusahaan RATU, Supriyanti Priandini, mengatakan, berdasarkan perjanjian tersebut, REM akan menggunakan fasilitas kredit untuk membiayai akuisisi seluruh saham SMS Development Limited (SMSD). Aksi korporasi itu akan dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Saham dan Perjanjian Novasi, sesuai dengan laporan informasi atau fakta material yang disampaikan pada 24 Desember 2025 dan 25 Desember 2025.
"Akuisisi tersebut secara tidak langsung akan memberikan hak partisipasi (participating interest) sebesar 20 persen kepada PT REM atas Production Sharing Contract Selat Madura yang dikelola oleh Husky-CNOOC Madura Limited," tulis Supriyanti dalam keterbukaan informasi, dikutip Senin (25/5).
PSC itu merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan dalam memperkuat portofolio usaha di sektor hulu minyak dan gas bumi. Sebagai konteks, para pemegang saham RATU telah menyetujui rencana akuisisi saham SMS Development Limited oleh PT REM.
Lebih lanjut, sehubungan dengan perjanjian kredit itu, perseroan pun memberikan corporate guarantee dan cash deficit guarantee kepada Bank Mandiri untuk menjamin pemenuhan kewajiban PT REM. Artinya, RATU bertanggung jawab atas kewajiban REM kepada Bank Mandiri.
"Perseroan berkeyakinan bahwa fasilitas kredit ini dapat dikelola dan dilayani dari arus kas operasional REM yang bersumber dari hak bagian produksi PSC Selat Madura. Perseroan akan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku apabila terdapat perkembangan material atas transaksi ini," jelas Supriyanti.
Dikutip dari IDX Mobile, saham RATU terkoreksi 2,74 persen ke harga Rp4.260. Volume transaksi mencapai 6,68 juta unit saham, dengan nilai transaksi Rp28,9 miliar dan frekuensi transaksi 3,66 ribu kali.
