Jakarta, FORTUNE - Emiten produsen cat, PT Avia Avian Tbk (AVIA) menargetkan pertumbuhan pendapatan 6-10 persen pada 2026 dari total pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 8,1 triliun.
Manajemen mengatakan, pencapaian tersebut ditopang oleh eksekusi strategi internal yang solid, meski daya beli masyarakat, terutama segmen menengah ke bawah, belum sepenuhnya pulih. Beberapa strategi agresif yang perseroan lakukan tahun lalu dan bakal dilakukan tahun ini diantaranya menambah jaringan distribusi, meluncurkan sedikitnya 10 produk baru per tahun serta pengembangan IT.
“Target kami pertumbuhan volume bisa mencapai 4-8 persen dengan kenaikan laba bersih mid single digit,” kata Head of Investor Relations PT Avia Avian, Andreas Timothy Hadikrisno di Jakarta, Rabu (4/4).
Pada tahun lalu, perseroan menambah lima pusat distribusi milik sendiri, sehingga total pusat distribusi yang dimiliki sendiri mencapai 129 titik, didukung oleh 15 pusat distribusi mini serta 38 pusat distribusi pihak ketiga. Dengan infrastruktur logistik yang semakin kuat dan terintegrasi, Avian Brands mampu mempertahankan tingkat layanan one-day delivery sebesar 90 persen, memastikan ketersediaan produk dan kualitas layanan yang andal bagi pelanggan di seluruh Indonesia.
Selain itu, Avian Brands terus memperkuat inovasi produk dengan meluncurkan 12 produk baru di segmen solusi arsitektur. Lima produk di antaranya telah tersertifikasi Green Label Singapore. Portofolio produk ramah lingkungan ini terus diperluas dan memberikan kontribusi penjualan yang semakin meningkat.
Meski menghadapi tantangan dan ketidakpastian global tahun ini, Avian masih akan tetap melanjutkan ekspansi. Untuk itu, perseroan akan menganggarkan belanja modal (capex) 5 hingga 8 persen dari total pendapatan tahun lalu sebesar Rp8,1 triliun atau sekitar Rp405–648 miliar untuk mendanai capex rutin dan capex ekspansi.
Adapun, pembiayaan capex rutin mencakup perbaikan dan peningkatan pabrik lama, terutama di Sidoarjo dan Serang, perbaikan dan penguatan sistem, termasuk sistem anti dan operasional, penambahan mesin tinting di titik-titik penjualan dan penambahan armada kendaraan untuk mendukung distribusi.
“Di luar capex rutin, perseroan juga menyiapkan capex ekspansi pabrik Cirebon yang akan beroperasi tahun ini,” kata Andreas.
