Bidik Pertumbuhan Arus Perdagangan Regional, SMDR Perluas Jaringan Pelayaran Asia Timur

- PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperluas jaringan pelayaran ke Asia Timur dengan membuka rute baru yang menghubungkan Jepang dan Korea Selatan untuk memperkuat konektivitas logistik regional.
- Ekspansi ini melengkapi pembukaan rute sebelumnya dari Pelabuhan Kuala Tanjung menuju Singapura dan Penang, memberikan akses langsung ekspor-impor bagi pelaku usaha di Sumatera Utara.
- Pada kuartal I 2026, SMDR mencatat laba bersih US$10,13 juta turun dari tahun sebelumnya, meski pendapatan naik menjadi US$184,33 juta dan total aset meningkat hingga US$1,46 miliar.
Jakarta, FORTUNE - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) memperkuat bisnis logistik dan pelayaran internasional melalui ekspansi jaringan layanan ke kawasan Asia Timur. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menangkap peluang pertumbuhan perdagangan regional sekaligus memperluas konektivitas logistik Indonesia dengan pasar global.
Pada kuartal kedua tahun ini, Samudera meluncurkan layanan kapal kontainer liner mingguan yang menghubungkan sejumlah pusat perdagangan utama di Jepang dan Korea Selatan. Rute baru tersebut mencakup Nagoya dan Kobe di Jepang serta Busan di Korea Selatan, salah satu pelabuhan tersibuk di Asia.
“Melalui layanan di Asia Timur, Samudera optimis dapat mendukung pertumbuhan serta dinamika perdagangan berskala internasional secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujar manajemen perseroan dalam keterangan resmi, Kamis (4/6).
Ekspansi ke Asia Timur melengkapi langkah strategis yang sebelumnya dilakukan Samudera melalui pembukaan rute baru dari Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menuju Singapura dan Penang, Malaysia.
Dengan jadwal pelayaran mingguan, layanan tersebut memberikan akses langsung bagi pelaku usaha di wilayah Sumatera Utara untuk kegiatan ekspor dan impor tanpa harus bergantung pada pelabuhan transit lainnya.
“Dengan jadwal mingguan, rute ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengiriman ekspor dan impor dengan akses langsung melalui Kuala Tanjung,” kta manajemen SMDR.
Sepanjang kuartal I 2026, SMDR membukukan laba bersih sebesar US$10,13 juta, menurun dari US$15,51 juta pada periode serupa di 2025. Itu sejalan dengan koreksi laba sebelum pajak dari US$25,17 juta menjadi US$16,24 juta. Laba per saham perseroan sendiri stagnan di US$0,001.
Namun, dalam periode tersebut, pendapatan perseroan meningkat dari US$181,15 juta menjadi US$184,33 juta. Dari segi neraca, liabilitas perseroan meningkat US$679,16 juta pada akhir Maret 2026, dari sebelumnya US$652,81 juta pada akhir 31 Desember 2025. Demikian pula dengan total aset yang naik dari US$1,42 miliar menjadi US$1,46 miliar. Selaras dengan itu, total ekuitas perseroan meningkat dari US$773,5 juta menjadi US$785,3 juta.


















