Alat Produksi Utama Datang, Proyek Smelter Vale Dipercepat

- PT Vale Indonesia dan mitranya mendatangkan autoclave, alat utama proyek smelter HPAL di Sambalagi, Morowali, menandai percepatan konstruksi fasilitas pengolahan nikel dan kobalt.
- Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang memproduksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP dari 10,4 juta ton bijih limonit yang dipasok dari tambang Bahodopi.
- Sebagai Proyek Strategis Nasional, HPAL Sambalagi menjadi bagian penting hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional melalui kerja sama PT Vale, GEM Co., Ltd., dan EcoPro.
Jakarta, FORTUNE - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan mitranya telah mendatangkan autoclave, peralatan utama untuk proyek smelter High Pressure Acid Leaching (HPAL) di Sambalagi, Bungku Pesisir, Morowali, Sulawesi Tengah.
Kedatangan autoclave menjadi tonggak strategis dalam tahapan konstruksi proyek. Alat itu berperan sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan asam sulfat untuk mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.
"Sebagai jantung dari proses HPAL, autoclave akan memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk bernilai tambah tinggi yang mendukung rantai pasok global kendaraan listrik," kata Presiden Direktur & Chief Executive Officer Vale Indonesia, Bernardus Irmanto dalam keterangannya, dikutip Kamis (23/7).
Sebagai konteks, hasil pengolahan dari proses HPAL adalah Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), material antara yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.
Fasilitas HPAL Sambalagi didesain untuk memiliki kapasitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam bentuk MHP, dengan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun yang berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi. Pabrik dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) sebagai bagian dari pengembangan fasilitas yang ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.
Sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), Proyek HPAL Sambalagi menjadi bagian penting dalam mempercepat hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional. Status tersebut ditetapkan melalui Permenko Perekonomian No. 9 Tahun 2022 dan No. 21 Tahun 2022 yang menetapkan mega-proyek integrasi tambang PT Vale di Blok Bahodopi dan fasilitas pengolahan nikel sebagai PSN.
Proyek HPAL terintegrasi dengan tambang Blok Bahodopi ini dikembangkan melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan antara PT Vale, GEM Co., Ltd., dan EcoPro.



















