Comscore Tracker
BUSINESS

Alessa eX3000 Ramaikan Pasar Motor Listrik di Indonesia

Kapasitas produksi motor listrik inii 200 unit per hari.

Alessa eX3000 Ramaikan Pasar Motor Listrik di IndonesiaFounder Alessa Motor Nusantara Ing Tindjaja Soetadji (kiri) dan Co Founder Handodjo Sutjipto (kanan) menunjukkan baterai yang terdapat pada motor listrik eX 3000. (ANTARAFOTO/Indrianto Eko Suwarso)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – PT Alessa Motors Nusantara, akan memproduksi motor listrik eX3000. Hadirnya produk tersebut turut meramaikan tren kendaraan listrik di Indonesia.

President Director & Founder PT Alessa Motors Nusantara, Ing Tindjaja Soetadji, mengatakan motor listrik eX3000 adalah murni karya anak bangsa Indonesia. “eX3000 adalah produk dalam negeri, merk dalam negeri dan 100 persen dimiliki orang Indonesia, perusahaannya yang berdiri dari tahun 2019 bukan dari penanaman modal asing (PMA),” kata Soetadji dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Senin (27/6).

Soetadji menjelaskan, Alessa eX3000 hadir dengan konsep kendaraan nyaman, berspesifikasi tinggi, dan memiliki harga yang terjangkau. “Desain kami minimalis, tapi bergaya anak muda,” tuturnya.

Spesifikasi eX3000

Co Founder Alessa Motor Nusantara Handodjo Sutjipto mencoba mengendarai motor listrik eX 3000 di lapangan Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (25/6).

Salah satu keunggulan spesifikasi eX3000 adalah penggunaan smart battery berdaya 2 KwH di saat motor listrik di kelasnya, biasanya menggunakan baterai dengan daya 1,2-1,5 KwH. “Dengan daya 2 kWh tersebut, jarak tempuh baterai eX3000 bisa mencapai kecepatan rata-rata 70 km/jam,” kata Soetadji.

Alessa eX3000 memiliki desain futuristik yang menarik. Untuk dimensinya, eX3000 berukuran 1900 mm x 730 mm x 1.120 mm, dengan berat kendaraan 70 kg dan baterai berbobot 17 kg. Motor ini dilengkapi dengan lampu LED, sistem One Keystart dan kelengkapan elektronik, mulai dari Bluetooth hingga USB charger.

Bisnis startup menggandeng UKM

Booth Alessa Motors Nusantara di Indocomtech, JCC, Sabtu (25/6).

Hal menarik lain dari Alessa, kata Soetadji, adalah bentuk usaha yang mengadopsi sistem startup. “Tidak punya karyawan dalam jumlah banyak tapi kami bermitra dengan perusahaan Usaha Kecil Menengah (UKM) lainnya. Kami berharap produk Alessa yang diproduksi di Cikarang turut mendongkrak usaha kecil dan menengah di sekitar kami,” ujarnya.

Dalam produksi eX3000, Alessa pun menggandeng sejumlah UKM lokal, sebagai mitra pemasok. Namun demikian, kualitas produk lokal ini dijamin tidak mengecewakan, karena punya spesifikasi tinggi di kelasnya dan harga yang cukup terjangkau. “Kapasitas produksi kami, 200 unit per hari,” ucap Soetadji.

Tidak hanya motor listrik

Proses charging mobil listrik.

PT Alessa Motors Nusantara tidak hanya akan memproduksi motor listrik. Ke depan, perusahaan ini juga sudah siap menjadi pemain dalam ekosistem kendaraan listrik. Alessa tengah mempersiapkan mobil listrik dan dalam waktu dekat akan menyediakan baterai, charging & swap station, sampai ke aplikasi perangkat lunaknya.

Alessa berencana membangun sekitar 200 charging & swap station di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendukung penjualan eX3000 dan memaksimalkan pelayanan purna jual mereka. Ia berharap, pertumbuhan industri otomotif berbasis listrik di Indonesia akan semakin positif, ditopang hadirnya regulasi, baik dari pemerintah pusat maupun daerah.

Related Articles