BUSINESS

Mengenal Asesmen di Dunia Kerja: Tujuan, Fungsi, dan Langkahnya

Penting untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan karyawan.

Mengenal Asesmen di Dunia Kerja: Tujuan, Fungsi, dan Langkahnyailustrasi feedback (freepik.com/freepik)
15 May 2024
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEAsesmen atau penilaian di Dunia Kerja adalah salah satu proses penting bagi divisi Human Resources (HR). Adanya proses ini diharapkan mampu menjaga kinerja dan produktivitas pekerja, terutama efisiensi biaya rerutmen.

Pada proses penilaian kinerja, karyawan dapat menjelaskan pencapaian dan tantangan yang mereka temui. Dari hasil tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi dan mencari cara bagaimana karyawan dan perusahaan bisa berkembang.

Jobstreet menuliskan mengartikan asesmen sebagai penilaian yang terdiri dari beberapa tahap, mulai dari mengumpulkan, menganalisis, sampai menginterpretasi data dan informasi tentang para pekerja. Hal ini dilakukan dengan fokus pada strategi jangka panjang, dengan harapan para karyawan dapat kemauan belajar untuk bisa menunjukkan performa yang lebih baik lagi.

Untuk bisa lebih mengetahui apa itu asesmen, berikut akan ulasan perihal asesmen dalam dunia kerja secara lebih lanjut.

Tujuan

Berbicara tujuan, asesmen dilakukan untuk mengembangkan profesionalitas dan daya saing para pekerja dalam jangka panjang.

Hal ini akan memungkinkan perusahaan mendapatkan data untuk menganalisis kelebihan dan kelemahan karyawan. Dengan demikian, perusahaan bisa memberikan saran konkret yang tepat sasaran untuk para pekerjanya.

Bila dirinci, berikut ini adalah beberapa tujuan dari asesmen di dunia kerja:

  1. Menjadi bahan evaluasi perusahaan untuk perbaikan karyawan atau calon karyawannya, entah itu secara personal maupun profesional.
  2. Menjadi bentuk apresiasi dan motivasi kerja bagi karyawan. Adanya asesmen dapat meningkatkan kontribusi dan kinerja karyawan.
  3. Menjadi sumber informasi untuk menentukan kenaikan jabatan, promosi, dan mutasi kerja.
  4. Jadi sarana menemukan rencana pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan perusahaan maupun karyawan.
  5. Jadi penilaian yang baik untuk dapat meningkatkan produktivitas dan kepercayaan diri karyawan. Dengan demikian, kesejahteraan hidup karyawan juga akan meningkat.

Fungsi

Setidaknya, ada dua fungsi yang bisa diberikan oleh proses asesmen bagi perusahaan, yakni:

  1. Asesmen formatif
    Asesmen yang juga dikenal sebagai asesmen diagnostik ini dilakukan dengan mempelajari kelebihan dan kekurangan pekerja secara menyeluruh. Misalnya, dari segi kemampuan teknis, karakter, dan lainnya. Hal ini akan menjadi dasar bagi strategi pengembangan diri yang tepat sasaran bagi pegawai.
  2. Asesmen sumatif
    Asesmen ini lebih bersifat evaluatif, di mana pekerja akan dinilai berdasarkan tingkat performa dari waktu ke waktu. Biasanya, hal ini dilakukan pada akhir durasi kerja, misalnya per kuartal, semester, atau tahunan. Asesmen ini umumnya akan menentukan berapa besar bonus yang didapat karyawan atau besaran kenaikan gaji.

Related Topics