Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Daftar Perusahaan Jusuf Kalla dan Bisnis Kalla Group

Daftar Perusahaan Jusuf Kalla dan Bisnis Kalla Group
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (kalla.co.id)
Intinya Sih
  • Daftar perusahaan Jusuf Kalla tersebar di berbagai sektor strategis melalui Kalla Group.

  • Bisnis utama mencakup otomotif, logistik, konstruksi, energi, hingga properti.

  • Portofolio energi terbarukan mencakup PLTA Poso 515 MW dan Malea 90 MW.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE — Selain dikenal sebagai Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla juga membangun jaringan bisnis melalui Kalla Group yang mengelola sejumlah unit usaha lintas industri.

Daftar perusahaan Jusuf Kalla mencakup berbagai sektor strategis melalui Kalla Group, mulai dari otomotif, logistik, konstruksi, hingga energi terbarukan. Kelompok usaha ini berkembang dari bisnis keluarga yang dirintis sejak 1952 dan kini memiliki portofolio terdiversifikasi di Indonesia, terutama kawasan timur.

Ekspansi bisnis ini mencerminkan pergeseran dari sektor perdagangan dan distribusi menjadi konglomerasi dengan lini usaha terintegrasi. Berikut daftar perusahaan Jusuf Kalla melalui Kalla Group berdasarkan sektornya.

1. Sektor otomotif

Di sektor otomotif, Kalla Group mengoperasikan Kalla Toyota yang menjadi salah satu dealer pendiri Toyota di Indonesia di bawah PT Toyota Astra Motor. Unit ini bergerak dalam penjualan kendaraan, layanan purnajual, hingga perdagangan mobil bekas melalui Toyota Trust.

Selain itu, terdapat OtoXpert yang berfokus pada layanan servis kendaraan multibrand dengan pendekatan efisiensi waktu dan biaya. Layanan ini didukung teknisi bersertifikat dan telah hadir di sejumlah kota seperti Parepare, Kendari, dan Palu.

Dalam pengembangan lain, bisnis otomotif juga diperluas melalui Kalla Kars yang mencakup distribusi kendaraan serta layanan bengkel, suku cadang, dan aksesori untuk berbagai merek.

2. Sektor transportasi dan logistik

Sektor transportasi dan logistik merupakan fondasi awal bisnis Kalla Group. Saat ini, lini usaha ini mencakup Kalla Logistics, Kalla Transport, serta Kalla Lines.

Kalla Logistics menyediakan layanan terpadu seperti distribusi pengiriman, freight forwarding, trucking, pergudangan, hingga cold storage. Model layanan terintegrasi memungkinkan pelanggan mengakses berbagai kebutuhan logistik melalui satu pintu.

Sementara itu, Kalla Transport mengelola layanan penyewaan kendaraan untuk kebutuhan korporasi, pemerintah, maupun individu dengan durasi fleksibel. Layanan ini juga mencakup transportasi penumpang dan logistik melalui Cahaya Bone yang melayani berbagai rute di Sulawesi.

Kalla Lines melengkapi jaringan ini dengan armada kapal untuk distribusi barang, terutama di wilayah yang sulit dijangkau jalur darat.

3. Sektor konstruksi

Pada sektor konstruksi, Kalla Group memiliki sejumlah unit usaha seperti Kalla Aspal, PT Bumi Karsa, dan Kalla Beton.

Kalla Aspal berperan sebagai agen aspal curah dari PT Pertamina untuk wilayah Indonesia Timur, termasuk Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan Nusa Tenggara. Perusahaan ini didukung jaringan distribusi yang mencakup kapal tanker dan terminal aspal di berbagai daerah.

PT Bumi Karsa bergerak di bidang jasa konstruksi dengan cakupan proyek seperti jalan, jembatan, bendungan, pelabuhan, hingga proyek strategis nasional. Perusahaan ini juga mengelola plant dan alat berat untuk mendukung operasional proyek.

Sementara itu, Kalla Beton memproduksi beton siap pakai serta produk pracetak seperti paving block, panel dinding, dan mini pile. Selain itu, perusahaan juga memproduksi bata ringan dan semen mortar untuk kebutuhan konstruksi.

4. Sektor properti

Di sektor properti, PT Kalla Inti Karsa menjadi pengembang utama yang mengelola berbagai aset komersial di Makassar. Beberapa properti yang dioperasikan antara lain Mal Ratu Indah, NIPAH Park, dan Wisma Kalla.

NIPAH Park dikembangkan dengan konsep green building yang mengintegrasikan aspek lingkungan dalam desain dan operasional kawasan. Selain itu, perusahaan juga menyediakan layanan leasing untuk ruang ritel, perkantoran, serta kegiatan pameran.

Pengembangan kawasan hunian dilakukan melalui Bukit Baruga yang mencakup area seluas sekitar 300 hektare. Kawasan ini dilengkapi fasilitas pendidikan, olahraga, hingga rekreasi seperti Bugis Waterpark Adventure.

5. Sektor energi terbarukan

Kalla Group juga mengembangkan bisnis energi melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Dua proyek utama adalah PT Poso Energy dan PT Malea Energi.

PT Poso Energy mengoperasikan PLTA berkapasitas 515 MW di Sulawesi Tengah dengan komitmen penjualan listrik ke PLN sebesar 1.669 GWh. Proyek ini mulai beroperasi secara komersial pada 2023 setelah melalui dua tahap pembangunan.

Sementara itu, PT Malea Energi mengelola PLTA berkapasitas 2x45 MW di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang telah beroperasi sejak 2021 dengan total komitmen energi sebesar 474 GWh. Kedua proyek ini menjadi bagian dari portofolio energi baru terbarukan Kalla Group.

6. Sektor mineral

Di sektor mineral, PT Bumi Mineral Sulawesi mengelola fasilitas pengolahan nikel. Perusahaan ini mengoperasikan smelter feronikel dengan kapasitas 33.000 ton per tahun.

Selain itu, pembangunan smelter nikel sulfat untuk baterai dengan kapasitas 31.400 ton per tahun masih berlangsung. Operasional industri ini didukung pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas 3x75 MW.

Teknologi yang digunakan dalam proses produksi adalah electric furnace yang umum digunakan dalam industri smelter nikel.

7. Sektor hospitality

Melalui PT Inti Karsa Persada, Kalla Group menjalankan bisnis hospitality yang mencakup food and beverage serta pengelolaan fasilitas acara.

Unit usaha ini mengelola berbagai brand seperti Gastros Café, SAO Eating Point, Warung Kuliner, dan Timur Resto. Selain itu, perusahaan juga mengoperasikan Saoraja Ballroom yang berlokasi di Wisma Kalla.

Bisnis ini melengkapi ekosistem properti dan komersial yang dikembangkan grup.

8. Sektor pendidikan

Kalla Group juga mengembangkan sektor pendidikan melalui Sekolah Islam Athirah dan Kalla Institute.

Sekolah Islam Athirah didirikan pada 1984 di Makassar dan terus berkembang dengan membuka unit pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas. Sekolah ini juga mengembangkan konsep boarding school di Kabupaten Bone.

Sementara itu, Kalla Institute menyediakan pendidikan tinggi dengan program studi seperti Bisnis Digital, Kewirausahaan, Manajemen Ritel, dan Sistem Informasi. Institusi ini difokuskan pada pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Struktur bisnis terdiversifikasi

Portofolio bisnis Kalla Group menunjukkan diversifikasi lintas sektor yang mencakup otomotif, logistik, konstruksi, energi, hingga pendidikan.

Ekspansi ini didukung integrasi antarunit usaha, terutama dalam distribusi, infrastruktur, dan pengembangan kawasan di Indonesia Timur.

Demikian daftar perusahaan Jusuf Kalla yang tersebar di berbagai sektor strategis melalui Kalla Group.

FAQ seputar daftar perusahaan Jusuf Kalla

Apa saja sektor bisnis Kalla Group milik Jusuf Kalla?

Kalla Group bergerak di sektor otomotif, logistik, konstruksi, properti, energi, mineral, hospitality, dan pendidikan.

Apa perusahaan energi milik Kalla Group?

Perusahaan energi utamanya adalah PT Poso Energy dan PT Malea Energi yang mengelola PLTA.

Apa unit bisnis otomotif Kalla Group?

Unit otomotif meliputi Kalla Toyota, OtoXpert, dan Kalla Kars.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More