Comscore Tracker
BUSINESS

Definisi Risk Management, Skill, dan Tanggung Jawabnya

Divisi risk management jadi bagian penting perusahaan.

Definisi Risk Management, Skill, dan Tanggung Jawabnyaorang bertemu di kantor menulis memo. shutterstock/Indypendenz

by Desy Yuliastuti

Jakarta, FORTUNE - Risk management adalah langkah manajemen yang diperlukan untuk mencegah kerugian besar perusahaan. Sebagai divisi yang mengantisipasi beragam risiko, tanggung jawab bagian risk management juga banyak dan berat.

Apa saja tanggung jawabnya Dan skill atau kemampuan apa yang harus dimiliki bila ingin bekerja di bidang ini? 

Melansir Glints, perusahaan dan organisasi nirlaba membutuhkan risk management untuk menghadapi hal tak terduga. Bisa dibilang risk management adalah garda terdepan dari  kejadian tak diinginkan, seperti bencana alam, pencurian dana, kehilangan staf dan pelanggan, hingga bocornya dokumen-dokumen penting.

Risk management adalah kunci dari pencegahan kerugian organisasi dalam skala besar dan dibutuhkan ahli untuk memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan tersebut serta solusinya untuk perusahaan. Dengan demikian dengan menjadi divisi tersendiri, risk management bertugas untuk melakukan proses identifikasi risiko, menetapkan prosedur, menghindari, hingga mengatasi dampak permasalahan yang tak dapat diprediksi.

Tugas dan tanggung jawab risk management

Risk management adalah divisi yang memiliki tugas yang kompleks, seperti bertanggung jawab menentukan risiko keuangan, keselamatan, dan keamanan untuk perusahaan atau organisasi mereka.

Dilansir dari Glassdoor dan Robert Half berikut adalah tugas dan tanggung jawab seorang  risk management officer mengidentifikasi risiko finansial, keselamatan, atau keamanan yang mungkin akan dihadapi perusahaan.

  1. Menyiapkan rencana dan tindakan untuk mengurangi faktor risiko.
  2. Mengumpulkan informasi keuangan dari klien seperti pendapatan, aset, dan utang.
  3. Mengelola kebijakan asuransi perusahaan.
  4. Melakukan risk evaluation, sebuah penilaian terhadap cara perusahaan menangani risiko sebelum-sebelumnya.
  5. Menetapkan kebijakan terhadap jumlah risiko yang dapat diambil perusahaan.
  6. Menjelaskan kemungkinan risiko eksternal yang ditimbulkan oleh tata kelola perusahaan kepada para stakeholder.
  7. Melakukan audit terhadap kebijakan dan kepatuhan pengambilan risiko.
  8. Bekerja sama dengan auditor internal dan eksternal perusahaan.
  9. Mendokumentasikan catatan kebijakan dan klaim asuransi perusahaan.
  10. Meninjau kontrak baru atau proposal bisnis internal.
  11. Membangun kesadaran mengenai risiko pada staf perusahaan dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan.

Skill dan kualifikasi yang harus dimiliki risk management

Mengutip Bright Network, apabila Anda ingin bekerja sebagai risk manager Anda perlu mengenal dan bekerja dengan setiap departemen di perusahaan. Selain itu, diperlukan kemampuan untuk membangun hubungan yang baik dengan atasan dan klien perusahaan. Berikut ini kualifikasi yang dibutuhkan seorang risk management officer.

1. Problem solving

Risk management adalah pekerjaan yang membutuhkan banyak strategi. Bertemu dengan ratusan kemungkinan tiap harinya, Anda dan rekan-rekan kerja akan ditugaskan untuk menganalisis dan merencanakan berbagai tindakan. Dengan demikian, Anda harus menempa diri agar kemampuan problem solving Anda di atas rata-rata.

2. Kemampuan analisis

Fokus utama pekerjaan ini adalah mencegah risiko yang merugikan perusahaan.

Untuk itu Anda diwajibkan untuk memiliki kemampuan analisis (khususnya analisis numerik) yang mumpuni agar dapat menemukan kemungkinan dan segera menemukan langkah terbaik untuk mencegahnya.

3. Mengerti bisnis dan numerik

Untuk mengidentifikasi dan memperkirakan risiko pada suatu perusahaan, Anda harus memahami cara kerja bisnis serta semua faktor internal dan eksternalnya.

Tak hanya itu, Anda harus paham mengenai dasar numerik dikarenakan analisis risiko melibatkan banyak angka, seperti biaya, perkiraan risiko, probabilitas, dan sebagainya.

Meskipun Anda tidak perlu menjadi ahli matematika, Anda harus merasa nyaman dan percaya diri dengan kemampuan berhitung Anda.

4. Komunikasi dan diplomasi

Bagian dari risk management adalah melakukan sosialisasi terhadap risiko  dan perencanaan untuk menghadapinya pada jajaran direktur dan juga staf-staf di kantor.

Kamu juga harus berdiskusi dengan departemen lain untuk memutuskan rencana terbaik, meyakinkan staf untuk mulai sadar akan ragamnya risiko, berhubungan dengan auditor eksternal,  dan meyakinkan atasan Anda. Tentunya skill komunikasi dan diplomasi akan sangat dibutuhkan oleh seorang risk management officer.

5. Tahan terhadap tekanan kerja

Kemungkinan dan risiko dapat berubah kapan saja tanpa diduga. Bereaksi pada kemungkinan-kemungkinan kejadian yang tak terhitung memerlukan tingkat ketenangan yang tinggi.

Karena jika perencanaan tidak berjalan mulus, rencana cadangan dari divisi risk management-lah yang akan  menyelamatkan nyawa perusahaan. Maka, pastikan Anda dapat bekerja dalam tekanan sebelum memutuskan untuk bekerja sebagai risk management officer.

6. Memiliki latar belakang kuantitatif

Saat memindai CV kandidat, perusahaan mengutamakan calon manajer risiko yang memiliki latar belakang akademik kuantitatif kuat. Risk management adalah divisi yang dipenuhi oleh mereka yang memiliki gelar fisika, statistik, atau ilmu komputer. 

Namun, menurut Risk Management Guru, firma dan perusahaan finansial top juga mencari individu dengan background akademik yang kuat di bidang keuangan. Idealnya memiliki sejarah mata kuliah yang berkaitan dengan bidang keuangan kuantitatif. Manajer perekrutan belakangan ini juga mencari individu dengan gelar spesifik dari Manajemen Risiko.

Keuntungan ada risk management di perusahaan

Mengacu pada Osler, perusahaan dapat memiliki keuntungan apabila memiliki divisi risk management, salah satunya perusahaan dapat melihat kemungkinan risiko dari terkecil hingga terbesar. Departemen tersebut juga dapat memberikan wawasan dan informasi kepada dewan direksi agar lebih waspada.

Selain itu, memberikan insentif tambahan pada perusahaan melalui kerja sama dengan klien terkait pembentukan kebijakan, mengurangi beban transaksi bisnis dengan adanya perencanaan yang terstruktur, dan membantu perusahaan membingkai permasalahan finansial mereka.

Tak hanya itu, risk management juga mampu meningkatkan kepuasan pelanggan karena adanya penilaian terhadap risiko berkurangnya minat customer. Dari sisi keamanan pun dapat meningkatkan cybersecurity perusahan.

Intinya, Risk Management adalah divisi yang menerapkan sejumlah kebijakan berdasarkan hasil analisis mereka terhadap ratusan kemungkinan yang dapat merugikan perusahaan. Demikian penjelasan mengenai risk management, semoga bermanfaat untuk Anda.

Related Articles