Comscore Tracker
BUSINESS

Ada Jepang dan Cina, Komitmen Investasi di KEK Kendal Capai Rp27 T

Komitmen investasi ini berasal dari 75 pelaku usaha.

Ada Jepang dan Cina, Komitmen Investasi di KEK Kendal Capai Rp27 TKunjungan Menko Perekonomian ke KEK Galang Batang (31/1/2020). (kek.go.id)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Komitmen investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah, telah mencapai Rp27 triliun hingga Juli 2022.

Komitmen investasi ini berasal dari 75 pelaku usaha dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, dan Hongkong, serta termasuk juga investor dari dalam negeri. Investasi tersebut mampu menyerap kebih dari 12 ribu tenaga kerja dan menghasilkan nilai ekspor US$50 juta.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Nasional KEK dalam kunjungannya ke Kawasan Industri Kendal (KIK), Sabtu (23/7).

"Dari data-data tersebut, dapat kita lihat bahwa investasi dan fasilitas fiskal yang diberikan pemerintah, termasuk juga tax holiday, berhasil mendorong peningkatan ekspor," katanya dalam keterangan resmi (24/7)

KIK mendapatkan banyak kelebihan dibandingkan kawasan industri lainnya. Di antaranya adalah fasilitas dan kemudahan yang didapatkan dalam urusan fiskal dan non fiskal, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).

"Perkembangan yang terlihat di KEK Kendal membuktikan bahwa kebijakan yang diambil pemerintah telah memberikan hasil yang baik. Investasi yang hadir di sini telah membuahkan lapangan kerja yang banyak bagi masyarakat sekitar," ujarnya.

Ada kawasan industri Batang

Selain KEK Kendal, Jawa Tengah juga memiliki kawasan industri Batang. Berdasarkan keterangan dari laman Central Java Investment Platform (CJIP), KIT Batang rencananya akan dikembangkan menjadi 3 gugus yang dibagi menurut klasifikasi industri.

Perinciannya adalah sebagai berikut:  

Klaster 1: Luas ±3.100 hektare (ha), diperuntukkan bagi industri manufaktur, mebel, makanan dan minuman, pergudangan, garmen, otomotif, baterai tekstil, dan industri kimia.

Klaster 2: Luas ±800 ha, diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman, teknologi informasi dan komunikasi, serta elektronik dan pergudangan.  

Klaster 3: Luas ±400 ha, diperuntukkan bagi penelitian dan pengembangan, serta industri komersial lainnya (studi masih berlangsung).


 

Related Topics

Related Articles