Comscore Tracker
BUSINESS

Masuk 2022, Pasar Otomotif Inggris Masih Dihantui Kekurangan Chip

Kelangkaan chip industri otomotif Inggris masih terjadi.

Masuk 2022, Pasar Otomotif Inggris Masih Dihantui Kekurangan ChipMobil Termahal 2021. (ShutterStock/Classic Topcar)

by Eko Wahyudi

Jakarta, FORTUNE - Kekurangan chip semikonduktor global diprediksi masih akan mengganggu penjualan mobil Inggris sepanjang tahun ini, dan hingga 2023. Sebab, permintaan mobil baru mulai tumbuh pada 2021.

Kepala eksekutif Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) Mike Hawes mengatakan, rata-rata kendaraan membutuhkan antara 1.500 dan 3.000 chip semikonduktor.  "Kami pikir permintaan masih ada dan permintaan masih kuat," kata Hawes seperti dikutip dari Reuters, Kamis (6/1).

Kekurangan chip, yang digunakan dalam segala hal mulai dari sensor rem hingga power steering hingga sistem hiburan, telah menyebabkan pembuat mobil di seluruh dunia untuk memotong atau menangguhkan produksi. Dampaknya, harga kendaraan baru dan bekas pun terkatrol naik di tengah peningkatan permintaan dari konsumen.

Penjualan mobil di Inggris

Hawes pun menambahkan, kekurangan chip akan merusak pasar selama 2022 dan ini akan berlanjut hingga 2023. Adapun, SMMT mencatat jumlah mobil baru di Inggris secara keseluruhan naik sekitar 1 persen menjadi 1,65 juta unit versus 1,63 juta pada tahun 2020.

Mobil baterai listrik (BEV) sepenuhnya menyumbang 11,6 persen dari penjualan pada tahun 2021, lebih dari penjualan kumulatif untuk 2016 hingga 2020. Pada Desember, BEV mencapai sekitar seperempat dari penjualan mobil Inggris. Sementara itu, mobil hibrida yang memiliki baterai dan mesin pembakaran, menyumbang 8,9 persen dari penjualan pada tahun 2021.

Sebelum lonjakan kasus omicron, SMMT telah memperkirakan penjualan mobil Inggris sebesar 1,96 juta unit pada tahun 2022, di bawah tingkat pengoperasian normal sekitar 2,3 juta unit.

Inggris akan larang mobil berbahan bakar fosil tahun 2030

Pemerintah Inggris merencanakan larangan efektif pada model bahan bakar fosil murni pada tahun 2030. Tetapi SMMT mengatakan bahwa lebih banyak yang harus dilakukan untuk menurunkan harga kendaraan listrik dan untuk meningkatkan infrastruktur pengisian daya, terutama untuk pengisian daya di jalan.

Di seluruh Eropa dan Amerika, menyediakan akses pengisian daya bagi yang memarkir mobil mereka di jalan merupakan tantangan besar. “Biaya mobil dan masalah pengisian adalah hambatan terbesar bagi orang-orang yang mempertimbangkan jenis pembelian ini," kata Hawes.

Related Articles