Jakarta, FORTUNE - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) membukukan pendapatan US$270,29 juta sepanjag paruh pertama 2026. Jumlah tersebut mencerminkan kenaikan 51 persen dibandingkan US$178,96 juta pada akhit Juni tahun lalu.
Kenaikan tersebut juga diikuti kenaikan EBITDA sebesar 39 persen secara tahunan menjadi US$34,82 juta, sedangkan laba untuk periode tersebut menyentuh US$10,81 juta.
GMF CEO, Andi Fahrurrozi, menjelaskan kinerja semester pertama 2026 ditopang oleh tingginya pendapatan Time Material Basis (TMB) dari grup Garuda Indonesia maupun pelanggan non grup, khususnya proyek reaktivasi pesawat di segmen rangka pesawat dan pekerjaan mesin untuk perusahaan penyewaan di segmen mesin. Selain itu upaya perusahaan menjaga efisiensi operasional.
"Di tengah peningkatan aktivitas bisnis, GMF juga berhasil mengelola biaya operasional, sehingga laba operasional mampu menutupi biaya keuangan serta kerugian dari depresiasi rupiah terhadap mata uang asing pada periode kuartal kedua," ujar dia dalam keterangan resminya, Senin (21/9).
Selama kuarta kedua 2026, anak usaha Garuda Indonesia ini mencatatkan perluasan jangkauan bisnis di pasar domestik dan internasional. GMFI meresmikan fasilitas perawatan pesawat ATR di Pondok Cabe. Fasilitas tersebut memberi GMF fleksibilitas operasional yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhan perawatan pelanggan sekaligus mendukung perluasan kapasitas layanan.
Di segmen badan pesawat, GMFI menyelesaikan pengaktifan kembali dua pesawat Airbus A320 dan satu pesawat ATR yang dioperasikan oleh Citilink. Di pasar internasional, GMFI memperkuat portofolio layanannya melalui penyelesaian perbaikan roda pendaratan untuk K-Mile Air, pemeriksaan C-Check pada Boeing 747 yang dioperasikan oleh Pecotox Air, dan dukungan untuk penerbangan perdana T'way Air.
"Seiring dengan semakin matangnya berbagai rencana ekspansi dan pengembangan bisnis kami, GMF tetap optimis dalam memperkuat kemampuannya dan mempertahankan efisiensi operasional untuk mendukung pertumbuhan yang semakin berkelanjutan," ujar dia.
GMF juga memperoleh sertifikasi AS9100D dari SIRIM QAS International, Malaysia. Sertifikasi tersebut mencerminkan implementasi kemampuan, strander layanan dan system manjaemen mutu yang diakui secar ainternsaional untuk industry penerbangan, penerbangan, kedirgantaraan, dan pertahanan. Andi mengatakan setifikasi tersebut membuka peluang bagi perusahaan mengembangkan struktur pesawat terbang.
Dari sisi permodalan, GMFI membukukan total ekuitas US$144,62 juta, dibandingkan dengan defisit modal sebesar US$248,99 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
