Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GVV Batch 9 Pilih 5 Startup untuk Kembangkan Solusi Berbasis AI
Neneng Goenadi, Chief Executive Officer, Grab Indonesia beserta 5 startup terpilih GVV Batch 9 (dok. Grab Indonesia)
  • Lima startup berbasis AI terpilih sebagai peserta GVV Batch 9 untuk mengembangkan solusi di berbagai sektor, mulai dari rekrutmen, operasional frontline, layanan keuangan, commerce, hingga rantai pasok protein halal.

  • GVV Batch 9 didukung oleh Superbank, Komdigi, dan Sweef Institute sebagai mitra strategis yang menghadirkan akses ke ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, dan peluang pendanaan bagi startup terpilih.

  • Sejak 2018, lebih dari 800 startup telah mendaftar GVV dan 40 startup telah menjadi alumni, dengan lebih dari 85% alumni masih beroperasi hingga saat ini.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Grab Ventures Velocity (GVV), program akselerator startup unggulan Grab Indonesia untuk startup post-seed, resmi memulai Batch 9 dengan mengumumkan lima startup terpilih. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, GVV telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni, dengan lebih dari 85 persen di antaranya masih beroperasi hingga sekarang. Tahun ini, GVV mengusung tema “Grab For Indonesia: Building an AI-Powered Resilient Ecosystem” dengan fokus pada pengembangan solusi berbasis artificial intelligence (AI).

Fokus tersebut hadir di tengah perkembangan ekosistem AI Indonesia yang semakin pesat. Saat ini, terdapat lebih dari 45 startup AI di Indonesia. Namun, porsi pendanaan yang masuk ke startup AI Indonesia masih sekitar 4% dari total pendanaan AI di ASEAN-10. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan dan peluang pengembangan solusi AI di Indonesia masih terbuka luas.

Di tengah perkembangan tersebut, GVV Batch 9 mempertemukan lima startup yang membawa AI ke berbagai persoalan bisnis dan sektor industri. Kelimanya mengembangkan solusi untuk kebutuhan yang berbeda, mulai dari rekrutmen dan operasional tenaga kerja hingga layanan keuangan, commerce, dan rantai pasok protein halal.

Algobash: Membawa AI ke Proses Rekrutmen

Algobash (dok. Grab Indonesia

Melinda Wardiman, Co-Founder & COO Algobash dan Co-Founder IQdemia, membawa Algobash ke GVV Batch 9 dengan solusi yang berfokus pada salah satu proses penting dalam bisnis: mencari dan menilai talenta. Algobash merupakan platform berbasis AI untuk rekrutmen dan talent assessment. Solusinya mencakup AI video interviews, asesmen psikometri, dan technical skills testing untuk membantu perusahaan dalam proses seleksi kandidat.

Penggunaan AI di Algobash tidak berhenti pada otomatisasi pekerjaan administratif. Teknologi digunakan untuk membantu proses penilaian kandidat secara lebih terstruktur melalui berbagai tahapan asesmen. Melalui GVV Batch 9, solusi tersebut dapat dikembangkan dan diuji lebih lanjut untuk melihat bagaimana teknologi dapat mendukung kebutuhan rekrutmen perusahaan dengan skala dan karakteristik yang lebih kompleks.

Dash: Ketika AI Bantu Operasional di Lapangan

Aditya Brahmana, Co-Founder dan CEO Dash (dok. Grab Indonesia)

Berbeda dari Algobash, Aditya Brahmana, Co-Founder dan CEO Dash, membawa AI ke persoalan operasional yang berlangsung di lapangan. Dash merupakan platform berbasis AI untuk membantu perusahaan mengelola frontline operations yang tersebar di berbagai lokasi. Solusinya mencakup penjadwalan tenaga kerja, distribusi tugas, penggajian, backfill, hingga akses armada kendaraan listrik.

Dash saat ini memiliki sekitar 55 klien enterprise aktif dan 2.000 pekerja aktif di lebih dari 20 kota di Indonesia. Pada kuartal pertama 2026, platform Dash telah menyelesaikan sekitar 2,29 juta tugas. Skala tersebut menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan sebagai bagian dari pengelolaan operasional sehari-hari, ketika perusahaan harus mengkoordinasikan pekerja, tugas, dan aktivitas di berbagai lokasi.

Dalam GVV Batch 9, Dash memiliki kesempatan untuk mengeksplorasi lebih lanjut penerapan solusinya melalui kebutuhan frontline operations dalam ekosistem Grab.

Fineksi: Solusi AI Percepat Analisis dan Keputusan Kredit

Wildiyanto Yawin, Co-Founder & CEO Fineksi (dok. Grab Indonesia)

Wildiyanto Yawin, Co-Founder & CEO Fineksi, membawa AI ke sektor layanan keuangan melalui platform yang dirancang untuk membantu institusi keuangan memproses informasi dan melakukan penilaian risiko. Fineksi mengembangkan solusi AI-powered document intelligence dan credit underwriting yang mencakup risk assessment, analisis laporan keuangan, fraud detection, dan pengambilan keputusan kredit.

Teknologi Fineksi dapat memproses berbagai dokumen, mulai dari rekening koran, laporan keuangan, dokumen legal, invoice, hingga dokumen aplikasi pinjaman. Menurut data yang disampaikan Fineksi, proses analisis dapat dipercepat hingga 40 kali, dengan peningkatan produktivitas sebesar 80 persen dan pengurangan human error sebesar 95 persen.

Use case ini menunjukkan bagaimana AI dapat mendukung proses bisnis yang membutuhkan kecepatan sekaligus ketelitian dalam pengolahan informasi dan pengambilan keputusan. Sebagai bagian dari GVV Batch 9, Fineksi terpilih untuk menjalankan pilot project bersama Superbank, guna mengeksplorasi penerapan solusi AI-powered document intelligence dalam proses bisnis perbankan. Kolaborasi ini sekaligus menjadi pilot project pertama Superbank dengan startup peserta GVV, setelah Superbank mulai mendukung program GVV sejak Batch 8.

Grivy: Menghubungkan Engagement Online dengan Penjualan Offline

Jan B. Oudeman, Founder & CEO Grivy (dok. Grab Indonesia)

Bagi Jan B. Oudeman, Founder & CEO Grivy, persoalan yang dihadapi bisnis bukan hanya bagaimana mendapatkan perhatian konsumen, tetapi juga memahami apakah perhatian tersebut benar-benar menghasilkan penjualan. Grivy mengembangkan platform commerce intelligence yang menghubungkan keterlibatan pelanggan secara online dengan penjualan offline melalui O2O attribution, AI commerce agents, dan promosi digital.

Solusi tersebut membantu bisnis melihat hubungan antara aktivitas digital dengan transaksi yang terjadi secara offline. Dengan begitu, AI tidak hanya digunakan untuk meningkatkan interaksi dengan pelanggan, tetapi juga membantu bisnis memahami business outcome dari aktivitas tersebut.

Dalam konteks GVV Batch 9, pendekatan ini relevan dengan kebutuhan commerce dan advertising dalam ekosistem Grab, khususnya dalam menghubungkan aktivitas pelanggan dengan hasil bisnis.

Sekilo: Membawa AI ke Rantai Pasok Protein Halal

Chandni Mohan Chainani, Founder & CEO Sekilo (dok. Grab Indonesia)

Dari dunia commerce, Chandni Mohan Chainani, Founder & CEO Sekilo, membangun AI-powered operating system untuk rantai pasok protein halal di Indonesia. Solusinya mengintegrasikan berbagai proses dalam rantai pasok, mulai dari supply-demand matching, pemrosesan, cold storage, logistik, hingga pembiayaan.

Sekilo memulai fokusnya pada sektor unggas dan mengembangkan solusi yang dapat menghubungkan berbagai titik dalam rantai pasok secara lebih terintegrasi. Use case ini menunjukkan bahwa penerapan AI tidak terbatas pada perusahaan digital atau pekerjaan yang berlangsung di depan layar. AI juga dapat menjadi bagian dari sistem operasional yang menghubungkan pasokan, permintaan, logistik, dan kebutuhan bisnis di dunia nyata.

Di Batch 9, kelima startup terpilih akan mendapatkan akses terhadap mentorship, ilmu kepemimpinan, serta kesempatan menjalankan pilot project bersama Grab. Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian dari rangkaian GVV Batch 9 melalui dukungan Superbank, Komdigi, dan Sweef Institute, yang menghadirkan akses ke ekosistem perbankan digital, jaringan, keahlian, serta peluang pendanaan bagi para founders.

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018, GVV telah menerima lebih dari 800 pendaftar dan mendukung 40 startup alumni, dengan lebih dari 85 persen di antaranya masih beroperasi hingga saat ini. Para alumni memiliki perjalanan yang beragam, mulai dari memperoleh pendanaan lanjutan dan melakukan scaling, hingga melakukan pivot guna beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat GVV untuk terus menciptakan dampak positif yang lebih luas bersama para founders dan jaringan ekosistem startup Indonesia.

GVV Batch 9 merupakan bagian dari rangkaian acara bulan kemerdekaan melalui Grab Bersinergi, di mana semangat untuk tumbuh dan berkembang demi menciptakan dampak langsung terhadap Mitra Grab dan secara luas terhadap ekosistem. Melalui solusi dan pilot project yang dikembangkan dalam GVV Batch 9, para founders dapat turut menciptakan manfaat bagi ekosistem Grab sekaligus berkontribusi pada ekosistem digital Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur. (WEB)

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Editorial Team

Related Article