KEK Batang Kantongi Dua MoU Terkait Pengembangan Energi hijau

- KEK Industropolis Batang menandatangani dua MoU dengan perusahaan Hungaria, Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft, untuk pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.
- Kerja sama ini mencakup proyek energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, hingga ekosistem industri pintar guna memperkuat posisi Batang sebagai pusat industri masa depan.
- KEK Industropolis Batang telah menarik investasi senilai US$1,3 miliar, menyerap 11.000 tenaga kerja langsung, serta mencatat penjualan lahan jauh di atas rata-rata nasional.
Jakarta, FORTUNE - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang mengantongi dua kesepakatan bisnis (MoU) dengan perusahaan asal Hungaria, yakni Merlion Tech Ltd dan Iconic Energi Kft. Kedua perusahaan bergerak di bidang energi terbarukan, efisiensi energi, dan keberlanjutan lingkungan.
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, mengatakan bahwa Indonesia dan Hungaria memiliki potensi besar untuk membangun kemitraan strategis di sektor kesehatan, farmasi, sains, dan inovasi.
Hungaria dikenal sebagai salah satu pusat riset farmasi terkemuka di Eropa Tengah dan Timur. Sementara Indonesia menawarkan skala pasar dan infrastruktur yang kompetitif untuk pengembangan investasi jangka panjang.
"Indonesia menawarkan ekosistem industri terintegrasi, konektivitas strategis ke kawasan Indo-Pasifik, serta peluang jangka panjang untuk kemitraan manufaktur maju yang berkelanjutan" jelas Rizal dalam siaran pers, Senin (2/6).
Adapun dalam kesepakatan bisnis ini, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) akan menjadi pengelola KEK Industropolis Batang.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Agung Ngurah Wirawan mengungkapkan, saat ini kawasannya telah mencatatkan total investasi sebesar US$,1,3 miliar dan menyerap sekitar 11.000 tenaga kerja langsung. Tingginya minat investor terhadap kawasan tercermin dari peningkatan penjualan lahan yang jauh melampaui rata-rata kawasan industri nasional.
"Pada 2024, penjualan lahan di KEK Industropolis Batang mencapai 104 hektare dan pada 2025 telah mencapai 97 hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata penjualan kawasan industri pada umumnya yang hanya berkisar 15–20 hektare per tahun. Ini menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap potensi dan daya saing KEK Industropolis Batang," ujar Agung.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan energi bersih, green hydrogen, AI data center, infrastruktur digital, smart industrial ecosystem, hingga advanced manufacturing. Sejumlah kerja sama ini merupakan awal kerja sama untuk memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai pusat industri nasional.


















