Ahmad Yani sebelumnya menjabat sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk sejak 2023. Ia dikenal memiliki rekam jejak panjang serta pengalaman mendalam di industri panas bumi.
Selama menjabat, Ahmad Yani disebut berkontribusi signifikan dalam menjaga keandalan operasi, meningkatkan efisiensi pembangkitan, serta memastikan pengelolaan operasional yang berkelanjutan di seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola perseroan. Pada 2025, Ahmad Yani berhasil mengantarkan PGE mencapai all-time high produksi.
Di luar penguatan kinerja operasional, Ahmad Yani juga mendorong akselerasi pengembangan teknologi dan inovasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi industri panas bumi. Inisiatif ini diwujudkan melalui berbagai inovasi, termasuk inisiasi pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan Flow2Max® dan G-Bionic.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Ahmad Yani menyampaikan komitmennya untuk meneruskan kepemimpinan Perseroan sekaligus menjaga kesinambungan visi strategis yang telah dibangun, memastikan PGE terus melangkah sesuai arah pertumbuhan jangka panjangnya.
“Melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan, saya berkomitmen memperkuat peran panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Di tengah momentum transformasi sektor energi yang semakin menguat, saat ini menjadi waktu yang tepat untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi,” katanya.
PGE menargetkan kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) dalam 2–3 tahun ke depan dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Langkah ini ditopang potensi hingga 3 GW dari 10 WKP yang dikelola secara mandiri untuk mendukung ketahanan energi dan agenda Net Zero Emission 2060. .
Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham menerima pemberhentian dengan hormat Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama PGE. Keputusan ini sebagai tindak lanjut atas surat pengunduran diri yang diterima Perseroan pada 25 November 2025. Gigih Udi Atmo turut memberikan apresiasi atas kontribusi Julfi Hadi selama masa kepemimpinannya sejak 2023.
Sementara itu, Andi Joko Nugroho dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Operasi PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, menggantikan Ahmad Yani.
Andi Joko Nugroho yang sebelumnya merupakan VP Operation & Engineering PGE membawa pengalaman dan kompetensi yang luas ke PGE.
Kehadirannya di jajaran direksi diharapkan dapat memberikan penguatan pada tata kelola Perseroan, meningkatkan efektivitas operasional, serta mendukung pelaksanaan strategi bisnis perseroan secara lebih solid dan berkelanjutan ke depan.
Dengan adanya pergantian ini, maka susunan keanggotaan Direksi dan Dewan Komisaris PT Pertamina Geothermal Energy Tbk menjadi sebagai berikut:
Susunan Komisaris
Komisaris Utama : Gigih Udi Atmo
Komisaris : John Anis
Komisaris : Abdulla Zayed
Komisaris Independen : Abdul Musawir Yahya
Komisaris Independen : Mohammad Firmansyah
Susunan Direksi
Direktur Utama : Ahmad Yani
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan : Edwil Suzandi
Direktur Operasi : Andi Joko Nugroho
Direktur Keuangan : Yurizki Rio