PLN Luncurkan Clean Energy Day, Tekan Emisi dan Konsumsi BBM

- PLN meluncurkan gerakan Clean Energy Day pada 10 April 2026 untuk membangun budaya kerja efisien, hijau, dan berkelanjutan serta menekan konsumsi energi fosil dan emisi karbon.
- Program ini mewajibkan pegawai menggunakan transportasi ramah lingkungan setiap Jumat dan mengurangi perjalanan dinas hingga 70 persen demi efisiensi energi serta peningkatan produktivitas melalui digitalisasi.
- Pelaksanaan perdana mencatat penurunan emisi karbon 28,6 ribu kg CO2 dan penghematan BBM sekitar 12.400 liter dengan efisiensi biaya energi mencapai Rp153 juta dalam satu hari.
Jakarta, FORTUNE - PT PLN (Persero) meluncurkan gerakan Clean Energy Day sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan. Inisiatif ini mendorong seluruh insan PLN untuk menggunakan transportasi ramah lingkungan setiap hari Jumat guna mengurangi konsumsi energi fosil dan emisi karbon.
Program yang resmi diperkenalkan pada 10 April 2026 ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah untuk memperkuat penghematan energi di tengah dinamika geopolitik global, sekaligus menegaskan peran PLN dalam memimpin transisi energi nasional.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai perubahan mendasar dalam pola pikir dan perilaku kerja, yang melibatkan lebih dari 37.158 pegawai PLN di seluruh Indonesia.
"Sebagai komitmen menjalankan arahan pemerintah, kami menghadirkan Clean Energy Day sebagai langkah transformasi budaya kerja baru yang lebih efisien, hijau, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, kami optimistis langkah ini akan memberikan dampak nyata dalam menekan konsumsi BBM nasional serta mereduksi emisi karbon secara masif,” ujar Didi.
Efisiensi operasional dan digitalisasi jadi pengungkit

Dalam implementasinya, PLN menerapkan kebijakan “Parkir Kendaraan Tanpa Bahan Bakar” di seluruh kantor setiap hari Jumat. Pegawai diarahkan beralih ke moda transportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, dan BRT, serta kendaraan listrik, sepeda, atau berjalan kaki.
Selain perubahan pola mobilitas, PLN juga mendorong efisiensi operasional melalui pengurangan perjalanan dinas hingga 50–70 persen dan optimalisasi rapat secara daring. Langkah ini tidak hanya menekan konsumsi energi, tetapi juga meningkatkan produktivitas kerja melalui digitalisasi.
Untuk memastikan efektivitas program, PLN mengintegrasikan Clean Energy Day ke dalam aplikasi internal perusahaan. Sistem ini memungkinkan pemantauan aktivitas perjalanan pegawai secara real-time sekaligus menjadi basis pemberian apresiasi bagi individu dan unit kerja dengan partisipasi tertinggi.
Pada pelaksanaan perdana 10 April 2026, program ini mencatat penurunan emisi karbon sebesar 28,6 ribu kg CO2 atau rata-rata 2,9 kg CO2 per pegawai. Selain itu, terjadi penghematan konsumsi BBM sekitar 12.400 liter dengan efisiensi biaya energi mencapai sekitar Rp153 juta dalam satu hari.
"Ini adalah gerakan dari kita untuk masa depan. Sebuah cara baru yang menjawab kebutuhan akan efisiensi sekaligus menjaga produktivitas. Kami ingin membuktikan bahwa bekerja dengan cara yang lebih hijau adalah sebuah kebanggaan dan standar baru di PLN," pungkas Didi. (WEB)


















