Jakarta, FORTUNE — Bank Mandiri berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kelima dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026, sama seperti capaian tahun sebelumnya. Prestasi ini ditopang kinerja yang tetap solid di tengah dinamika ekonomi global, sekaligus mengukuhkan status bank pelat merah ini sebagai salah satu pilar utama industri perbankan nasional.
Bank Mandiri Kokoh Pertahankan Peringkat Ke-5 di Fortune Indonesia 100

Bank Mandiri mempertahankan peringkat kelima Fortune Indonesia 100 2026, didukung pendapatan 2025 Rp212,96 triliun dan laba bersih Rp56,29 triliun.
Bank Mandiri mencatat aset terbesar dalam daftar sebesar Rp2.829,95 triliun, menempati peringkat ketiga laba bersih nasional, serta masuk klasifikasi Most Profitable dan Biggest Companies.
Strategi Bank Mandiri mencakup pemerataan pertumbuhan bisnis, akselerasi digitalisasi, dan peran pembangunan nasional; fee-based income tumbuh 15,5% didorong transaksi Livin' dan Kopra.
Berdasarkan data yang dirilis Fortune Indonesia, sepanjang 2025 Bank Mandiri membukukan pendapatan sebesar Rp212,96 triliun, tumbuh 3,1 persen secara tahunan (YoY). Sementara laba bersih perseroan tercatat Rp56,29 triliun, naik tipis 0,9 persen (YoY) dan menempatkan Bank Mandiri di peringkat ketiga untuk kategori laba bersih tertinggi se-Indonesia. Dari sisi aset, Bank Mandiri bahkan menjadi yang terbesar di seluruh daftar Fortune Indonesia 100, dengan total aset mencapai Rp2.829,95 triliun.
Capaian ini membuat Bank Mandiri masuk ke dalam 3 klasifikasi sekaligus dalam Fortune Indonesia 100 2026, yakni Most Profitable Companies, berdasarkan laba bersih dan margin laba bersih, serta Biggest Companies, berdasarkan jumlah karyawan, kapitalisasi pasar, dan total aset. Per pertengahan 2026, kapitalisasi pasar Bank Mandiri tercatat Rp355,74 triliun, sementara jumlah karyawannya mencapai 38.751 orang. Termasuk Bank Mandiri berada di posisi kedua industri finansial pada klasifikasi Rank By Industri.
3 strategi Bank Mandiri

Bank Mandiri berhasil mempertahankan posisinya di peringkat kelima dalam daftar Fortune Indonesia 100 tahun 2026, sama seperti capaian tahun sebelumnya. (Dok. Bank Mandiri) Dikutip dari Majalah Fortune Indonesia, Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menegaskan bahwa fokus perseroan bukan sekadar menjadi yang terbesar dari sisi aset, melainkan juga terus relevan bagi perekonomian nasional. Ia menjelaskan tiga strategi utama yang dijalankan, yakni memastikan pertumbuhan bisnis mengalir ke seluruh mata rantai ekonomi, mengakselerasi digitalisasi agar Bank Mandiri semakin terintegrasi dan mampu melayani nasabah dalam skala lebih luas, serta memperkuat peran sebagai agent of development melalui berbagai agenda pembangunan nasional.
Soal pengelolaan risiko di tengah tekanan suku bunga acuan, Riduan menyebut kualitas aset sebagai salah satu prioritas utama. "Menjaga kualitas aset menjadi salah satu prioritas utama kami. Kondisi saat ini membuat setiap ekspansi bisnis selalu diiringi dengan pengelolaan risiko yang disiplin," ujarnya.
Ia juga menyoroti kontribusi ekosistem digital terhadap kinerja keuangan. Menurutnya, diversifikasi pendapatan melalui fee-based income (FBI) yang tumbuh 15,5 persen (YoY) turut ditopang oleh transaksi digital berulang yang semakin kuat, seiring makin masifnya penggunaan aplikasi Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri oleh nasabah ritel maupun korporasi.
Pencapaian Bank Mandiri diumumkan dalam ajang Fortune Indonesia 100 Gala, yang digelar untuk mengapresiasi 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Dalam sambutannya, Chief Operating Officer IDN, William Utomo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan penerima penghargaan malam itu, dan berharap ajang tersebut dapat menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat serta kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan Indonesia. (WEB)



















