Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

BI Akui Pencalonan Deputi Gubernur Baru jadi Sentimen Anjloknya Rupiah

20251201_094946.jpg
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (IDN Times/Jujuk Erna)
Intinya sih...
  • Gubernur BI mengakui ada sentimen negatif dari pencalonan Thomas sebagai deputi gubernur BI
  • Nilai tukar rupiah mendekati Rp17.000/US$ dan mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya
  • Proses pemilihan deputi gubernur BI yang baru telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku dan hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI ditargetkan rampung 26 Januari 2026
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengakui adanya sentimen negatif dari mundurnya Juda Agung sebagai deputi gubernur BI. Ditambah, terdapat tiga nama yang masuk sebagai calon pengganti termasuk keponakan Presiden Prabowo Subianto yakni Thomas Djiwandono. 

Sentimen tersebut menjadi penyebab anjloknya nilai tukar rupiah mendekati Rp17.000/US$. Tercatat, pada pembukaan hari ini (22/1), nilai tukar rupiah berada di level Rp16.915/US$. Mata uang Garuda menguat 21 poin atau 0,12 persen dari perdagangan sebelumnya.

"(Faktor domestik pelemahan rupiah) Karena persepsi pasar terhadap kondisi fiskal dan proses pencalonan Deputi Gubernur," kata Perry dalam konferensi pers virtual, (21/1).

Untuk itu, Perry menegaskan bahwa proses pemilihan deputi gubernur BI yang baru telah sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Meski terdapat nama baru, Ia memastikan bank sentral masih akan profesional dalam menjalankan tugas ke depan.

"Proses pengambilan kebijakan di BI tetap kami pastikan dilakukan secara profesional dengan tata kelola yang kuat. Tentu saja bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk bersama menjaga stabilitas,” kata Perry.

Dalam kesempatan tersebut, Perry juga menjelaskan bahwa Juda Agung telah mengajukan surat pengunduran sejak 13 Januari 2026. Untuk itu, dirinya juga yang mengajukan nama Thomas Djiwandono, Solihin M. Juhro dan Dicky Kartikoyono sebagai calon deputi gubernur BI dan akan menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Hasil uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI ditargetkan rampung 26 Januari 2026

antarafoto-dpr-setujui-ruu-kuhap-menjadi-undang-undang-1763449605.jpg
Sejumlah anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna ke-8 DPR RI Masa Persidangan II Tahun Sidang 205-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/11). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Dalam kesempatan berbeda, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun menjelaskan bahwa jadwal uji kelayakan dilakukan pada minggu ini dan ditargetkan selesai pada 26 Januari 2026. Untuk kesempatan pertama, Solihin M. Juhro dijadwalkan menjalani uji kelayakan pada Jumat, 23 Januari 2026 pukul 09.00-10.00 WIB.

Setelah itu, Komisi XI akan menguji dua calon lainnya pada Senin, 26 Januari 2026. Dicky Kartikoyono dijadwalkan mengikuti fit and proper test pada pukul 14.00–15.00 WIB, dan Thomas Djiwandono yang akan menjalani uji kelayakan pada pukul 16.00–17.00 WIB.

“Senin (26/1) itu juga rencananya kita akan mengadakan rapat internal di Komisi XI untuk mengambil keputusan. Hasilnya kemudian akan kita laporkan dan dibawa ke rapat paripurna DPR pada Selasa 27 Januari,” jelasnya.

Meski terbilang singkat, Misbakhun memastikan bahwa proses uji kelayakan ini tidak akan diintervensi oleh pihak manapun termasuk Pemerintah. Sebab, nama yang diusulkan telah sesuai undang-undang dan memiliki kemampuan di sektor moneter.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

BI Akui Pencalonan Deputi Gubernur Baru jadi Sentimen Anjloknya Rupiah

22 Jan 2026, 14:53 WIBFinance