Harga Emas Reli, Permintaan Emas BSI Melonjak 58%

- Permintaan emas di Bank Syariah Indonesia melonjak 58% sepanjang 2026, seiring reli harga emas yang menembus sekitar Rp3,1 juta per gram dan naik 50% dalam setahun terakhir.
- BSI mencatat peningkatan nasabah layanan bullion bank hingga 44% ytd Februari 2026, didorong kondisi global dan persepsi emas sebagai instrumen investasi aman sesuai prinsip syariah.
- Untuk menjaga stok, BSI memperkuat kerja sama dengan pemasok serta memanfaatkan aplikasi BYOND agar nasabah bisa membeli dan mentransfer emas secara digital mulai dari Rp50.000.
Jakarta, FORTUNE - Permintaan emas di Bank Syariah Indonesia (BSI) meningkat tajam sejak awal 2026, seiring dengan reli harga logam mulia. Meski demikian, perseroan memastikan ketersediaan stok tetap terjaga.
Hingga 4 Maret 2026, harga emas tercatat telah menembus sekitar Rp3,1 juta per gram. Dalam kurun satu tahun terakhir, harga logam mulia ini melonjak sekitar 50 persen. Kenaikan tersebut mendorong masyarakat semakin aktif menempatkan dana pada instrumen yang dianggap relatif aman seperti emas.
Di BSI, tren tersebut tercermin dari peningkatan jumlah nasabah layanan bullion bank yang meningkat sekitar 44 persen secara year to date (ytd) Februari 2026. Sejalan dengan itu, penjualan emas sepanjang 2026 telah mencapai sekitar 58 persen dari total penjualan sepanjang 2025.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna menilai peningkatan permintaan dipicu dari multiplier effect eskalasi konflik di Timur Tengah dan situasi global. Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI mengklaim memiliki inventory manajemen yang baik.
"Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).
Anton menyebut, saat ini BSI bekerjasama dengan beberapa mitra pemasok dan tidak menutup kemungkinan kedepannya akan menambah mitra dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.
Menurutnya minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi perusahaan. Selain dianggap sebagai instrumen investasi yang relatif aman, emas juga dinilai sejalan dengan prinsip syariah yang menjadi dasar operasional bank.
Peningkatan minat tersebut turut didorong oleh kemudahan akses pembelian emas secara digital melalui aplikasi BYOND milik BSI. Melalui platform tersebut, nasabah dapat membeli emas secara realtime dengan nilai transaksi mulai dari kisaran Rp50.000. Pengguna juga dapat melakukan transfer saldo emas dalam bentuk gramasi ke sesama rekening emas BSI.
"Ke depan, kami melihat permintaan emas masih terus meningkat. Untuk itu BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka Panjang," pungkasnya.


















