FINANCE

Kebutuhan Pembiayaan Rumah Tangga Diperkirakan Masih Tinggi di 2024

Pembiayaan multiguna jadi paling besar.

Kebutuhan Pembiayaan Rumah Tangga Diperkirakan Masih Tinggi di 2024Ilustrasi Keluarga Muslim/Dok Maybank Syariah

by Suheriadi

19 January 2024

Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta,FORTUNE - Kebutuhan Pembiayaan Rumah Tangga awal 2024 diprakirakan meningkat. Indikasi ini terlihat dari Survei Penawaran dan Permintaan Pembayaran Perbankan dari Bank Indonesia (BI). 

Survei mencatat, esponden yang berencana melakukan penambahan pembiayaan ke depan sebesar 7,4 persen pada Desember 2023, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,9 persen.

Berdasarkan rencana waktu pengajuan pembiayaan, sebagian besar akan dilakukan pada 12 bulan ke depan, diikuti lebih dari 12 bulan, 6 bulan, dan 3 bulan yang akan datang. 

"Pada rencana pengajuan pembiayaan rumah tangga ke depan, bank umum diprakirakan masih menjadi sumber utama pembiayaan sebesar 53,4 persen," tulis laporan yang dikutip di Jakarta, Jumat (19/1) 

Sumber pembiayaan lainnya untuk memenuhi pembiayaan rumah tangga ke depan adalah koperasi 16,3 persen dan leasing 2,7 persen, di mana sumber pembiayaan dari leasing tersebut menurun dibandingkan bulan sebelumnya. 

Pembiayaan multiguna jadi paling besar

Ilustrasi pengasuhan anak atau parenting. Shutterstock/fizkesIlustrasi pengasuhan anak atau parenting. Shutterstock/fizkes

Pada Desember 2023, jenis pembiayaan yang paling banyak akan diajukan oleh rumah tangga ke depan adalah Kredit Multi Guna (KMG) sebesar 46 persen.

Sedangkan untuk pengajuan pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan kartu kredit juga diprakirakan menurun, masing-masing menjadi 18 persen dan 1,6 persen. 

Di sisi lain, pengajuan pembiayaan KPR dan kredit peralatan rumah tangga masing-masing 20,9 persen dan 8,7 persen meningkat daripada bulan sebelumnya. 

Pada 3 bulan mendatang, KMG masih akan menjadi jenis pembiayaan yang paling banyak diajukan oleh mayoritas rumah tangga sebesar 60,8 persen, meningkat dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya 52,1 persen.