Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Akhir Era MTV, Saluran Musik 24 Jam Tinggal Sejarah

MTV.jpg
Penutupan kanal musik MTV memperjelas adanya peralihan industri video musik dari televisi konvensional ke platform digital. (aarp.org)

Jakarta, FORTUNE - Berakhirnya 2025 menjadi penanda simbolik runtuhnya sebuah ikon budaya pop global. MTV, jaringan televisi yang sejak awal 1980-an membentuk selera musik generasi dunia, resmi menutup sejumlah saluran musik 24 jamnya. Langkah ini menandai akhir era MTV seperti yang dikenal publik selama puluhan tahun.

Pada 31 Desember 2025, MTV menghentikan siaran saluran khusus musik seperti MTV Music, MTV 80s, MTV 90s, Club MTV, dan MTV Live di berbagai negara, termasuk Inggris, Australia, dan sejumlah wilayah Eropa serta Amerika Latin. Penutupan ini sebelumnya telah diumumkan pada Oktober 2025, sebagaimana dilaporkan Rolling Stone.

Momen perpisahan MTV sarat makna simbolik. Saluran MTV Music menutup siarannya dengan memutar “Video Killed the Radio Star” dari The Buggles—lagu yang sama yang menjadi video pertama MTV saat mengudara perdana pada 1 Agustus 1981. Sebuah lingkaran sejarah yang tertutup rapi, sekaligus emosional.

“Meski sedikit menyedihkan, sebenarnya ini sudah terasa menyedihkan sejak lama. Saya pikir MTV sudah melewati masanya,” ujar Daisy Fuentes, mantan VJ MTV, kepada People pada Oktober 2025.

“Kita semua berubah. Kita harus berevolusi. Dunia sudah sangat berubah," ujarnya, menambahkan.

MTV menegaskan bahwa mereka tidak sepenuhnya menghentikan operasinya. Saluran utama MTV masih beroperasi dan tetap menayangkan program hiburan populer seperti The Challenge dan RuPaul’s Drag Race. Menurut Variety, MTV masih berada di peringkat ke-49 jaringan kabel paling populer pada 2025, bahkan berada di atas Comedy Central.

Namun, keputusan mematikan saluran musik 24 jam mencerminkan perubahan besar dalam strategi bisnis MTV dan induknya, Paramount Global. Hingga kini, MTV maupun Paramount belum memberi penjelasan resmi mengenai alasan penutupan tersebut. Meski demikian, langkah ini terjadi di tengah upaya efisiensi biaya menjelang rampungnya merger Paramount senilai US$8 miliar dengan Skydance pada Agustus 2025, seperti dilaporkan Associated Press. Sebelumnya, MTV juga menghentikan MTV News pada 2023 setelah 36 tahun beroperasi.

Gen Z mengubah aturan main

Menurut Yuswohady, Managing Partner Inventure dan pakar pemasaran, “punahnya” MTV bukan disebabkan melemahnya kekuatan merek, melainkan karena model bisnisnya yang tidak lagi relevan.

“MTV gagal bukan karena brand-nya melemah, tetapi karena masih bertumpu pada TV linear, jadwal tetap, dan kurasi massal,” ujarnya, Senin (5/1). Konsumen saat ini, kata Yuswohady, hidup dalam dunia on-demand dan self-curated, di mana kontrol sepenuhnya berada di tangan audiens.

Keunggulan MTV di masa lalu yang menjadi penentu selera lewat VJ dan kurator musik justru berubah menjadi beban di era digital, ketika algoritma, data, dan komunitas mikro mengambil alih peran tersebut.

Perubahan paling mendasar datang dari Generasi Z. Jika generasi 1990-an menunggu lagu favorit diputar MTV, Gen Z menolak budaya “menunggu”. Mereka memilih platform seperti YouTube, Spotify, dan TikTok yang menawarkan pengalaman instan, personal, dan dapat dikurasi sendiri.

Bagi Gen Z, video musik bukan lagi produk akhir, melainkan bahan baku. Potongan 15–30 detik yang bisa di-loop, di-remix, dan dijadikan latar konten jauh lebih relevan dibanding video musik utuh berdurasi beberapa menit. MTV menjual konten final; generasi baru menuntut konten partisipatif.

Selain itu, MTV dibangun di atas budaya massa, satu tayangan untuk semua. Sementara Gen Z hidup dalam dunia micro-culture dan personalisasi algoritmik, di mana selera dibentuk oleh data, bukan insting programmer musik. Akhir 2025 pun menjadi kredit penutup bagi kejayaan MTV sebagai televisi musik 24 jam. Bukan karena musik kehilangan tempatnya, melainkan karena cara orang mengonsumsi, memaknai, dan memproduksi musik telah berubah total. MTV tidak benar-benar mati. Namun, era ketika televisi menjadi pusat utama budaya musik global, tampaknya resmi berakhir.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Luxury

See More

Hyundai Resmi Luncurkan Creta Alpha Terbaru, Harga Rp455 Juta

07 Jan 2026, 18:31 WIBLuxury