Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Lamborghini Batalkan Lanzador EV, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 2030

Lamborghini Batalkan Lanzador EV, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 2030
Ilustrasi Lanzador EV/Dok. Lamborghini

Jakarta, FORTUNE - Pabrikan supercar asal Italia, Lamborghini, resmi membatalkan rencana produksi mobil listrik murni Lanzador yang sebelumnya dijadwalkan meluncur pada 2029. Keputusan ini diambil setelah manajemen menilai permintaan terhadap kendaraan listrik berbasis baterai dari pelanggan mereka nyaris tidak ada.

Chairman dan CEO Lamborghini, Stephan Winkelmann, menyebut tingkat ketertarikan konsumen terhadap kendaraan listrik berada di angka yang sangat rendah. Ia menyatakan minat pelanggan terhadap mobil listrik berbaterai sudah “mendekati nol”. Demikian dilansir dari The Times.

Proyek Lanzador sendiri sejatinya telah diperkenalkan sebagai mobil konsep pada 2023. Namun, keputusan penghentian produksi difinalisasi pada akhir tahun lalu. Ini menjadi konfirmasi publik pertama yang mengungkapkan bahwa model tersebut tidak akan berlanjut ke tahap produksi massal.

Menurut Winkelmann, tantangan utama mobil listrik bagi Lamborghini bukan semata soal teknologi, melainkan aspek emosional. Ia menilai kendaraan listrik dalam bentuknya saat ini belum mampu menghadirkan “koneksi emosional yang spesifik” yang selama ini menjadi ciri khas pengalaman berkendara Lamborghini. Salah satu faktor yang disorot adalah hilangnya suara mesin pembakaran dalam yang selama ini identik dengan karakter supercar mereka.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pengembangan kendaraan listrik berpotensi menjadi beban finansial tanpa jaminan pasar. Winkelmann menyebut pengembangan mobil listrik bisa berubah menjadi “hobi yang mahal” bagi merek tersebut karena tingkat penerimaan di kalangan konsumennya terus menurun hingga mendekati nol.

Sebagai pengganti Lanzador, Lamborghini akan menghadirkan model kendaraan listrik hibrida isi ulang (plug-in hybrid/PHEV) baru yang akan melengkapi jajaran produk bersama Lamborghini Revuelto dan Lamborghini Urus. Strategi ini sejalan dengan peta jalan elektrifikasi perusahaan yang menargetkan seluruh lini produknya menjadi hibrida isi ulang pada 2030.

“Mobil hibrida isi ulang menawarkan yang terbaik dari dua dunia, menggabungkan kelincahan dan dorongan tenaga pada putaran rendah dari teknologi baterai listrik dengan emosi serta daya keluaran mesin pembakaran dalam,” ujar Winkelmann.

Ia juga menegaskan bahwa Lamborghini akan tetap memproduksi mesin pembakaran dalam untuk jangka panjang demi memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menjaga warisan merek.

Meski demikian, Lamborghini tidak sepenuhnya menutup pintu bagi mobil listrik murni di masa depan. Winkelmann mengatakan kepada The Sunday Times bahwa perusahaan bisa saja mengembangkan model listrik berbaterai “hanya ketika waktunya sudah tepat.” Untuk saat ini, Lamborghini memilih menunggu kesiapan teknologi dan pasar sebelum benar-benar beralih ke platform listrik penuh.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Luxury

See More

Lamborghini Batalkan Lanzador EV, Fokus ke Plug-in Hybrid hingga 2030

25 Feb 2026, 10:47 WIBLuxury